Proses Translokasi Air dan Fotosintat pada Tumbuhan

Karbohidrat/fotosintat merupakan produk fotosintesis. Jika kadar fotosintat berkurang/sedikit, maka tumbuhan akan lebih giat melakukan proses fotosintesis untuk mendapatkan karbohidrat dalam jumlah yang cukup/banyak. Sebaliknya, jika fotosintat sudah terlalu jenuh/banyak, maka artinya tumbuhan tidak akan lagi membuat karbohidrat, sebab stoknya sudah banyak/cukup dan tentu saja proses laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan akan diperlambat.

Dalam prosesnya, translokasi air dan fotosintat (berupa sukrosa) akan dialirkan ke seluruh sel target dengan bantuan jaringan xilem dan floem. Jaringan xilem berperan penting dalam proses distribusi air dan jaringan floem berperan dalam distribusi sumber makanan (karbohidrat). Peristiwa translokasi ini akan melewati sel-sel mesofil pada daun dan mengalirkan sejumlah molekul air dan sukrosa/karbohidrat sederhana menuju ke sel-sel target pada tumbuhan.

Sel-sel target pada tumbuhan yang dimaksud misalnya pada organ tanaman, pada bagian biji yang sedang berkecambah, pada apeks/ujung akar dan batang, serta pada sel/jaringan tumbuhan yang membutuhkan sumber nutrisi/makanan. Sebagian sukrosa/karbohidrat dan air akan digunakan oleh tumbuhan untuk proses metabolisme lebih lanjut. Beberapa proses metabolisme yang terjadi pada tumbuhan misalnya dalam proses biosintesis protein, biosintesis metabolit primer dan metabolit sekunder pada tumbuhan. Silakan baca juga: Mengapa fotosintat dengan kadar karbohidrat rendah laju pertumbuhan cepat?

translokasi air dan sukrosa pada tumbuhan ke sel target
translokasi air dan sukrosa pada tumbuhan ke sel target
PESAN SPONSOR