Manfaat Mikoriza dan Trichoderma dalam Bidang Pertanian

Mikoriza merupakan cendawan/jamur/kapang yang bersimbiosis dengan akar sejak 470 juta tahun lalu. Mereka mendapatkan makanan matang dari akar tumbuhan, dan mikoriza ini membantu tumbuhan mencari air dan unsur hara.

Mikoriza membentuk jaringan hifa yg tumbuh jauh lebih cepat dari akar dan bisa memanjang 10 – 15 meter untuk mencari unsur hara dan air. Selain membantu tumbuhan menyerap air dan hara, hifa juga menghancurkan batu, melepaskan P (phosphat) dan meningkatkan penyerapan P sebanyak 25%.

mikoriza

Mikoriza juga mampu menghasilkan hormon pengatur tumbuh seperti auksin, sitokinin dan giberelin. Selain itu, menghasilkan antibiotik yang dapat melindungi tanaman dari pathogen akar. Selain manfaat ini, beberapa manfaat/fungsi/peranan/kegunaan mikoriza diantaranya adalah:

  • Merangsang aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan;
  • Memperbaiki struktur dan kegemburan tanah dengan adanya hifa yang tumbuh dan mati dengan cepat dan terus-menerus;
  • Membangun struktur tanaman agar lebih tahan terhadap kekeringan dengan menginfeksi akar dan memperpanjang hifa dalam mencari air tanah;
  • Mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan 6-15x lipat pada usia 2 tahun dibanding tanaman yang tidak terinfeksi mikoriza;
  • Mikoriza meningkatkan daya tahan tumbuhan dari pengaruh salinitas tanah maupun jamur patogen seperti Fusarium sp. di air hujan;
  • Mikoriza mendapat makanan berupa gula dan karhohidrat dari tanaman.

Trichoderma sp disamping sebagai organisme pengurai (dekomposer), dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Tricoderma ini mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran racun jamur penyebab penyakit seperti cendawan Rigdiforus, Fusarium dll. Selain itu, sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yg menyebabkan tanaman layu dan penyakit jamur akar putih. Maka dengan adanya koloni Trichoderma sp di tanah, tidak perlu lagi menyemprot tanaman cabai atau kentang dengan fungisida melawan fusarium setiap turun hujan. (Sumber Referensi Tambahan: http://tanamanpangan.pertanian.go.id/)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR