Pupuk untuk Pertumbuhan Akar, Batang, dan Daun Pada Tanaman Cabai

Pupuk merupakan suatu senyawa kimia atau non kimiawi yang diproduksi baik melalui proses fermentasi maupun non fermentasi. Pada pupuk kandang, proses untuk mendapatkan pupuk yang matang dilakukan melalui rekayasa teknik yakni “fermentasi”. Fermentasi pada kotoran ternak umumnya dibantu oleh beberapa jenis mikroorganisme tanah dan juga bakteri. Adapun jenis bakterinya adalah Methanobacterium sp. Bakteri ini akan membantu proses fermentasi kotoran ternak dalam kondisi anaerob (respirasi seluler tanpa oksigen). Berbeda dengan pupuk nonorganik (pupuk kimiawi), yang sebagian besar prosesnya dilakukan di pabrik dengan mencampurkan satu atau lebih senyawa kimia yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

efek hujan asam
Tanaman pertanian berhasil tumbuh dengan baik karena pemupukan yang tepat dengan teknik/metode KAN-K-N-T-P (Doc. Wahid Priyono,S.Pd.)

Untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai, sebaiknya bisa menggunakan dua macam jenis pupuk, yakni pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik seperti yang dijelaskan di atas bisa menggunakan kotoran ternak, dan saya rekomendasikan adalah pupuk kotoran ayam yang sudah matang (melalui proses fermentasi anaerob). Sementara itu, untuk jenis pupuk untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, batang, daun, bunga, dan buah pada tanaman cabe bisa menggunakan pupuk jenis KCL, Phonska, NPK mutiara, TSP. Keempat pupuk ini efektif jika digunakan setelah tanaman cabe berumur 15hst. Untuk urutan penggunaannya bisa divariasikan sesuai kebutuhan. Waktu aplikasi setidaknya per 10 hari sekali, selang-seling. Atau bisa diurutkan dengan urutan metode KAN-K-N-T-P, yang maksudnya adalah:

  • KAN – maksudnya adalah pada umur di bawah 15hst sejak tanam awal, maka cukup tanaman menggunakan pupuk kandang;
  • K – maksudnya gunakan pupuk KCL pada saat tanaman berumur 16-30 hst;
  • N – maksudnya gunakan pupuk NPK mutiara pada saat tanaman cabe berumur 31-45 hst;
  • T – maksudnya gunakan pupuk TSP pada saat tanaman cabe berumur 46- 55 hst;
  • P – maksudnya gunakan pupuk NPK phonska pada saat tanaman berumur 56 s.d menginjak waktu pembungaan dan tanaman sudah mulai berbuah. Aplikasi pupuk phonska pada umur tanaman cabe 56 hst ke atas yaitu dengan cara dikocor, yaitu bisa baca tutorialnya berikut ini >> Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska Cair untuk Tanaman Cabe Agar Berbuah Lebat. Sampai tanaman berbunga dan berbuah maka secara terus-menerus bisa menggunakan larutan pupuk phonska cair tersebut.

Dengan metode KAN-K-N-T-P maka pemupukan akan terjadwal dengan baik sehingga pertumbuhan dan perkembangan akar, batang, daun, bunga serta buah pada tanaman cabai akan tumbuh secara optimal. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Gambar dan Ukuran Bedengan Cabai yang Baik dan Benar Sesuai Anjuran Petani Profesional.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *