Kegunaan Pupuk Organik dan Anorganik Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Tanaman cabe membutuhkan nutrisi (makanan) untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan cabe yang optimal tentu saja akan memengaruhi dalam proses pembentukan akar, batang, daun, bunga, serta merangsang pertumbuhan buahnya.

Adapun jenis pupuk yang digunakan bagi tanaman cabe adalah pupuk organik dan organik, karena dari kedua jenis pupuk inilah tanaman cabe akan memperoleh sumber nutrisi untuk pertumbuhan, pembentukan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang usang/rusak, serta untuk proses fisiologis tanaman lainnya.

Contoh-contoh pupuk organik misalnya pupuk kompos, pupuk kandang dari kotoran ternak yang telah dikeringkan, pupuk hayati berupa pupuk dari sisa-sisa jerami padi dan dedaunan yang membusuk, atau sisa dari serat tanaman juga bisa dijadikan sebagai pupuk organik.

Pupuk Jerami Padi Hasil Fermentasi
Pupuk Jerami Padi, Photo Original by: Wahid Priyono

Dalam pupuk organik terkandung beberapa unsur hara penting seperti terdapat unsur Nitrogen (N), Oksigen (O), unsur Mangan, Magnesium (Mg), Molibdenum, serta unsur hara makro dan unsur hara mikro lainnya.

Sama halnya dengan pupuk organik, maka pupuk anorganis juga memiliki komponen unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman, seperti ada unsur Nitrogen (N), unsur Clor, Molibdenun, unsur Magnesium, dan beberapa mineral dan unsur hara makro dan mikro lainnya.

Contoh dari jenis dan macam-macam pupuk anorganik meliputi beberapa contoh seperti pupuk KCL, TSP, pupuk phonska cair, pupuk Urea, dan jenis pupuk lainnya.

Baik pupuk organik maupun anorganik memang sangat penting sekali untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman, untuk pertumbuhan sel, dan beberapa fungsi biologis dan fisiologis tanaman.

 

PESAN SPONSOR