Penyebab Daun pada Bibit Berjatuhan (Rontok) dan Solusi Penanganannya

Pada masa penyemaian benih, maka akan jadilah bibit yang siap ditanam di lahan terbuka (bedengan). Benih saat sudah tumbuh menjadi bibit muda tentu saja memiliki banyak tantangan untuk kehidupan selanjutnya. Ada bibit yang mati sebelum tumbuh maksimal. Bahkan, ada bibit yang tumbuh tidak optimal, termasuk daunnya mengalami kerontokan atau berjatuhan. Ini merupakan gejala yang umum terjadi pada saat petani melakukan penyemaian benih.

Daun pada bibit berjatuhan/rontok adalah gejala dimana tanaman dipastikan kekurangan unsur hara tertentu seperi Kalsium (Ca), Kalium (K), Nitrogen (N), Phosfor (P), dan juga unsur Magnesium (Mg). Unsur hara tersebut sangat penting untuk membangun massa daun, serta memperkuat struktur sel dan jaringan pada organ daun tanaman muda. Unsur hara juga dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, serta meningkatkan sistem imunitas tanaman muda dan pertumbuhan jaringan meristematik pada daun serta organ vital lainnya.

Perkecambahan Biji Pada Semangka
Perkecambahan Biji Pada Semangka dengan Hasil Optimal. Foto Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.

Kelebihan air juga menjadi faktor penyebab mengapa daun tanaman bisa rontok. Pada saat tanaman kelebihan air, maka sebagian air akan dibuang oleh tanaman melewati organ daun (stomata). Namun, jika kelebihan air sangat tinggi maka akan meningkatkan turgor sel di daerah daun, sehingga tangkai daun akan mudah melemah sehingga sangat mudah sekali bagi organ daunnya untuk rontok (berjatuhan). Oleh sebab itulah, menjaga kondisi tanah lembab adalah hal yang penting untuk menjaga kelebihan air. Penyiraman teratur juga penting dilakukan. Namun ingat bahwa jangan pernah sekali-kali memenuhi air berlebih pada lahan bedengan tempat untuk penyemaian benih. Kelebihan air pada tanaman juga tidak baik, dan kekurangan air pada bibit tanaman juga bisa berbahaya.

Pencegahan, solusi atau penanganan yang tepat untuk bibit tanaman berjatuhan (rontok) pada waktu disemai antara lain:

  • Memastikan bahwa jumlah air yang diterima tanaman adalah seimbang (balance), artinya airnya tidak berlebih dan juga tidak kekurangan. Ini dilakukan tentunya pada waktu penyiraman bibit;
  • Memastikan agar tanah tempat penyemaian bibit tetap lembab dan terjaga dari kemungkinan drainase air yang buruk;
  • Menambahkan pupuk organik dan anorganik mengandung unsur hara N, P, K, Mg, Ca, K, adalah saran yang sangat tepat. Pupuk-pupuk tersebut contohnya: NPK mutiara, KCL, Urea, SP36, dan lain sebagainya;
  • Memastikan bahwa tanaman/bibit yang tumbuh di lahan penyemaian mendapatkan cahaya matahari yang cukup agar proses fotosintesis pada organ daun tanaman berjalan efektif.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda. Silakan baca juga: Masalah Pentil Timun Rontok dan Cara Pencegahannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *