7 Perawatan Tanaman Cabe yang Baik dan Benar

Seorang petani harus tekun dalam membudidaya cabe di kebunnya. Aktivitas tersebut mencakup beberapa hal seperti mampu merawat/memelihara tanaman cabe secara benar, mampu mendisiplinkan diri untuk terus semangat dalam membudidaya cabe.

Karena tugas yang tidak cukup mudah, tetap bagaimanapun juga tanaman cabe butuh perawatan memadai, meliputi beberapa hal seperti: penyiraman, pemupukan, pendangiran, penyiangan, pemberian tiang ajir dan mulsa bagi tanaman cabe yang dibudidaya.

Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana tatacara dalam merawat tanaman cabe secara baik dan benar, sesuai ajaran dari petani profesional yang pernah saya pelajari, diantara adalah:

  1. Penyiraman

Penyiraman pada tanaman cabe begitu penting. Penyiraman tanaman cabe usahakan menggunakan air bersih yang tidak tercemar oleh polutan, atau senyawa kimia yang berasal dari limbah industri rumah tangga maupun limbah pabrik.

Penyiraman tanaman cabe sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari sekitaran setelah ashar. Namun, apabila tanaman cabe yang dibudidaya dalam jumlah banyak dengan pemakaian lahan berhektar-hektar, maka penyiraman bisa lebih awal (saat siang hari) dengan kondisi sinar matahari yang tidak begitu terik.

Tanaman Cabe Mulai Siap Dipanen Umur 2,5 - 4 bulan
Tanaman Cabe Mulai Siap Dipanen Umur 2,5 – 4 bulan

Penyiraman tanaman cabe memakai gayung sebagai alat untuk mengambil air bersih, setelah itu siramkan air secukupnya pada tanaman cabe, setidaknya 1 – 2 gayung besar untuk tanaman cabe di atas umur 1 bulan sejak pemindahan bibit di lahan terbuka/bedengan bermulsa. Namun, untuk tanaman cabe yang masih dalam pemeliharaan, sebaiknya untuk penyiraman tanaman disesuaikan saja dengan kondisi tanah pada saat itu. Artinya, jika tanahnya sudah lembab maka tidak perlu dilakukan penyiraman, kecuali jika tanahnya kering. Penyiraman juga bisa dilakukan sehari dua kali, pada waktu pagi dan sore hari (kondisional saja). Baca juga: 9 Cara Penyiraman Cabe agar Buahnya Lebat-Selebatnya.

  1. Pemupukan

Tanaman cabe baik dalam masa pembenihan di wadah polybag maupun yang sudah ditanam di lahan terbuka sangat penting sekali untuk diberi pupuk. Pupuk yang dapat diberikan pada tanaman cabe yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yang paling dominan dan sering digunakan oleh petani yaitu pupuk kandang dari kotoran ayam yang telah dikeringkan, sebab pada kotoran ayam tersebut banyak sekali mengandung komposisi unsur hara penting, seperti unsur Cl, Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Molibdenum, Kalium (K), Kalsium (Ca), dan lain sebagainya. Namun, unsur hara makro maupun mikro tersebut memang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sebagai nutrisi, pembentukan enzim dan hormon, dan untuk pemeliharaan sel dan jaringan tumbuhan yang sudah usang.

Sementara itu, untuk jenis pupuk anorganik yang sering digunakan adalah larutan pupuk phonska cair yang benar-benar terbukti ampuh untuk merangsang tanaman cabe untuk cepat menghasilkan bunga dan buah dalam jumlah berlimpah (lebat, banyak).

Selain itu, kebanyakan petani cabe juga menggunakan pupuk seperti: KCL, Urea, TSP, NPK-Mutiara, dalam pemeliharaan tanaman cabe agar lebih sehat dan kuat.

Namun, setiap petani cabai pasti mempunyai pengalaman dan juga selera berbeda-beda tentang praktik penerapan jenis pupuk organik dan anorganik pada tanaman cabe.

  1. Pendangiran

Tanaman cabe penting sekali dilakukan pendangiran. Pendangiran bertujuan untuk memastikan bahwa lahan tanaman cabe harus digemburkan secara berkala supaya tanaman cabe lebih subur. Jadi pendangiran pada tanaman cabe itu bertujuan untuk memastikan bahwa lahan tanam (tanah bedengan) tetap gembur.

Manfaat/kegunaan dari pendangiran adalah supaya penyerapan unsur hara, air, dan garam-garam mineral dari dalam tanah berlangsung secara baik.

  1. Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan tanam cabe dari serangan gulma (rumput-rumput liar) yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan juga memiliki manfaat untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit yang sifatnya parasit bagi tanaman cabe.

Lakukan penyiangan dengan menggunakan alat pengoret gulma/rumput liar, bisa menggunakan cangkul atau pencong. Penyiangan sebaiknya dilakukan berbarengan pada waktu pendangiran.

  1. Pemberian Tiang Ajir

Tanaman cabe membutuhkan tiang ajir/tiang penyangga yang terbuat dari bilah bambu yang dipotong-potong dengan ukuran tertentu yang menyerupai tongkat. Panjangnya bervariasi, bisa 60 – 100 cm, tergantung tinggi tanaman cabenya.

Adapun tujuan dari pemberian tiang ajir supaya tanaman cabe tumbuh ke arah atas, buah cabe dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak berantakan, serta tiang ajir berfungsi untuk mencegah agar tanaman cabe tidak mudah roboh/rebah karena kondisi cuaca yang ekstrem dan tidak mendukung (bisa karena hujan lebat, angin kencang), dan lain sebagainya.

  1. Pemberian Mulsa

Selain pemberian tiang ajir, tanaman cabe juga perlu diberikan mulsa plastik agar tanah tetap terjaga kelembabannya. Selain itu, perangkat mulsa plastik yang diletakan di atas lahan bedengan berfungsi untuk mencegah erosi unsur hara di dalam tanah yang mungkin saja bisa terbawa arus air hujan, dan lain sebagainya.

Mulsa plastik yang umumnya digunakan adalah mulsa berwarna perak, dan mulsa plastik ini banyak dijual secara komersial di toko/kios penjualan alat pertanian.

  1. Perempelan Tunas Aksiler

Tanaman cabe harus dilakukan perempelan untuk menghemat unsur hara yang ditransportasikan oleh jaringan xilem dari akar ke seluruh organ tanaman.

Perempelan dilakukan dengan memotong mata tunas liar pada tanaman cabe yang tidak penting, karena tunas ini adalah cikal bakal batang yang tidak produktif. Umumnya tunas aksiler/tunas liar ini ada di bagian batang dan dekat dengan tanah.

Ambillah tunas liar tersebut sebanyak 2 – 3 buah, lalu tinggalkan tunas produktif yang ada di atasnya.

Semoga informasi di atas berguna untuk anda.  Selamat mempraktekan, semoga berhasil.

PESAN SPONSOR