Mengenal Ciri, Jenis dan Macam Tanaman Jahe yang Ada Di Sekitar Kita

Tanaman jahe mempunyai nama latin/nama ilmiah yaitu Zingiber officinale. Tanaman ini tentu saja sudah tidak asing lagi di telinga kita karena mempunyai banyak khasiat bagi tubuh dan kesehatan.

Jahe bisa segampang itu ditanam di lahan pekarang rumah, seperti yang telah saya lakukan secara mandiri selama pandemi ini berlangsung.

Berkebun jahe sangat menyenangkan. Apalagi saat suntuk dan jenuh dengan pekerjaan, maka obatnya adalah berkebun jahe. Selain menyenangkan juga bisa sebagai self healing.

Cara Mengetahui Tanaman Jahe siap panen
Cara Mengetahui Tanaman Jahe siap panen

Saat menanam/budidaya jahe, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis jahe apa yang akan kita tanam. Sebab, setiap jahe mempunyai macam/jenisnya macam-macam seperti:

  • Jahe putih atau jahe kuning besar: terdiri dari jahe gajah, jahe badak, dan jahe kombongan. Jahe ini mempunyai karakteristik/ciri yaitu ukuran rimpangnya yang cukup besar dan gemuk dibandingkan jenis jahe lainnya. Selain itu, memiliki warna daging rimpang yaitu kekuningan atau putih, rasanya cukup pedas sekali, serta berbau khas yang cukup tajam. Jahe jenis ini juga cukup mudah ditanam, perawatannya tidak manja, dan toleran terhadap beberapa jenis tanah. Namun, jenis tanah yang paling bagus untuk menanam jahe gajah ini adalah tanah humus bekas pembakaran sampah organik, serta tanah yang dicampur kotoran ayam/pupuk kandang;
Tanaman Jahe
Tanaman Jahe Gajah
  • Jahe putih kecil: Nama lain dari jahe jenis ini yaitu jahe emprit atau jahe sunti. Memiliki karakteristik/ciri yakni potongan rimpang yang berwarna putih kekuningan, rasanya lebih pedas dari jahe gajah, berbentuk agak pipih, seratnya lembut, serta aromanya yang cukup tajam. Umumnya jenis jahe ini dipanen dalam keadaan tua. Kandungan minyak atsirinya sangat banyak pada jahe putih kecil ini;
  • Jahe merah: Disebut sebagai jahe merah karena pada rimpangnya mempunyai warna merah atau berwarna jingga. Mempunyai aroma sangat tajam, seratnya kasar, serta rasanya sangat pedas. Jahe merah ini umumnya dipanen ketika sudah tua dan banyak digunakan dalam industri jamu dan obat-obatan (biofarmaka).

Nah, itulah beberapa ciri-ciri atau karakteristik ketiga jenis dan macam-macam jahe yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga uraian sederhana di atas bermanfaat untuk rekan-rekan petani sebelum membudidaya jahe.

Oya jangan lupa ya baca juga artikel berikut ini tentang:

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR