Jadwal Pemupukan Tanaman Cabe Sesuai Anjuran yang Baik dan Benar Sesuai Petunjuk Petani Profesional

Pemupukan merupakan faktor penting dalam budidaya cabe. Pupuk dianggap sebagai sumber nutrisi dan memang harus secara khusus diberikan pada tanaman cabe sesuai prosedur yang baik dan benar. Pemberian pupuk sesuai dosis per umur tanaman secara tepat, maka akan mampu menghasilkan tanaman cabe yang berbuah lebat dan hasil panen lebih optimal.

Pada artikel kali ini, admin website tipspetani.com akan mencoba membagikan informasi tentang jadwal pemupukan pada tanaman cabe sesuai anjuran yang baik dan benar. Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan hasil eksperimen saya pada lahan kebun cabe yang pernah saya gunakan untuk menanam cabe. Dan selebihnya, dari berbagai pengalaman para petani cabe di daerah yang juga ikut melengkapi dari isi artikel ini.

Tanaman Cabe Subur
Tanaman Cabe Berbuah Lebat dan Subur. Photo kontributor: Anggota KPCI/FB.

Secara umum, ada  2 jadwal penting dalam pemberian pupuk pada tanaman cabe, yakni:

  • Jadwal ke-1, yakni pemberian pupuk organik dari kotoran ayam yang telah difermentasikan terlebih dahulu (tanpa fermentasi juga bisa, asal pupuknya agak kering). Pupuk organik dari kotoran ayam ini diberikan pada saat tanaman cabe dipindahkan pada lahan tanam (lebih kurang umur 28 hari setelah pembibitan di wadah pot polybag). Selain pupuk dari kotoran ayam, anda bisa juga memberikan alternatif pupuk organik lain, seperti pupuk dari kotoran sapi, kambing, kerbau, atau itik dan mentok; Adapun tujuan dari pemberian pupuk organik adalah karena mengandung banyak unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Adapun unsur hara yang tersedia pada pupuk kandang/pupuk kotoran ternak diantaranya unsur Phosfat (P), Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Kalium (K) dan Calcium (Ca) yang cukup tinggi yang mampu membantu dalam meningkatkan laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe. Pada akhirnya, setelah pemberian pupuk organik, maka peluang tanmaan untuk lebih tumbuh baik, sehat, dan mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak akan terwujud; Frekuensi pemberian pupuk kandang bisa diberikan tiap 20 hari sekali dengan diselingi pemberian pupuk anorganik seperti KCL, SP-36, Urea, Phonska, dan lain sebagainya;
  • Jadwal ke-2, yakni pemberian pupuk anorganik. Pemberian pupuk anorganik sebaiknya diberikan pada tanaman yang sudah berumur dewasa. Sebisa mungkin hindari pemberian pupuk anorganik pada tanaman cabe yang sedang dalam tahap penyemaian bibit (di bawah umur 20 hari selama pembibitan berlangsung). Karena pada tanaman muda masih rentan mengalami kematian jika tidak mampu beradaptasi dengan pupuk anorganik yang banyak bersumber dari bahan kimia anorganik. Pemberian pupuk anorganik dilakukan secara berjenjang (bertahap) yakni yang saya rekomendasikan adalah: 20 hst pakai pupuk kandang, 30 hst pakai pupuk KCL, 45 hst pakai pupuk urea, selanjutnya umur 60 hst pakai pupuk SP-36/NPK mutiara, dan selanjutnya +60 hst pakai pupuk larutan phonska cair hingga tanaman cabe menghasilkan bunga dan buah. Untuk membuat larutan pupuk phonska cair, silakan baca panduan/tutorialnya berikut ini: Cara Membuat Larutan Pupuk Phonska Cair untuk Tanaman Cabe agar Berbuah Lebat.

Dari kedua jadwal di atas, saya rasa sudah mampu membuat hasil tanam cabe agar lebih optimal dari segi pertumbuhan dan perkembangannya. Jangan lupa imbangi juga dengan kegiatan perawatan tanaman cabe yang lainnya agar hasilnya lebih baik lagi. Sebagai panduan untuk perawatan tanaman cabe, silakan baca artikel berikut ini: Cara Merawat Cabe Umur 1, 2, 3, +4 Bulan Secara Baik dan Benar.

PESAN SPONSOR