INSEKTISIDA MARSHALL 200 EC untuk Pemberantas Hama Ulat Grayak dan Kutu Daun

Pestisida sering digunakan sebagai pilihan utama untuk memberantas organisme pengganggu tanaman (OPT). Sebab, pestisida mempunyai daya racun atau daya bunuh yang tinggi dan cepat, berspektrum lebar sehingga dapat mematikan banyak jenis hama sekaligus.

Karbosulfan 200,11 gr/lt berbentuk pekatan kuning muda jernih yang dapat diemulsikan dalam air,yang artinya setiap 1 liter MARSHAL 200 EC mengandung 200,11 gram Karbosulfan. Sedangkan kepanjangan dari EC adalah Emulsifiable Concentrate atau Berbentuk cairan pekat, yang memiliki arti yakni jika pestisida ini dicampur air akan membentuk emulsi atau cairan keruh. Insektisida ini sangat efektif untuk mengendalikan kumbang Apogonia, Ulat kantong, Kutu daun (Aphis sp.), Lalat bibit, hama rayap dan ulat grayak pada tanaman pertanian. Untuk tanamannya antara lain kelapa sawit, cengkeh, cabe, tomat, kubis, kedelai, tanaman karet, dan lain-lain.

insektisida marshall
Tanaman tomat berbuah lebat dengan diberi insektisida marshall (Dokumentasi pribadi oleh: Wahid Priyono,S.Pd.)

200 EC termasuk insektisida racun lambung dan kontak,yang artinya disebut lambung apabila serangga/hama tersebut memakan tanaman tersebut dan masuk ke lambung sehingga sistem kerja dari insektisida tersebut menyerang lambung serangga itu sendiri, dan pada akhirnya lambung menjadi rusak. Sedangkan disebut kontak apabila serangga memakan tanaman yang sudah disemprot insektisida tersebut tetapi belum sampai dikunyah serangga sudah mati. Aplikasinya sangat mudah dengan cara disemprot (spraying) atau fogging segera setelah diketemukan larva dengan dosis 0,5 -2 cc/lt  dengan interval 2 minggu sekali hingga serangan OPT terkendali dengan baik. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Racun Furadan.

PESAN SPONSOR