Hubungan Respirasi dan Fotosintesis dengan Dormansi Pada Tanaman

Fotosintesis memerlukan air, apabila kadar air rendah, maka fotosintesis tidak berlangsung dengan baik. Apabila fotosintesis tidak berjalan, maka metabolisme pada tumbuhan juga terganggu, terganggunya metabolisme menyebabkan biji melakukan istirahat (dormansi) untuk efisiensi penggunaan hasil fotosintesis. Selain itu, pada biji tidak melakukan fotosintesis, sebab sudah memperoleh cadangan makanan dari inangnya.

Para peneliti terdahulu, seperti David (1930), Thomton (1935 – 1945), dan Crocker (1948), menekankan pada pentingnya pengambilan oksigen , terutama dalam hibungannya dengan temperatur – temperatur tinggi, sebagai sebuah faktor dalam di dalam induksi dormansi di biji – biji dan organ – organ lainnya.

Hubungan Respirasi dan Fotosintesis dengan Dormansi
Hubungan Respirasi dan Fotosintesis dengan Dormansi

Embrio – embrio dari biji yang berkembang bisa mengalami defisiensi oksigen disebabkan oleh pelapis biji yang mengelilinginya dan jaringan – jaringan maternal. Hal itu dapat terjadi karena di bawah kondisi anaerobis, perubahan metabolis tertentu terjadi, yaitu terjadi pembentukan asam – asam lemak dan lemak, yang cenderung berakumulasi di dalam jaringan dorman. Penyimpanan di dalam oksigen sangat mempercepat hilangnya dormansi.

Melalui respirasi, sel – sel pada tumbuhan meningkatkan hidrolisis pati, fruktan, dan sukrosa menjadi milekul glukosa dan fruktosa. Gula heksosa tersebut yang akan menyediakan energi yang berperan dalam pembentukan dinding sel, dan juga membuat potensial air sel lebih negative pada saat – saat tertentu. Akibat penurunan potensial air, air akan bergerak masuk lebih cepat menyebabkan pemelaran sel dan pengenceran gula. Hal itu menyebabkan dormansi pada biji akan berakhir dan dimulainya perkecambahan.

SUMBER REFERENSI BACAAN:

Campbell,dkk. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2.Jakarta.Erlangga

Hasniunidah, Neni. 2011. Buku Ajar Fisiologi Tumbuhan.Bandar Lampung. Universitas Lampung

Salysburry, F.B and C.W. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3.Bandung. Institut Teknologi Bandung (ITB).

Soerodikromo, Wibisono. 1993. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Universitas Terbuka

Wilkins, M. B. 1989. Fisiologi Tanaman. Jakarta: PT. Bina Aksara.

Marufah. Pertanian. http://marufah.blog.uns.ac.id/pertanian/

PESAN SPONSOR