Cara Menyuburkan Tanaman Mentimun yang Kerdil dan Kurus

Dalam membudidaya tanaman mentimun memang terbilang cukup susah-susah gampang. Itu artinya perlu sekali perjuangan di dalam perawatan tanaman agar hasilnya lebih optimal. Namun, terkadang kenyataan berbalik ketika tanaman mentimun kerdil dan pertumbuhan batang yang kurus. Ini membuat petani semakin khawatir akan tanamannya. Jika anda menemukan artikel ini, maka beruntunglah karena saya akan membagikan bagaimana cara menyuburkan tanaman mentimun yang kerdil dan kurus.

Tanaman mentimun yang kerdil dan kurus merupakan pertanda bahwa tanaman mentimun sedang berada dalam kondisi yang sakit. Ini bisa akibat karena tanaman kekurangan air, unsur hara atau faktor luar yang mempengaruhinya. Namun, sejauh ini berdasarkan pengalaman saya bahwa, tanaman mentimun yang kurang subur disebabkan karena kekurangan unsur hara tertentu. Kekerdilan dan berbatang kurus juga menjadi akibat dari kekurangan unsur hara dan air.

Pohon Mentimun Berbuah Lebat
Pohon Mentimun Berbuah Lebat, Foto Dokumentasi: Wahid Priyono, S.Pd.

Air sangat penting bagi tanaman mentimun, karena sejauh ini air bertindak sebagai pelarut dan komposisi dari sitoplasma pada sel tumbuhan. Jika tumbuhan kekurangan air, maka akan terjadi dehidrasi tanaman yang menyebabkan keterlambatan tumbuh pada organ tanaman. Inilah mengapa banyak sekali terjadi di lapangan tanaman yang kekurangan air akan memiliki pertumbuhan yang tidak normal (abnormal), seperti batang kurus, daun mudah rontok, dan bahkan kekerdilan tanaman.

Kekurangan/defisiensi/kekahatan unsur hara juga sebagai pemicu tanaman mentimun menjadi kurus dan kerdil. Jika tanaman mentimun kekurangan unsur hara seperti N, P, K, Mg, Ca, K, Zn, Fe, Mn, maka biasanya tanaman akan tumbuh kurang optimal, dan banyak terjadi tanaman yang kerdil bahkan mati sebelum menghasilkan bunga dan buah.

Selain itu, jika lahan bedengan tempat penanaman mentimun tidak dirawat juga tidak bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tidak dirawatnya lahan bedengan mentimun menyebabkan banyak gulma/rumput liar yang tumbuh. Ini akan menyebabkan terjadinya kompetisi/saingan dalam merebutkan unsur hara di dalam tanah. Sehingga membuang/mencabut gulma dari lahan bedengan adalah hal yang tepat untuk mencegah kompetisi yang tidak diinginkan oleh tanaman mentimun.

Saya sangat senang memberikan teknik/cara/saran/rekomendasi agar tanaman mentimun tidak kerdil dan kurus, yakni sebagai berikut:

  • Lakukan penyiraman secara teratur pada tanaman mentimun (jika penyiraman manual bisa 1 atau 2 x sehari), mulai sejak pembenihan sampai panen nantinya;
  • Mengatur drainase air di lahan bedengan dengan baik, yakni memastikan tanah bedengan tetap tercukupi air dan lembab tanahnya;
  • Penyemprotan pestisida juga penting untuk mencegah hama dan penyakit tanaman;
  • Memberikan pupuk dasar sewaktu tanam awal di bedengan. Pupuk dasar bisa berupa pupuk organik dari kotoran ternak yang dipermentasi, seperti kotoran ayam, sapi, kambing atau kerbau;
  • Memberikan pupuk sistemik/tambahan seperti pupuk anorganik (KCL, Urea, NPK, SP36, dan lain sebagainya). Berikan rutin setiap 2 minggu sekali sampai panen, dosis pupuk ditambah jika mendekati tanaman berbunga dan berbuah;
  • Lakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman mentimun secara intensif dan terjadwal secara baik. Sehingga lahan bedengan akan terbebas dan gulma/rumput liar. Maka, tanaman mentimun akan subur.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda, silakan lanjutkan membaca artikel berikut: Penyebab Daun Pada Bibit Berjatuhan (Rontok) dan Solusi Penanganannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *