Pengertian TABULAMPOT dan Penjelasan Lengkapnya

Tabulampot merupakan singkatan dari “Tanaman Buah di Dalam Pot”. Kini, tabulampot menjadi populer di masyarakat Indonesia sejak 1970-an lalu sampai dengan sekarang. Untuk mendapatkan tanaman buah di dalam pot memang dapat melalui budidaya sendiri atau memang langsung beli dari tempat budidayanya langsung. Jika membuat tabulampot sendiri mungkin biayanya akan jauh lebih murah dibanding beli jadi. Namun, semua itu terserah anda mau pilih yang mana. Namun, membuat sendiri tabulampot akan memiliki pengalaman yang bagus untuk berkebun selanjutnya.

Sistem bercocok tanam dengan Tabulampot umumnya dilakukan di daerah perkotaan. Sebab, di daerah perkotaan mayoritas lahannya sempit, sehingga pembudidayaan tanaman melalui sistem hidroponik, pertanian vertikal, dan seterusnya. Sementara tabulampot bisa juga dijadikan sistem berkebun modern di perkotaan. Adapun jenis tanaman buah yang paling bagus ditabulampot misalnya adalah jambu air, jeruk manis, jeruk limau/pecel, jambu kristal merah (jambu australia), dan jambu kristal hijau. Selain itu, jenis tanaman buah lain seperti tomat juga bagus. Tanaman srikaya, sirsak mini, nangka mini, stroberi, dan lainnya juga bagus diterapkan. Dan kini, banyak juga jenis sayur-sayuran yang dibudidaya secara vertikal kultur, hidroponik seperti pada sawi, pakcoy, dan lain sebagainya.

Tanaman Nangka Mini Hasil Rekayasa Genetika dengan Unsur Makronutrien Sesuai
Nangka mini ditanam dengan sistem Tabulampot (Doc. Wahid Priyono, S.Pd).

Tabulampot tentu saja memiliki banyak keuntungan diantaranya mampu memberi nilai estetika bagi pekarangan rumah yang lebih rapih, hemat lahan, membuat lahan pekarangan rumah jadi lebih produktif. Selain itu, lahan yang sempit juga bisa dioptimalkan lagi peranannya.

Untuk pembuatan tabulampot, anda bisa menyediakan berbagai jenis pot sesuai kebutuhan. Seperti bisa saja anda memakai jenis pot berbahan plastik, besi/drum, semen, kayu, dan yang lainnya. Pot untuk tabulmapot juga harus disesuaikan dengan besar, tinggi dari tanaman yang bersangkutan. Setelah ditentukan jenis potnya maka langkah selanjutnya yaitu menyiapkan media tanam. Media tanam dalam sistem pertanian tabulampot ada 3 jenis yang harus dicampur yakni berupa tanah liat, sekam, dan kompos. Ketiganya media tersebut dicampur rata dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai contoh, jika anda mengambil 1 kg sekam, maka untuk tanah liat dan kompos juga harus 1 kg, sehingga perbandingannya sama yakni 1:1:1. Siapkan juga potongan gabus atau serabut kelapa.

Setelah media tanam disiapkan, maka langkah pertama yakni memasukan gabus/serabut kelapa pada dasar pot.  Selanjutnya masukkan media tanam ke dalam pot. Usahakan media menutupi 1/2 dari badan pot. Barulah anda tanam jenis tanaman buah ke dalam pot tersebut. Setelah ditanam, maka jangan lupa tekan-tekan tanah sampai agak padat. Dan yang terakhir, silakan anda bisa lakukan penyiraman menggunakan pupuk cair merek “MAREM” ke media tanam. Cara membuatnya yakni larutkan pupuk cair MAREM sebanyak 2 sendok ke dalam 10 Liter air. Maka, larutan pupuk MAREM inilah yang digunakan untuk menyiram tanaman yang sudah ada di tabulampot.

Lakukan penyiram pada tanaman secara rutin sebanyak 2x sehari. 1 kali di pagi hari, dan 1 kali di waktu sore hari. Lakukan penyiraman pada kondisi-kondisi tertentu seperti pada saat media tanam kering.

Dan rekomendasi dari saya sebaiknya, untuk selalu memilih jenis tanaman buah yang telah terbukti menghasilkan buah lebat. Ini bisa diperoleh dari bibit hasil okulasi dan cangkok. Pemilihan bibit tabulampot yang tepat dan unggul akan menentukan produktivitas tanaman untuk menghasilkan buah lebih banyak. Silakan baca juga: Jenis-Jenis Tanaman Buah yang Cocok Ditabulampot.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *