Cara Mengatasi Rontok Daun pada Tanaman Cabe

Rontok daun pada tanaman cabe adalah hal umum yang sering dialami oleh petani lokal. Kerontokan daun cabe bisa terjadi karena beberapa faktor seperti; tanaman sudah mengalami masa penuaan, usia tanaman tidak lagi produktif, kelainan hormonal pada tumbuhan misalnya kelebihan hormon asam absisat. Atau bahkan faktor  yang paling sering ditemukan di lapangan yaitu tanaman cabe mengalami defisiensi unsur hara. Defisiensi unsur hara (kekahatan hara) pada tanaman cabe merupakan gejala dimana tanaman cabe kekurangan nutrisi hara terbaiknya. Ini dapat terjadi kemungkinan pemupukan yang tidak stabil/tidak rutin, tanaman cabe kekurangan pupuk, ketersediaan hara tanah yang tidak tercukupi dengan baik. Jika tanaman cabe tidak terpenuhi unsur haranya, maka efek sampingnya adalah tanaman mengalami banyak masalah pada organ tanamanya. Salah satu contoh adalah kerontokan daun.

Jarak tanam cabe rawit yang direkomendasikan
Daun cabe hijau kuat dengan buah lebat (Wahid Priyono, S.Pd).

Kerontokan daun pada pohon cabe terjadi karena tanaman cabe kekurangan unsur hara Nitrogen (N), Phosfor (P), Kalium (K), besi (Fe), Calcium (Ca), Magnesium (Mg), dan seng (Zn). Unsur N, Mg, dan Zn sering dikaitkan dengan kerontokan pada daun tanaman cabe yang terjadi secara parah dengan gejala klorosis. Dimana klorosis yaitu peristiwa rontoknya daun diikuti dengan perubahan warna daun menjadi kekuningan, kemudian lama kelamaan akan menjadi cokelat-rusak. Klorosis ini akan semakin parah dan menjalar ke semua organ daun yang hampir nyaris rontok semuanya karena kekurangan unsur hara N, P, K, Fe, Mg, Zn.

Oleh karena itulah, untuk mengatasi gejala klorisis yang diikuti dengan kerontokan daun pada tanaman cabe, maka sebaiknya ada rekomendasi berikut:

  • Lakukan penyiraman tanaman cabe secara rutin dan teratur (pastikan tanahnya lembab);
  • Lahan bedengan penanaman cabe harus bersih dari gulma sehingga tidak terjadi kompetisi/perbutan unsur hara di dalam tanah;
  • Gunakan pupuk organik (kotoran ayam yang difermentasi) sebagai pupuk dasarnya (dilakukan pada waktu tanam awal);
  • Gunakan pupuk anorganik sebagai pupuk sistemik, yaitu jenis-jenis pupuk anorganik apa saja yang mengandung unsur N, P, K, Fe, Ca, Mg, dan Zn;
  • Lakukan penyemprotan fungisida dan insektisida untuk mencegah agar daun tidak mudah terserang jamur parasit maupun hama

Dengan mengikuti kiat di atas, maka insya Allah tanaman cabe anda akan semakin bagus dan berkualitas. Dengan begitu, hasil panen otomatis akan semakin meningkat. Silakan baca juga:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *