4 Jenis Mikroba pada Bioteknologi Pertanian

Jenis mikroba pada bioteknologi pertanian sangat banyak ragamnya. Mikroba memang bisa dijadikan sebagai agen hayati yang membantu umat manusia untuk berbagai kepentingan, guna menghasilkan barang/jasa. Termasuk dalam bidang pertanian, peran dan fungsi mikroba digunakan untuk penyuburan lahan pertanian, pembuatan pupuk, dan biopestisida.

1. Bakteri Bacillus thurungiensis

Bakteri ini adalah jenis bakteri yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan biopestisida (pestisida alami). Dalam bidang pertanian, bakteri Bacillus thurungiensis sering dikristalkan, yang disebut sebagai kristal Bt. kristal Bt banyak dijual di pasaran, termasuk di toko pertanian dengan harga cukup mahal tapi sangat efektif mematikan hama ulat dan wereng dalam jumlah besar. Cara aplikasinya adalah, kristal Bt dilarutkan dengan air secukupnya, kemudian larutan Bt disemprotkan pada tanaman yang terindikasi ada hama dan penyakit tanaman. Selang beberapa waktu, hama ulat akan mati karena pada sistem pencernaannya mengalami keracunan larutan kristal Bt tersebut.

Pohon Kacang Tunggak
Pohon Kacang Tunggak Sebagai Tempat Perkumpulan Bakteri Rhizobium leguminosarum.

2. Bakteri Methanobacteria

Bakteri Methanobacterium sp. merupakan jenis bakteri anaerob penghasil gas metana, dan sering digunakan dalam pembuatan biogas. Selain itu, jenis bakteri ini juga bisa dimanfaatkan dalam bioteknologi pertanian yaitu pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak. Cara menghadirkan bakteri ini cukup gampang, yaitu dengan melakukan fermentasi pada kotoran ternak hingga menghasilkan pupuk kandang fermentasi. Dalam proses fermentasi ini, sejumlah senyawa kimia dalam kotoran ternak akan dikonversi menjadi senyawa lain yaitu metana yang oleh sebagian petani dianggap sangat penting untuk membantu menyuburkan tanaman pertanian.

3. Bakteri Rhizobium leguminosarum

Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang dapat membantu menyuburkan tanah pertanian. Bakteri Rhizobium leguminosarum bersiombiosis dengan bintil akar tanaman legume (kacang-kacangan). Dan jenis bakteri ini diperlukan dalam berbagai siklus nitrogen di alam. Tanpa bakteri ini, mungkin saja tumbuhan akan kekurangan unsur N yang memang digunakan untuk berbagai biosintesa berbagai reaksi kimia di dalam sel tumbuhan itu sendiri. Untuk menghadirkan bakteri ini cukup gampang, yaitu dengan melakukan rotasi tanam, yaitu sesekali menanam tanaman kacangkacangan (seperti kacang tanah, polong, buncis, dll) dalam beberapa waktu tanam tertentu.

4. Bakteri Nitrosomonas sp. dan Pseudomonas sp.

Aktivitas siklus nitrogen di alam juga tidak lepas dari peranan bakteri Nitrosomonas sp. Bakteri ini mampu mengonversi senyawa nitrat menjadi nitrit melalui tahapan siklus nitrogen yaitu nitrifikasi.  Sehingga senyawa nitrit inilah yang akan dimanfaatkan selanjutnya oleh tumbuhan untuk berbagai kegiatan fisiologisnya. Sementara itu, Bakteri Pseudomonas sp ini berfungsi sebagai bakteri tanah yang membantu meregulasi komponen tanah agar tetap subur. Keberadaan kedua bakteri ini memang begitu penting dalam bioteknologi di bidang pertanian. Bahkan, para petani di negara maju telah melakukan kultur terhadap kedua bakteri ini dan dihidupkan pada lahan pertanian mereka. Silakan baca juga: https://tipspetani.com/ukuran-jarak-tanam-cabe-rawit-cabe-merah-besar-dll-yang-ideal/

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *