Fungsi dan Cara Kerja Hormon AUKSIN di Tempat Terang dan Tempat Gelap

Auksin adalah sejenis fitohormon (hormon) pada tumbuhan yang mengatur berbagai aktivitas fisiologi tumbuhan. Adapun fungsi auksin yaitu untuk mengatur pembesaran sel, dan juga memicu pemanjangan sel di daerah di belakang meristem ujung akar dan batang tanaman.

Hormon auksin diproduksi di bagian koleoptil (titik tumbuh), ujung batang, ujung akar, serta jaringan pada tumbuhan yang sifatnya masih meristematik. yaitu jaringan yang masih melakukan pembelahan sebab sel-selnya masih embrional.

melon
Pembentukan buah pada tanaman melon dipengaruhi hormon auksin. (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Adapun fungsi/manfaat/peranan/kegunaan dari hormon auksin antara lain sebagai berikut:

  • Mencegah rontoknya bunga, daun, serta buah;
  • Merangsang aktivitas kambium untuk pertumbuhan sekunder;
  • Merangsang pembentukan daun, bunga, dan juga buah;
  • Merangsang pemanjangan sel, pembelahan sel, dan pemanjangan tunas ujung tanaman;
  • Membantu pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi);
  • Merangsang pembentukan akar serabut, kaliptra (akar tunjang), tunas lateral pada tanaman;
  • Mempercepat perkecambahan pada biji;
  • Mengatur peristiwa dominansi apikal pada ujung batang dan ujung akar.

Aktivitas dan kerja hormon auksin sangat dipengaruhi oleh kondisi cahaya dan gaya gravitasi bumi. Kaitan hormon auksin dengan gaya gravitasi, sebagai contohnya adalah ketika tanaman yang semula tumbuh tegak jika direbahkan maka hormon auksin akan terakumulasi pada sisi bawahnya, sehingga bagian tumbuhan dengan kandungan auksin paling banyak maka pertumbuhannya akan jauh lebih cepat. Hal tersebutlah yang menyebabkan batang tumbuh membengkok ke atas sebab terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan sel bagian atas dan bawah.

Tanaman melon berbuah lebat
Tanaman melon berbuah lebat, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Di sisi lain, auksin sangat peka terhadap sinar matahari/cahaya jenis lainnya. Apabila auksin terkena cahaya matahari (di tempat terbuka) maka akan mudah rusak. Karena batang tanaman terkena sinar matahari, maka akan terhenti pemanjangan selnya. Sementara itu, bagian lainnya akan terus memanjang sehingga tanaman membengkok menuju arah datangnya cahaya matahari.

Apabila biji kedelai di tanam pada daerah tertutup (tempat gelap), maka kinerja hormon auksin akan semakin aktif. Itulah sebabnya, biji kedelai yang berkecambah di tempat gelap akan lebih cepat, dengan batang tanamannya akan menjadi lebih tinggi-tinggi dan kurus karena pemanjangan selnya terjadi lebih cepat pada tempat gelap. Jika tanaman dikecambahkan/ditanam di tempat gelap maka akan terjadi peristiwa etiolasi.

Cara kerja hormon auksin dapat dilihat pada dinamika domansi apikal pada ujung akar dan ujung batang tanaman. Bila salah satu ujung batang tanaman dipotong, maka akan tumbuh tunas menyamping (tunas lateral), dan batang tersebut tidak akan tumbuh secara sempurna sebab auksin telah terakumulasi di bagian batang lainnya.

PESAN SPONSOR