Dormansi Organ Penyimpan Bawah Tanah (Stolon)

Organ penyimpan bawah tanah yang dimaksud yaitu stolon. Stolon akan berkembang menjadi umbi. Stolon adalah batang bawah tanah yang melengkung dan berakar di ujungnya, stolon merupakan salah satu bentuk reproduksi aseksual pada tumbuhan. Pada pertumbuhan awal,  stolon memerlukan kadar giberelin yang tinggi dan sitokinin yang lebih rendah. Pemanjangan stolon berkembang baik pada hari panjang, sebaliknya terhenti pada hari yang pendek (kadar giberelin menurun). Hormon etilen dapat membuat pembentukan stolon dan umbi terhenti. Hari yang pendek (suhu rendah) dibutuhkan untuk dormansi.

Dormansi pada stolon yaitu pada suhu yang rendah. Dormansi terjadi  pada hari pendek ini (dengan suhu malam sekitar 120C) karena senyawa penginduksi umbi ada di daun yang dapat mengenali fotoperiode dan suhu malam. Setelah terjadi dormansi ini, maka stolon akan dapat berkembang menjadi umbi dengan diikuti hilangnya pucuk apikal yang digantikan dengan kuncup samping. Dormansi dapat diakhiri dengan memberikan 2-kloroetanol, giberelin, air panas (yang memberikan efek suhu hangat). Sebaliknya dormansi juga dapat diperpanjang dengan memberikan zat pengatur tumbuh, seperti maleat hidrazida.

Tanaman Ubi Jalar di Lahan Bedengan
Tanaman Ubi Jalar di Lahan Bedengan

Pada dormansi umbi batang (contohnya umbi kentang), suhu yang rendah mengakibatkan respirasi berjalan lambat. Fotosintesis tidak terjadi pada saat dormansi, namun terjadi setelah dormansi berlalu. Fotosintesis terjadi pada kuncup samping yang terbentuk karena pucuk apikal sudah hilang.

Baik dormansi biji, kuncup, maupun dormansi pada organ penyimpan bawah tanah, memperlihatkan bahwa dormansi sangat penting bagi tumbuhan.

SUMBER REFERENSI BACAAN:

Campbell. 2002. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Fitter & Hay. 1992. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada        University Press

Kimball, J.W. 1983. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Wilkins. Fisiologi Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Hasnunidah, Neni. 2011. Buku Ajar Fisiologi Tumbuhan. Bandarlampung: FKIP        Universitas Lampung

Hasnunidah, Neni. 2009. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan.         Bandarlampung: FKIP Universitas Lampung.

Salisbury & Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Bandung: Penerbit ITB

Kusuma, Chandra. Kamus Lengkap Biologi. Surabaya: Fajar Mulya

Soerodikoesomo, Wibisono. 1993. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:          Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan     Dasar dan Menengah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *