Cara Pendangiran, Penyiangan, dan Pembumbunan Pada Tanaman Terong

Untuk menghasilkan tanaman terong yang berbuah lebat, subur, dan bertahan lama (berbuah terus-menerus), maka perawatan penting dilakukan untuk mewujudkan harapan itu. Menghasilkan buah terong yang banyak dan unggul adalah harapan setiap petani dan itu sangat bagus. Namun, terkadang masih banyak petani yang menyepelekan hal-hal kecil dalam membudidaya terong, yaitu melupakan pendangiran, penyiangan serta pembumbunan. Ketiga cara perawatan tanaman ini memang terlihat sepele, tapi jika diterapkan secara optimal akan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Tanaman terong tumbuh subur dengan teknik penyiangan, pendangiran dan pembumbunan secara tepat
Tanaman terong tumbuh subur dengan teknik penyiangan, pendangiran dan pembumbunan secara tepat, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Penyiangan pada tanaman terong dilakukan dengan cara memberantas gulma baik secara manual (menggunakan tangan), atau dengan cara disemprot menggunakan herbisida kimia yang dijual di pasaran. Penyiangan secara manual dilakukan dengan mencabut rumput liar (gulma) menggunakan tangan terbuka. Kemudian gulma dikumpulkan pada wadah tertentu, kemudian dibakar. Berbeda dengan penyiangan gulma secara kimiawi yaitu pertama-tama menyemprotkan herbisida pada gulma, dibiarkan beberapa minggu sampai gulma mati, baru lahan yang terkena gulma tersebut disiangi menggunakan tangan atau dikoret menggunakan cangkul/pencong. Cara mematikan gulma dengan herbisida tidak cocok untuk tanaman yang memiliki jarak tanam saling berdekatan, karena bisa jadi tanaman utama nantinya yang malah akan mati akibat efek senyawa kimia herbisida. Atau dengan kata lain, tanaman utama yang ditanam akan mati karena target yang salah. Namun, cara ini dapat anda pilih sesuai kebutuhan. Penyiangan tanaman juga memberi dampak positif, selain lahan tanam (bedengan menjadi bersih), juga mengurangi kesenjangan antara tanaman pokok/utama yang ditanam dengan gulma. Selain itu, jika gulma dihilangkan juga akan mengurangi kompetisi dalam pengambilan unsur hara. Terkadang jika banyak gulma di sekitar tanaman budidaya, maka akan terjadi perebutan unsur hara antara gulma dengan tanaman utama. Hal ini tentu saja sangat menggangu kaju pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara umum. Efek lebih parahnya, tanaman utama bisa jadi kalah dalam perebutan unsur hara, dan terjadi defisiensi unsur hara (tanaman kekurangan unsur hara makro dan mikro). Gejala seperti batang tanaman kurus, akar yang tidak memadai, daun tanaman menguning, batangnya mudah patah, pembungaan yang jarang, buah jarang, ini merupakan salah satu gejala suatu tanaman jika kekurangan/kekahatan unsur hara tertentu.

pembumbunan, penyiangan, dan pendangiran pada terong
Kegiatan pembumbunan, penyiangan, dan pendangiran pada terong membuat buah terong semakin banyak

Sembari melakukan penyiangan tanaman terong, petani juga bisa melakukan kegiatan pendangiran dan pembumbunan. Pendangiran ini bisa sifatnya opsional (jika dibutuhkan). Namun, saya biasanya melakukan penyiangan disertai dengan pendangiran sekaligus. Pendangiran yang sering saya lakukan pada lahan tanam terong yaitu dengan menggemburkan tanah di sekitar lokasi tempat tanaman terong tumbuh (kira-kira setinggi 5 cm tanah yang saya gemburkan). Penggemburan ini sangat penting agar aerasi tanah menjadi bagus, sehingga akar tanaman akan lebih mudah dalam penyerapan unsur hara, air, garam mineral di dalam tanah. Pembumbunan dilakukan dengan membuat gundukan tanah yang digemburkan tadi pada tiap-tiap tanaman dalam bentuk larikan memanjang. Pembumbunan juga sangat penting untuk memastikan bahwa tidak akan mudah terjadi erosi pada tanah ketika kadar air tinggi di musim penghujan.

Jika ketiga cara perawatan tanaman terong di atas telah anda terapkan, maka bersiaplah bahwa tanaman terong akan lebih menunjukkan hasil panen yang jauh lebih bagus. Selain bunga-bunga terong akan semakin banyak, juga buahnya akan lebat. Saya sudah membuktikan ini, tentu saja lakukan juga penyiraman dan pemupukan tanaman secara berkala.

PESAN SPONSOR