Cara Merawat Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) yang Mudah dan Praktis

Sama halnya merawat tanaman buah lainnya, maka untuk merawat tanaman buah dalam pot (Tabulampot) cukup mudah dan praktis. Perawatan tanaman tabulampot dilakukan dengan cara penyiraman, pendangiran, dan penyiangan.

Penyiraman tanaman tabulampot dilakukan dua kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Sebaiknya juga penyiraman media tanam juga harus mempertimbangkan kelembaban tanahnya. Jika tanah kering/tidak lembab, maka bisa diperhitungkan untuk melakukan penyiraman. Tujuan penyiraman yakni supaya tanaman tercukupi pelarut yang dapat menghidrasi organ tanamannya. Jika tanaman kekurangan air, maka tanaman rentan terkena penyakit, seperti virus dan bakteri patogen. Penyiraman sebaiknya menggunakan air bersih. Jangan gunakan air kotor karena bisa saja di air kotor itu terdapat limbah cair/polutan yang mengandung bahan toksik berbahaya bagi tanaman.

Tabulmapot menggunakan ember cat bekas
Tabulampot jambu kristal (jambu biji) menggunakan ember cat bekas, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Untuk pendangiran pada tanaman tabulampot dilakukan bersamaan dengan penyiangan (pembersihan media tanam dari gulma/rumput liar). Pendangiran dilakukan dengan cara menggemburkan media tanam menggunakan sekop kecil/pencong kecil. Pendangiran harus secara menyeluruh. Pendangiran yang baik dapat membuat permukaan tanah lebih terlihat ada porinya, sehingga sewaktunya penyiraman maka air mudah meresap ke dalam tanah.

Penyiangan pada tabulampot dilakukan dengan cara mencabut manual rumput-rumput liar (gulma) di sekitar tanaman). Karena luas media tanam yang sempit di dalam pot, maka penyiangan sebaiknya manual. Tapi yang terpenting saat mencabut rumput liar harus benar-benar sampai pada akarnya. Rumput liar yang sudah dicabut kemudian bisa dibuang jauh dari lokasi tabulampot. Atau bisa juga ditunggu kering rumputnya baru dibakar.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya jangan lupa juga lakukan pemupukan pada tanaman tabulampot. Variasikan jenis pupuk per bulannya. Penjadwalan pemupukan pada tanaman tabulampot bisa bervariasi (setiap satu bulan sekali). Untuk tanaman tabulampot di bawah umur satu tahun maka sebaiknya menggunakan pupuk organik saja dulu. Pupuk organik seperti pupuk kandang dari kotoran ayam, kambing, kerbau, sapi bisa dipertimbangkan. Pastikan pemupukan awal menggunakan pupuk dari kotoran ayam. Sebab, pada pupuk kotoran ayam banyak mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.

Selanjutnya adalah pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tabulampot. Pengendaliannya dapat dilakukan degan cara sebagai berikut:

  • Penyemprotan dengan menggunakan insektisida buatan. Insektisida buatan bisa menggunakan daun-daun brotowali yang difermentasi, kemudian larutan fermentasi tersebut disemprotkan pada tanaman yang terkena hama;
  • Penyemprotan dengan menggunakan insektisida dan fungisida kimia. Penyemprotan dengan insektisida kimia biasanya hanya sebagai alternatif jika insektisida buatan sulit dibuat. Insektisida ini berfungsi sebagai pembunuh hama dari golongan serangga dan sejenisnya. Namun, jika fungisida digunakan untuk pemberantasan jamur/kapang parasit pada organ tanaman;
  • Bisa melakukan pemotongan/pemangkasan pada batang atau organ tanaman lainnya seperti daun yang terinfeksi penyakit. Batang atau daun yang terkena jamur dan bakteri bisa dilakukan pemotongan menggunakan gunting taman. Potong batang/daun yang terinfeksi kemudian bagian tersebut dibuang/dibakar untuk mencegah penyebaran infeksi pada organ tanaman lainnya.
  • Jika infeksi pada bagian organ tanaman (batang, akar, atau daun) dalam jumlah banyak maka dapat dilakukan isolasi tanaman secara penuh yakni dengan perawatan khusus. Perawatan khusus bisa menggunakan insektisida/fungisida dalam dosis tinggi untuk melumpuhkan infektor.
  • Pada akar tanaman buah, biasanya infeksi bisa disebabkan oleh jamur/bakteri. Jamur parasit ini bisa membuat akar tanaman menjadi busuk, sehingga transportasi air, unsur hara dan garam-garam mineral dari dalam tanah terhambat.
  • Pada organ buah tanaman juga rawan sekali dengan adanya infeksi yang disebabkan fungi/jamur parasit. Biasanya infeksi terjadi pada buah yang sudah matang. Pada buah tomat, biasanya sangat rentan terinfeksi jamur. Jamur ini memiliki banyak miselium yang akan mengikat daging buah dan memfermentasinya secara anaerob sehingga tekstur daging buah menjadi rusak.

Semoga informasi di atas berguna untuk para pembaca setia website tipspetani.com. Silakan pelajari dan tambah wawasan anda dengan membaca artikel pertanian berikut ini: Cara Membuat Media Tanam Tabulampot dan Proses Penanamannya.

PESAN SPONSOR