Pengertian, Contoh, Tujuan, Manfaat dan Kerugian Teknik Tumpang Sari Pada Tanaman Pertanian

Teknik tumpang sari merupakan teknik dasar dalam bercocok tanam, yakni menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan tanam (bedengan). Di Indonesia sendiri, teknik tumpang sari merupakan jenis teknik pertanian secara konvensional dan sudah berlaku umum. Siapapun petani pastinya sudah pernah mencoba teknik ini dan memang dari hasil pertanian cukup efektif untuk meningkatkan hasil pertanian. Teknik ini wajib dicoba bagi yang belum pernah mencobanya.

Adapun tujuan dari teknik tumpangsari yaitu untuk menghemat lahan tanam yakni dengan memberdayakan lahan tanam dengan ditanami beranekaragam jenis tanaman. Contoh jenis tanaman yang sering dilakukan tumpangsari seperti buncis, bayam, seledri, bawang merah, selada, kangkung, cabai, tomat, dan lain sebagainya. Kemudahan dari teknik tumpangsari ini akan membuat siapapun yang sudah berhasil mencobanya maka ingin terus mencoba dan mencobanya kembali. Saya sendiri pun seperti itu, ingin sekali mencoba cara tumpang sari secara berkala dalam waktu tanam tertentu.

Pengertian, Contoh, Tujuan, Manfaat dan Kerugian Teknik Tumpang Sari
Pengertian, Contoh, Tujuan, Manfaat dan Kerugian Teknik Tumpang Sari, (Wahid Priyono, S.Pd)

Manfaat/Keuntungan/Kelebihan dari teknik tumpangsari diantaranya yakni:

  • Menghemat lahan tanam;
  • Menghemat ongkos/biaya pembelian pupuk;
  • Teknik tumpangsari ini mudah diaplikasikan, siapapun bisa asal ada niat dan kemauan yang kuat;
  • Dapat dilakukan kapan saja, pada musim tanam tertentu;
  • Dalam satu lahan tanam bisa ditanami lebih dari satu jenis tanaman berbeda;
  • Panen dapat dilakukan secara berkala, atau dilakukan secara serentak;
  • Petani bebas memilih jenis tanaman apa yang hendak ditanam pada lahan tanamnya;
  • Produktivitas tanaman bisa lebih bagus jika diterapkan secara benar.

Kerugian/kelemahan/Kekurangan bercocok tanam dengan cara tumpang sari diantaranya;

  • Waktu panen berbeda-beda, sehingga ada waktu khusus untuk menunggu tanaman lain untuk dipanen;
  • Tanaman budidaya lebih rentan terserang hama dan penyakit parasit, sehingga dibutuhkan pemantauan tanaman secara ekstra ketat;
  • Dibutuhkan waktu luang untuk melakukan kegiatan penyiangan dan pendangiran pada tanaman;
  • Hama dan penyakit mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman yang lain;
  • Rawan munculnya gulma pada lahan tanam (bedengan) sehingga diperlukan kegiatan pengoretan lahan agar lahan tanam bersih dari gulma;

Melihat beberapa keuntungan dan kerugian dari teknik tumpangsari, maka sebaiknya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, semua kekurangan dari teknik tumpang sari dapat ditutupi dengan bagaimana perawatan tanaman secara baik dan benar. Karena kunci dari kesuksesan teknik tumpang sari ini hanya 2 yaitu, ketekunan perawatan tanaman dan pemilihan jenis tanaman yang tepat pada saat mulai tanam. Silakan baca juga: Melakukan Teknik Tumpangsari Pada Tanaman Buncis, Selada/Sawi, Seledri, dan Bawang Merah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *