Kegiatan Panen (Grading dan Sortasi pada Buah Tropis)

Kegiatan pasca panen dilakukan untuk  mempertahankan mutu produk segar agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, menekan losses atau kehilangan karena penyusutan dan kerusakan, memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian. Kegiatan penanganan pasca panen umumnya masih belum cukup baik dilakukan oleh petani, packing house (rumah kemasan) maupun pedagang. Saat ini, kegiatan pasca panen di tingkat petani umumnya dilakukan secara tradisional dengan alat yang sederhana. Penanganan pasca panen buah tidak hanya menekan kehilangan hasil secara kuantitatif, namun juga menjaga atau memperbaiki kualitas buah.

Kualitas yang baik mempunyai nilai jual yang lebih tinggi sedangkan kepentingan kualitas bagi konsumen adalah komoditas tersebut mempunyai jaminan mutu yang berkaitan dengan tingkat kesegaran, enak dan bagus, kandungan vitaminnya tinggi dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan kepentingan komoditas bagi produsen adalah untuk memperoleh harga yang relatif tinggi, cepat laku dan tahan simpan. Salah satu yang termasuk ke dalam teknik pasca panen adalah sortasi dan grading. Sortasi merupakan kegiatan pemisahan hasil pertanian yang berkualitas kurang baik (cacat, luka, busuk dan bentuknya tidak normal) dari hasil pertanian yang berkualitas baik. Pada proses sortasi ini dapat sekaligus dilakukan proses pembersihan (membuang bagian  bagian yang tidak diperlukan).

pohon jeruk berbuah lebat
Pohon jeruk berbuah lebat (dokumentasi foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd).

Setelah sortasi dan pembersihan selesai, selanjutnya dilakukan penggolongan / pengkelasan (grading). Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pertanian yang bermutu baik dan seragam dalam satu golongan / kelas yang sama sesuai standar mutu yang telah ditetapkan atau atas permintaan konsumen.

Grading adalah proses pemilihan bahan berdasarkan permintaan konsumen atau berdasarkan nilai komersilnya. Sortasi dan grading berkait erat dengan tingkat selera konsumen suatu produk atau segmen pasar yang akan dituju dalam pemasaran suatu produk. Terlebih apabila yang akan dituju adalah segmen pasar tingkat menengah ke atas dan atau segmen pasar luar negeri. Kegiatan sortasi dan grading sangat menentukan apakah suatu produk laku pasar atau tidak. Grading dilakukan berdasarkan berat, besar, bentuk/rupa, warna dan bebas dari penyakit dan cacat lainnya. Grading dapat dilakukan di tempat panen/tempat pengumpulan. Untuk  memudahkan pekerjaan penggolongan di tempat pengumpulan, sebaiknya menggunakan meja yang bertepi. Pada tempat tersebut dilengkapi pula dengan peralatan lainnya, misal timbangan, alat pencuci, alat penirisan/pengeringan, dan lain-lain. Selama grading harus diusahakan terhindar dari kontak sinar matahari langsung karena akan menurunkan bobot/terjadi pelayuan dan meningkatkan aktivitas metabolisme yang dapat mempercepat proses pematangan/respirasi.

Iklim tropis merupakan daerah yang hanya memiliki dua musim saja yaitu musim hujan dan musim kemarau. Walaupun pada iklim tropis hanya ada dua musim saja, tetapi buah yang dihasilkan rasanya lebih enak dibandingkan dengan buah yang ada di daerah yang beriklim subtropis. Namun, untuk buah tropis memiliki kelemahan tidak tahan simpan dalam waktu yang cukup lama karena buah tropis tidak dapat disimpan dalam kulkas. Contoh dari buah tropis adalah antara lain buah jeruk, buah durian, buah mangga, buah nanas, buah markisa, buah duku dan lain-lain. Silakan anda baca juga artikel berikut ini: Pengertian Hortikultura dan Contoh Tanamannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *