Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan selalu diawali dengan proses perkecambahan biji. Fisiologis perkecambahan biji merupakan proses berakhirnya masa dormansi (istirahat) pada biji. Masa dormansi biji merupakan masa-masa
Bioinsektisida Baculovirus digunakan untuk memberantas hama tanaman budidaya, seperti hama ulat penggerek pada tanaman jagung, kumbang kentang, hama pada tanaman kapas, kutu dan kumbang daun, serta beberapa jenis
Bakteri baik dalam dunia pertanian yang mampu membantu para petani untuk penanggulangan/pencegahan tanaman budidaya dari serangan hama maupun penyakit yaitu menggunakan bakteri Bacillus thrungiensis (Bt). Bacillus thrungiensis banyak
Kultur jaringan (mikropropagasi) pada tumbuhan merupakan salah satu contoh perbanyakan tanaman secara vegetatif berdasarkan ciri/sifat totipotensi. Totipotensi yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk tumbuh menjadi individu baru secara
Hama , penyakit, dan mikroorganisme (mikroba) parasit pada tanaman budidaya memang harus disingkirkan. Jika tidak disingkirkan, maka akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta dapat merusak struktur organ
Proses perkecambahan pada biji sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, seperti: total kandungan air, oksigen, suhu, hormon, serta cahaya. Selama perkecambahan biji, air sangat diperlukan dalam proses perkecambahan
Dalam pengendalian sejumlah hama dan penyakit di suatu ekosistem pertanian, maka dapat digunakan penyemprotan feromon insekta yang sudah dimanipulasi melalui bioteknologi modern di bidang pertanian. Feromon merupakan substansi
Beberapa jenis tanaman budidaya pertanian ada yang memang tahan terhadap suatu senyawa kimia tertentu yang berasal dari produk obat pertanian, seperti pupuk anorganik maupun pestisida. Ada juga jenis
OPT yang biasanya disingkat/disebut-sebut oleh petani sebagai hama atau organisme pengganggu tanaman merupakan parasit patogen yang dapat menginfeksi tanaman budidaya dan memberi dampak negatif bagi produktivitas hasil pertanian