5 Cara Agar Cabe Berbuah Terus, dan Menghasilkan Buah Lebat dan Banyak

Pada intinya, dalam pembudidayaan cabe, setidaknya ada 5 cara agar tanaman cabe berbuah terus, dan menghasilkan buah yang lebat. Kelima cara tersebut meliputi faktor penyiraman, pemupukan secara tepat, pemberantasan hama secara intensif, Penyiangan serta pendangiran.

Dari kelima faktor yang mempengaruhi produksi buah cabe meningkat, maka akan kita bahas pada bagian di bawah ini.

1. Penyiraman Tanaman Cabe

Untuk memperoleh suplai nutrisi yang bagus dan berkualitas tinggi (high quality), maka tanaman cabe penting sekali mendapatkan asupan nutrisi yang berasal dari sumber mata air. Air diperlukan tanaman cabe untuk tumbuh dan berkembang, untuk pembentukan enzim dan hormon, serta untuk pelarut berbagai macam reaksi metabolisme di dalam sel tumbuhan itu sendiri.

Cabe Buah Lebat
Tanaman Cabe Berbuah Sangat Lebat. Photo by: KPCI/FB.

Untuk penyiraman tanaman cabe sebaiknya dilakukan sesuai masing-masing umur tanaman dengan dosis tertentu. Bagi tanaman cabe yang masih dalam tahap penyemaian bibit, penyiraman sebaiknya dilakukan secara intensif untuk mendapatkan massa sel tanaman yang berbobot, serta tidak terjadi kekurusan pada tanaman.

Pada tanaman yang sudah dewasa (umur di atas 35 hari setelah tanam/hst dan seterusnya), maka sebaiknya penyiraman dilakukan bisa sewaktu-waktu jika memang tanaman sudah membutuhkan air, terutama pada waktu musim kemarau maka intensitas penyiraman bisa lebih ditingkatkan.

Idealnya penyiraman cabe dilakukan 1 – 2 kali dalam sehari untuk tanaman yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan (+10 hari s.d 28 hari hst). Untuk 1 tanaman bisa diberikan 1 gayung air, atau setara dengan 400 mL air. Frekuensi penyiraman bisa lebih ditingkatkan jika memang lahan tanam/lahan bedengannya mengalami kekringan, atau dengan kata lain tingkat kelembaban tanahnya menurun.

Dengan melakukan penyiraman pada tanaman cabe, maka akan diperoleh laju pertumbuhan tanaman cabe yang baik, serta mampu menghasilkan bunga dan buah dalam jumlah banyak (lebat). Dan memang pada masa-masa pertumbuhan tanaman cabe, intensitas dan frekuensi penyiraman harus dilakukan secara tepat dan terencana, agar hasil tanam cabe lebih optimal.

2. Pemupukan Tanaman Cabe

Faktor kedua yang tidak boleh terlewatkan yakni tentang masalah pemupukan tanaman cabe. Dalam masa hidupnya, tanaman cabe juga butuh pupuk sebagai asupan nutrien, baik itu pupuk organis maupun pupuk anorganis.

Pupuk organis yang paling bagus untuk meningkatkan laju pertumbuhan tanaman cabe yakni pupuk kandang, terutama dari pupuk kotoran ayam. Selain itu, pupuk dari sisa hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan itik juga bagus untuk membantu menambah nutrisi bagi tanaman cabe.

Pemberian pupuk organis sebaiknya 2 genggam pupuk untuk tiap-tiap tanaman, diletakan di dekat pusat tumbuh akar tanaman. Untuk frekuensi pemberian pupuk organis setidaknya tiap 0,5 bulan sekali, terhitung sejak 20 hst (masa setelah pembibitan).

Selanjutnya, berikan juga pupuk anorganis seperti urea, KCL, SP-36, maupun pupuk phonska. Pemberiannya bisa diselang-seling/divariasi. Misalnya, untuk umur cabe 30 hst diberi pupuk kandang, maka pada umur 44-45 hst diberi pupuk urea, selanjutnya di hari 55 hst diberi pupuk KCL, hingga menginjak waktu pembungaan maka sebaiknya berikan larutan pupuk phonska cair untuk merangsang pembentukan bunga dan buahnya. Sebagai panduan untuk membuat larutan pupuk phonska cair, silakan baca: Cara Membuat Larutan Pupuk Phonska Cair untuk Tanaman Cabe agar Berbuah Lebat.

3. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit memang harus sesegera mungkin dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan pada tanaman cabe. Maka sebaiknya, langkah pencegahan yang harus dilakukan bagi petani adalah melakukan pemantauan tanaman secara teratur, dan petani sebisa mungkin bertindak sebagai seorang pengontrol yang giat (controlling).

Jika memang terlanjur tanaman cabe anda terserang hama dalam jumlah yang melimpah, maka langkah terakhir untuk menyelamatkan tanaman cabe anda yaitu dengan menggunakan pestisida sesuai dosis dan jenis mikroba/hama yang menyerangnya. Anda bisa membeli pestisida semprot untuk mengusir hama yang saat ini banyak sekali merek/barand terkenal dijual di toko obat pertanian. Silakan anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan penjual, karena biasanya penjual obat pertanian juga ahli dalam penyuluhan pertanian.

4. Penyiangan

Penyiangan ini sangat penting, maka tidak boleh terlewatkan begitu saja. Penyiangan pada tanaman cabe bertujuan untuk membuang/mencabut gulma lalu dimusnahkan pada bagian spora yang mungkin masih ada di sekitar tanaman.

Alat penyiangan cabe sudah banyak dijual luas di pasaran, termasuk di toko alat pertanian biasanya sejenis pencong, sekop kecil, dan jenis lainnya sudah dijual dengan harga terjangkau.

Tahapan penyiangan tentu saja mengoret, dengan mengkombinasikan pencabutan pada gulma/rumput liar. Setelah itu, kumpulkan gulma pada satu wadah, lalu amankan pada jangkau lahan tanam cabe. Dan yang terakhir yaitu membakar gulma.

Dengan melakukan penyiangan, maka diharapkan tanaman cabe akan tumbuh dan berkembang secara baik, serta terbebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanaman gulma. Sebagai informasi bahwa, gulma merupakan vektor bagi berkembangnya hama maupun penyakit pada tanaman, oleh karena itu keberadaannya tidak boleh berdampingan dengan tanaman cabe (tanaman utama).

5. Pendangiran

Selama melakukan penyiangan, lakukan juga pendangiran pada tanaman cabe. Jadi intinya, sembari melakukan penyiangan lakukan juga bersamaan dengan waktu pendangiran.

Pendangiran bertujuan untuk menggemburkan lahan tanam cabe agar proses penyerapan air hujan, atau air sejenisnya pada saat dilakukan penyiraman akan terserap secara merata oleh akar tanaman. Sebaiknya berikan juga jarak ketika hendak melakukan pendangiran, jangan terlalu dekat dengan akar tanaman, karena dikhawatirkan akan melukai akar tanaman jika terjadi gesekan antara alat pendangir dengan akarnya.

Langkah dalam pendangiran, yaitu menggemburkan lahan tanam secara teratur, hingga tanahnya benar-benar gembur. Frekuensi pendangiran bisa ditingkatkan sewaktu-waktu (kondisional) menyesuaikan dengan kebutuhan, dan keluwesan petani untuk terus memantau perkembangan tanaman.

Sama halnya dengan alat penyiangan, alat pendangiran ini juga sudah banyak dijual di toko alat pertanian, tinggal anda menentukan mana yang cocok dan sesuai dengan keuangan yang sedang anda miliki. Jika pembudidayaan cabe dilakukan dalam area tanam yang begitu luas, maka jumlah alat pendangiran maupun penyiangannya pasti banyak (sesuaikan dengan kebutuhan), dan tentu saja jumlah karyawan yang dipekerjakan akan banyak pula.

Setelah dilakukan pendangiran diharapkan akan ada peningkatan laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga tanaman cabe akan tumbuh subur, kuat, sehat, mampu menghasilkan bunga dan buah dalam jumlah yang melimpah, banyak, lebat.

Semoga dari 5 cara/teknik agar cabe berbuah terus, dan serta menghasilkan buah lebat dapat bermanfaat untuk anda, jangan lupa silakan baca, simak dan klik: Cara Merawat Cabe Umur 1, 2, 3 +4 Bulan Secara Baik dan Benar.

PESAN SPONSOR