Teori Dasar dan Prosedur Transfer Gen Pada Tumbuhan

Transfer gen saat ini sedang dikembangkan oleh sejumlah ahli pertanian untuk memodifikasi tanaman tertentu menjadi jenis tanaman baru yang berbeda dari induk aslinya. Pada teknik ini, banyak diterapkan di negara-negara maju dan masih sedikit dilakukan di negara berkembang seperti di Indonesia.

1. Pengertian Transfer Gen (Pada Tanaman)

Transfer gen adalah suatu proses penyisipan gen asing pada suatu spesies tumbuhan baik gen dari spesies tumbuhan yang berbeda maupun dari makhluk hidup lainnya (gen yang berasal dari hewan, bakteri, virus dll). Penggabungan gen ini umumnya bertujuan untuk mendapatkan tanaman dengan sifat-sifat yang diiiginkan, misalnya pembuatan tanaman yang tahan suhu tinggi, suhu rendah, kekeringan, resisten terhadap organism penggangu tanaman, serta kuantitas dan kualitas yang lebih tinggi dari tanaman alaminya. Tumbuhan yang dihasilkan melalui proses transfer gen ini umumnya dikenal secara luas sebagai tanaman transgenic.

2. Prosedur Transfer Gen Pada Tumbuhan

Prosedur yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu tanaman transgenik antara lain sebagai berikut:

  • Mengidentifikasi gen yang menghasilkan sifat tertentu

Untuk membuat suatau tanaman transgenic, pertama-tama dilakukan identifikasi atau pencarian gen yang akan menghasilkan sifat tertentu (sifat yang diinginkan). Gen yang diinginkan dapat diambil dari tanaman lain, hewan, cendawan, atau bakteri

  • Mengisolasi dan memperbanyak gen tersebut

Setelah gen yang diinginkan didapat maka gen tsb diisolasi kemudian dilakukan perbanyakan gen yang disebut dengan istilah kloning gen. Pada tahapan kloning gen, DNA asing akan dimasukkan ke dalam vektor kloning (agen pembawa DNA), contohnya plasmid (DNA yang digunakan untuk transfer gen). Kemudian, vektor kloning akan dimasukkan ke dalam bakteri sehingga DNA dapat diperbanyak seiring dengan perkembangbiakan bakteri tersebut.

  • Mentransfer gen ke sel organisme baru

Apabila gen yang diinginkan telah diperbanyak dalam jumlah yang cukup maka akan dilakukan transfer gen asing tersebut ke dalam sel tumbuhan yang berasal dari bagian tertentu, misalnya adalah bagian daun

  • Membentuk produk organisme transgenik

Setelah proses transfer DNA selesai, dilakukan seleksi sel daun untuk mendapatkan sel yang berhasil disisipi gen asing.Hasil seleksi ditumbuhkan menjadi kalus (sekumpulan sel yang belum terdiferensiasi) hingga nantinya terbentuk akar dan tunas. Apabila telah terbentuk tanaman muda (plantlet), maka dapat dilakukan pemindahan ke tanah dan sifat baru tanaman dapat diamati. Silakan baca juga: Contoh-Contoh Tanaman Transgenik Hasil Rekayasa Genetika.

PESAN SPONSOR