Sistem Perawatan Tanaman dengan Model 3P

Sistem perawatan tanaman dengan model 3P atau yang biasanya disebut sebagai “pendangiran, penyiangan, pembumbunan” merupakan tiga cara yang dapat dilakukan petani untuk meningkatkan hasil dan kualitas tanaman menjadi jauh lebih baik. Ketiga kegiatan ini penting dilakukan oleh petani sebagai ujung tombak menciptakan tanaman budidaya lebih menghasilkan.

1. Model Pendangiran

Pendangiran merupakan model/angkah/kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk menggemburkan lahan tanam. Adapun tujuan penggemburan tanah agar aerasi tanah menjadi lebih baik, unsur hara dan air mudah terserap ke bagian akar tanaman, tanah menjadi subur dan tidak tandus atau gersang. Tentu saja, pendangiran terbukti dapat menaikkan tingkat kesuburan tanahnya menjadi lebih tinggi sekitar 20-30%. Alat-alat yang digunakan dalamĀ sistem pendangiran, seperti cangkul kecil, atau pencong, serta alat pendangiran sejenis lainnya.

Tanaman tomat kurang bagus pertumbuhan karena di lahannya terdapat gulma
Tanaman tomat kurang bagus pertumbuhan karena di lahannya terdapat gulma

2. Model Penyiangan

Sambil melakukan kegiatan pandangiran, petani bisa juga sembari melakukan penyiangan pada tanaman. Penyiangan pada tanaman bertujuan untuk membasmi/mengoret/mengambil gulma yang tumbuh di lahan tanam (tanah bedengan). Jika tanaman pertanian dilakukan penyiangan maka yang akan terlihat manfaatnya yakni sebagai berikut:

  • Gulma-gulma/rumput liar yang ada pada lahan tanam akan tersingkirkan, sehingga lahan tanam akan semakin bersih, tanahnya subur, tidak tandus, dan terlihat enak dipandang mata;
  • Mengurangi munculnya hama dan penyakit pada tanaman. Gulma merupakan sarang bagi hama dan juga penyakit pada tanaman, sehingga penghilangan gulma dari lahan tanam akan memberikan nilai positif pada tanaman yang dibudidaya;
  • Kompetisi antara gulma dan tanaman budidaya akan semakin rendah tingkat persaingannya, sebab gulma sudah disingkirkan, dan tanaman utama yang ditanam akan semakin baik pertumbuhan dan perkembangannya;
  • Transportasi dan pergerakan air, unsur hara dan garam-garam mineral akan semakin lancar karena dilakukan penyiangan secara sistemik;
  • Tanaman budidaya akan jauh lebih subur, pertumbuhan dan perkembangan tanaman semakin optimal;
  • Meningkatkan produktivitas hasil panen jauh lebih potensial dibandingkan tidak melakukan penyiangan sama sekali.
  • Mencegah tanaman dari serangan hama dan penyakit pada tanaman.
Pendangiran dan pembumbunan pada tanaman terong
Pendangiran dan pembumbunan pada tanaman terong

3. Model Pembumbunan

Adapun, sistem pembumbunan pada tanaman juga bisa dilakukan saat melakukan pendangiran (waktu penggemburan lahan tanam) dan juga pendangiran. Saat menggemburkan lahan tanam, petani bisa sembari melakukan kegiatan pembumbunan dengan cara membuat gundukan-gundukan tanah di sekitar pusat tumbuh tanaman. Penggundukan tanah ke sekitar pusat tumbuh tanaman inilah yang disebut sebagai “pembumbunan“. Tidak semua tanaman dapat dilakukan pembumbunan, karena terkadang pembumbunan ini dapat mengundang banyak semut-semut merah untuk membuat sarang di wilayah pembumbunan.

Adapun contoh tanaman yang dapat dilakukan pembumbunan misalnya adalah jagung, jahe, kunyit, tomat, gambas, kacang tanah, kedelai, kentang, dan lain sebagainya. Tanaman yang tidak cocok dilakukan pembumbunan sebagai contoh adalah kedondongan dan mangga karena banyak semut yang bersarang di gundukan tanah yang dibumbun. Baik itu, model pembumbunan, penyiangan, dan pendangiran adalah sistem perawatan tanaman yang seharusnya anda lakukan saat melakukan pembudidayaan tanaman di kebun. Semoga bermanfaat.

PESAN SPONSOR