Penjelasan Pengaruh yang Merugikan dengan Adanya Gulma pada Lahan Pertanian

Gulma dapat diartikan sebagai rumput liar yang keberadaannya tidak diharapkan oleh petani. Rumput liar ini banyak sekali jenisnya, dan biasanya dari satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda, dan bisa jadi sama. Namun, banyak sekali petani di tanah air yang merasakan kerugian akibat lahan tanamnya ditumbuhi oleh gulma. Gulma oleh petani dianggap sebagai perusak dan agen tumbuhnya berbagai macam hama dan penyakit pada tanaman. Gulma bisa dibasmi dengan penggunaan herbisida alami dan herbisida kimia.

Di Indonesia, ada dua jenis gulma yang paling populer tumbuh seperti rumput teki, dan krokot. Kedua gulma ini paling boros dalam hal pengambilan nutrisi di sekitar tempat tumbuh tanaman utama. Dan satu-satunya cara bagi petani untuk mencegah pertumbuhan gulma dalam skala besar yakni dengan pemanfaatan mulsa plastik dan mulsa organik pada lahan tanam. Atau bisa juga petani melakukan kegiatan penyiangan dan pendangiran untuk memperoleh hasil yang cukup memuaskan.

Pohon Mentimun Berbuah Lebat
Pohon Mentimun Berbuah Lebat dengan Lahan Tanpa Gulma (Memakai Mulsa Plastik), (Dokumentasi Foto: Wahid Priyono, S.Pd.)

Adapun dampak buruk/negatif/pengaruh yang merugikan dengan adanya gulma pada lahanĀ  pertanian diantaranya yakni:

  • Secara estetika, lahan tanam semakin tidak indah dipandang mata;
  • Jika gulma tumbuh dalam jumlah besar, maka bisa menjadi sarang bagi hama dan penyakit untuk tumbuh dan berkembang;
  • Gulma bisa menjadi kompetisi bagi tanaman induk yang tumbuh di sekitarnya, yakni kompetisi dalam hal pemanfaatan air dan unsur hara di dalam tanah;
  • Ketidakstabilan dalam transportasi air dan unsur hara ke tanaman yang dibudidaya;
  • Tanah menjadi lebih tandus, sebab perakaran pada tanaman gulma mengambil porsi hara tanah lebih banyak;
  • Produktivitas tanaman menurun saat panen;
  • Tanaman utama (yang dibudidaya) akan tumbuh kerdil, dan kurang proporsional;
  • Produksi buah dan bunga menurun, bahkan bisa tidak berbuah sama sekali.

Kedelapan poin di atas merupakan gambaran secara umum yang terjadi di lapangan, dan mudah-mudahan setelah membaca artikel yang saya tulis di atas, bapak/ibu dan remaja tani dapat memanfaatkan lahannya dengan baik. Yakni dengan memastikan bahwa lahan tanam terbebas dari gulma dalam jumlah yang banyak. Bersihkan lahan tanam dari gulma, maka mudah-mudahan hasil panen akan terus meningkat. Silakan baca juga: Bolehkah Menyiram Cabe Pada Waktu Siang Hari?

PESAN SPONSOR