Jarak Tanam Tumpang Sari Cabe dan Tomat, Cabe dan Jagung

Saya adalah tipe orang yang suka berkebun dengan sistem tumpang sari. Alasannya karena dengan sistem tumpang sari ini maka dalam satu lahan bedengan yang sama, maka dapat ditanam sekaligus untuk beberapa jenis tanaman berbeda. Dan saya seringkali melakukan tumpang sari tomat dengan cabe, tomat-suring-gambas/oyong.

Tumpangsari jagung dan cabe
Tumpangsari jagung dan cabe

Bahkan ibu saya yang juga hobi berkebun, bisa melakukan teknik tumpang sari dalam satu lahan tanam (bedengan) dengan 4 sampai 6 jenis tanaman berbeda, yakni: cabe-bayam-kacang panjang-gambas-tomat-suring. Dan itulah memang jenis sayuran yang paling sering kami tanam. Dengan teknik tumpang sari maka petani lebih banyak diuntungkan daripada dirugikan. Walaupun beberapa sumber referensi atau berdasarkan petani di lapangan ada yang menganggap dengan teknik tumpang sari ini banyak kerugian, seperti diantaranya:

  • Dari semua jenis tanaman tumpangsari berpeluang menyebarkan hama lebih cepat dari satu tanaman ke tanaman lainnya;
  • Ada kompetisi yang sengit antara tanaman dalam perebutan unsur hara (nutrisi), air, garam-garam mineral yang ada di dalam tanah;
  • Waktu panen yang tidak serentak antara satu tanaman dengan jenis tanaman lainnya. Sehingga biasanya petani melakukan pemanenan secara berjenjang dari masing-masing tanaman;
  • Pemanenan yang tidak sama antara tanaman satu dengan lainnya. Terkadang pun bisa sama dan berbeda, tergantung jenis tanaman yang dibudidaya;
  • Rentan munculnya gulma jika tidak dilakukan penyiangan pada tanaman secara intensif dan terjadwal secara benar.

Dan biasanya untuk jarak tanam cabe dan tomat atau cabe-jagung saat saya lakukan tumpang sari adalah 30 cm. Jarak tanam seperti ini sudah terbilang cukup ideal dan layak. Jarak tanam 30 cm untuk tumpang sari tanaman menurut saya sangat tepat dan berlaku untuk semua jenis tanaman yang akan dilakukan tumpang sari. Semoga bermanfaat.

PESAN SPONSOR