Cara Pemupukan Cabe Setelah Tanam (Di Lahan Bedengan) yang Baik dan Benar

Saat tanaman cabe telah berada di lahan bedengan (setelah pemindahan bibit/setelah tanam), maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh petani yaitu perawatan tanaman cabe secara intensif. Perawatan tanaman meliputi banyak aktivitas seperti penyiraman, pemupukan, perempelan, pendangiran dan penyiangan, pengontrolan hama serta penyakit pada tanaman cabai secara umum.

Untuk masalah pemupukan, maka tanaman cabe setelah tanam sebaiknya dilakukan pemupukan dengan jenis pupuk yang dikategorikan pada dua aspek penting, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.

Adapun jenis pupuk organik maupun pupuk anorganik yang diberikan pada tanaman cabe tentunya harus pupuk yang kaya akan kandungan unsur hara N, K, Ca, Mg, P, Cl, dan unsur hara makro dan hara mikro lainnya.

Pupuk organik yang kaya akan unsur N, K, Ca, Mg, P, Cl, dll adalah pupuk dari kotoran ternak ayam, sapi atau kambing. Dan beberapa jenis pupuk organik juga bisa berupa kompos, atau pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia di alam, misalnya POC kulit pisang, MOL Bonggol Pisang, dan lain sebagainya. Nah, pupuk organik jenis ini bisa bapak/ibu/remaja tani coba untuk memupuk tanaman cabe.

Sementara itu, untuk pupuk anorganik bisa mencoba menggunakan pupuk kimia pabrik misalnya pupuk-pupuk jenis KCL, TSP, Urea, NPK, dan lain sebagainya. Pupuk-pupuk ini cukup bagus untuk mengatur laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai, dengan tentunya tetap memakai pupuk organik sebagai bagian penting dan utama.

Manfaat Susu Dancow, Micin Ajinomoto, dan Jimmy Hantu untuk Tanaman Cabe
Manfaat Susu Dancow, Micin Ajinomoto, dan Jimmy Hantu untuk Tanaman Cabe Agar Berbuah Lebat

Untuk frekuensi pemupukan sebetulnya sesuaikan saja dengan kebiasaan bapak/ibu tani dalam membudidaya cabe (kalau saya pakai cara yang ini: Jadwal Pemupukan Cabe). Namun, idealnya untuk tanaman cabe yang baru pindah/ditanam di lahan bedengan, maka penggunaan pupuk organik diawal jauh lebih aman dan menghindari peluang kematian tanaman karena penggunaan pupuk kimia yang terkadang akar tanaman muda tidak adaptif dengan kondisi yang ada.

Itulah beberapa langkah yang saya tempuh saat membudidaya cabe, termasuk bagaimana teknik/metode dan cara untuk pemupukan cabe setelah tanam. Terimakasih sudah menyimak, dan sukses selalu untuk petani di Indonesia. Jaya !!!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR