Cara Membersihkan Gulma Pada Lahan Tanaman Jeruk

Gulma atau yang biasanya disebut sebagai rumput liar memang terbukti memberikan dampak negatif pada tanaman jeruk. Dampaknya yaitu pohon jeruk akan mengalami pertumbuhan lambat bahkan tidak mampu menghasilkan buah yang lebat. Oleh karena itu, pembersihan gulma pada lahan tanaman jeruk sangat penting dilakukan oleh petani.

Pembersihan lahan jeruk dapat dilakukan ketika tanaman baru berumur 3 bulan ke atas. Dengan frekuensi waktu tentatif artinya sewaktu-waktu bila memang di lahan tanam jeruk banyak ditumbuhi oleh gulma. Bahkan petani jeruk yang terampil akan selalu memantau pertumbuhan jeruk dan melakukan penyiangan bahkan pendangiran secara bersamaan.

Gulma jika tidak dikontrol pertumbuhannya akan semakin pesat dan membahayakan tanaman pokok (yang ditanam). Hal ini dapat terjadi akibat adanya perebutan nutrisi (unsur hara) antara tanaman pokok dengan gulma tersebut. Gulma akan berkompetisi secara penuh dengan pohon jeruk. Apabila terjadi kompetisi ini, maka salah satu diantaranya akan dirugikan. Bisa jadi tanaman jeruk akan mengalami defisiensi unsur hara dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan. Selain itu, gulma juga sebagai vektor penyebaran hama dan penyakit pada tanaman.

Pohon jeruk berbuah lebat dengan cara dilakukan penyiangan dan pendangiran secara rutin
Pohon jeruk berbuah lebat dengan cara dilakukan penyiangan dan pendangiran secara rutin. (Dokumentasi Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Untuk mencegah dampak negatif di atas, maka perlu dilakukan penyiangan (pembersihan gulma) dari lahan tanaman jeruk. Berikut ini langkah demi langkah cara/teknik/metode pembersihan gulma pada lahan tanaman jeruk:

  • Siapkan alat/perkakas penyiangan, bisa berupa cangkul kecil, pencong, dan sejenisnya;
  • Lakukan penyiangan dengan alat di atas, caranya yaitu mengayunkan pencong/cangkul kecil pada tanah hingga ke dalaman tertentu. Artinya, sampai benar-benar akar gulma secara tuntas terangkat pada tanah. Sembari lakukan juga penggemburan lahan (pendangiran);
  • Gulma yang sudah dibersihkan kemudian dikumpulkan pada wadah (ember, keranjang bambu, dll), kemudian dibuang pada tempat pembuangan khusus;
  • Setelah gulma kering, maka siap untuk dibakar untuk mencegah perkecambahan biji pada gulma);
  • Pantau kembali pertumbuhan gulma untuk beberapa minggu ke depan. Jika didapati lahan tanaman jeruk yang ada gulmanya, maka bisa dilakukan penyiangan dan pendangiran kembali.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *