Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Contoh Tumpangsari Pada Tanaman Pertanian

Tumpangsari (intercropping) merupakan teknik budidaya tanaman yang dalam pembudidayaannya lebih dari satu jenis tanaman yang ditanam pada satu lahan bedengan, dengan periode tanam yang sama. Tujuan dari teknik tumpangsari ini adalah untuk memanfaatkan lahan tanam sebaik mungkin dengan bercocok tanam dalam satu lahan bedengan dengan berbagai jenis tanaman yang berbeda.

Dan tentunya banyak sekali manfaat/keuntungan dari teknik tumpangsari (intercropping) ini, yakni diantaranya:

  • Menghemat lahan tanam dan menambah hasil produktivitas panen petani;
  • Dalam satu lahan tanam (bedengan) bisa ditanami lebih dari satu jenis tanaman yang berbeda, dalam waktu yang sama;
  • Petani bisa memanen lebih dari satu jenis tanaman pada waktu yang bersamaan, atau sedikit berbeda waktu pemanenannya;
  • Membantu mengoptimalkan lahan tanam sebaik mungkin;
  • Mengurangi ongkos/biaya pertanian, termasuk ongkos untuk pembelian obat-obat dan pupuk pertanian;

Sementara itu, kerugian/kelemahan dari teknik tumpangsari yakni:

  • Kehilangan kesuburan tanah, sebab ada pembagian unsur hara yang terkadang tidak adil antara satu tanaman dengan jenis tanaman lain;
  • Tekadang menimbulkan gejala penyakit dan hama pada tanaman. Penularan penyakit pada tanaman bisa dari satu tanaman ke tanaman lainnya;
  • Terjadi perebutan sumber nutrisi (unsur hara) dari satu tanaman dengan tanaman lainnya;
  • Tanah sangat rentan terhadap erosi karena kandungan air hujan yang tinggi;
  • Tingkat kesuburan tanaman biasanya akan semakin menurun/rendah karena adanya kompetisi dalam perebutan unsur hara antar satu tanaman sejenis atau yang berbeda jenis/spesies

Berikut itu, contoh-contoh tanaman tumpang sari yang dapat diterapkan dan dicoba di lahan pertanian (dalam satu lahan bedengan) diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Jagung ditumpangsarikan dengan cabe (jagung-cabe)
  • jagung-cabe-tomat
  • tomat-cabe
  • kedelai-singkong
  • terong-tomat-cabe
  • terong-cabe
  • terong-tomat
  • gambas/oyong-kacang panjang-tomat-bayam
  • gambas/oyong-cabe-bayam
  • gambas/oyong-tomat-cabe
  • bayam-tomat-cabe
  • tomat-bayam-kacang panjang
  • buncis-tomat-cabe
  • dan masih banyak lagi contoh teknik tumpangsari lainnya.
Contoh teknik tumpangsari jagung dan cabe
Contoh teknik tumpangsari jagung dan cabe

Dengan mengetahui apa itu teknik tumpangsari, serta contoh-contoh yang mungkin bisa diaplikasikan di lahan bedengan yang anda miliki, maka tidak ada salahnya anda mencoba menerapkan teknik ini. Semoga bisa berhasil dan menambah wawasan dalam bercocok tanam di kebun/lahan persawahan.

 

PESAN SPONSOR