Pengertian, Manfaat dan Contoh-Contoh Mulsa Organik

Mulsa organik merupakan jenis mulsa yang berasal dari serat-serat tanaman, misalnya saja dari serasah dedaunan, jerami padi, potongan tanaman ilalang, atau sisa-sisa potongan ranting tanaman yang diletakan di atas lahan bedengan.

Tanaman semangka membutuhkan unsur hara untuk pertumbuhannya
Tanaman semangka diberikan mulsa organik dari jerami padi.

Adanya mulsa organic ini ternyata dapat membuat tanaman menjadi lebih subur, sebab mikroorganisme tanah seperti cacing tanah akan berkembang baik pada tanah yang di atasnya terdapat serat tanaman. Selain itu, beberapa manfaat/fungsi/peranan mulsa organic bagi tanaman budidaya adalah sebagai berikut:

  • Bernilai ekonomis, sebab harganya yang cukup murah, bias didapat dengan mudah di sekitar lokasi tempat tinggal;
  • Bernilai ekologi, yakni mampu mengumpulkan mikroorganisme tanah dalam waktu cepat sehingga tanahnya menjadi lebih subur;
  • Mencegah pengikisan tanah/erosi jika sewaktu-waktu terjadi hujan deras;
  • Menjaga tingkat pH tanah agar tetap netral dan cocok ditanami berbagai tanaman budidaya;
  • Menjaga kegemburan tanah;

Aplikasi mulsa organic yakni dengan cara meletakkan serta tanaman/serasah/jerami di sekitar tempat tumbuh tanaman (sekitar akarnya) . Dan contoh aplikasi mulsa organic di lapangan bias diterapkan pada tanaman sepertiĀ  lada, kopi, pare belut, oyong/gambas, cabe, tomat, semangka, labu/waluh, dan lain sebagainya.

PESAN SPONSOR