Pemupukan Awal Pada Tanaman Mentimun dan Tomat

Selama masa hidupnya, tanaman mentimun dan tomat membutuhkan jumlah kandungan pupuk yang cukup di dalam tanahnya. Jumlah pupuk yang tercukupi pada tanaman mentimun tentu saja akan membantu tanaman untuk tetap baik secara fisiologis. Penggunaan pupuk sebaiknya diberikan pada tanaman di awal masa tanam atau masa pertengahan ketika tanaman timun maupun tomat sudah mulai berbunga.

Pemupukan lebih awal pada tanaman mentimun dan tomat tentu saja akan membantu tanaman tumbuh dan berkembang secara baik. Pada organ tanaman, terutama jaringan meristematik dan parenkim yang terdiri dari sel-sel hidup sangat membutuhkan jumlah air dan nutrisi yang cukup. Unsur hara sangat berperan dan menentukan tingkat percepatan tumbuh tanaman.

Tanaman Tomat Berbuah Lebat
Tanaman Tomat Berbuah Lebat.

Pemupukan Awal Pada Tanaman Mentimun dan Tomat

Pemupukan awal pada mentimun dan tomat dilakukan dengan cara menambahkan sejumlah pupuk organik dari kotoran hewan ternak. Pupuk kotoran tahi ayam/kambing/sapi yang cukup kering dan lembab bagus dicampur dengan tanah saat pengolahan menjadi  lahan bedengan.

1 hektar lahan tanam mentimun dan tomat setidaknya membutuhkan jumlah pupuk kandang sekitar 2-3 ton/ha lahan. Pupuk tersebut dicampur langsung pada tanah saat pengolahannya.

Setelah dicampur, langkah selanjutnya adalah membuatkan lahan bedengan beserta parit-paritnya. Jika lahan bedengan sudah dibuat, maka selanjutnya bibit tanam mentimun sudah bisa ditanam. Jarak tanamnya bervariasi setiap petani. Yang paling ideal untuk jarak tanam tomat maupun mentimun adalah 50-60 cm. dan 1 lubang tanam diberikan 1-2 biji. Kemudian pengairan pada lahan diatur sedemikian rupa, sehingga tanahnya tetap lembab.

Pada umur tanam di bawah 30 hari, biasanya mentimun dan sudah tumbuh dan menghasilkan akar, batang, serta daun muda. Para petani di daerah biasanya memberikan pupuk organik dari tahi kambing yang dikeringkan. Caranya dengan menyebarkan langsung pupuk tahi kambing tersebut di masing-masing lubang dimana tanaman tumbuh. Sekitar umur tanam +30 hst, para petani timun dan tomat umumnya sudah mulai memberikan pupuk anorganik (pupuk kimia), bisa berupa  pupuk NPK mutiara, urea, KCL, dan TSP. Keempat jenis pupuk anorganik di atas diberikan dengan cara disebar. Masing-masing tanaman diberi 1 genggam pupuk. Formulasi keempat jenis pupuk di atas sangat bagus untuk membantu tanaman agar tumbuh dan berkembang secara baik.

Pertengahan masa tanam adalah masa-masa kritis suatu tanaman. Sehingga pemberiaan pupuk bisa dilakukan kembali menginjak tanaman berbunga. Pada masa ini, jumlah dosis pupuk anorganik yang ditambahkan bisa 2-3 kali lipat. Pemberian hormon perangsang buah biasa dilakukan oleh pakar petani profesional berbasis hortikultur buah maupun sayur mayur.

Pemberian pupuk dengan dosis yang tepat tentu saja akan membantu meningkatkan produksi buah secara keseluruhan. Pemberian ruang kepada tanaman tomat dan mentimun untuk tumbuh, berkembang secara optimal. Jadi, pastikan bahwa pemberian pupuk pada tanaman mentimun dan tomat terus diberikan sampai tanaman benar-benar menghasilkan buah dalam jumlah melimpah. Silakan pelajari juga: Akibat Tanaman Kekurangan/Defisiensi Unsur Hara Makro dan Mikronutrien.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *