Tipspetani.com: “Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai”
-

Mikroorganisme di Rhizosfer dan Efek Rhizosfer
Wilayah rhizosfer merupakan habitat yang sangat menguntungkan untuk proliferasi, aktivitas dan metabolisme berbagai mikroorganisme di dalam tanah. Mikroflora rhizosfer dapat dihitung secara intensif dengan teknik mikroskopik, budidaya dan biokimia. Teknik mikroskopik mengungkapkan jenis organisme yang ada dan hubungan fisiknya dengan permukaan jaringan akar luar / akar rambut. Teknik budidaya yang paling sering diikuti adalah “metode…
-

Konsep Rhizosfer dan Latar Belakang Sejarahnya
Sistem akar tanaman yang lebih tinggi tidak hanya terkait dengan lingkungan tanah yang terdiri dari bahan anorganik dan organik, namun juga dengan komunitas mikroorganisme metabolisme yang luas. Sebagai tanaman hidup menciptakan habitat unik di sekitar akar, populasi mikroba di dan sekitar akar jauh lebih tinggi daripada lingkungan tanah bebas akar dan perbedaannya mungkin bersifat kuantitatif…
-

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Distribusi, Aktivitas dan Populasi Mikroorganisme Tanah
Mikroorganisme tanah (flora & fauna), sama seperti tanaman yang lebih tinggi bergantung sepenuhnya pada tanah untuk nutrisi, pertumbuhan dan aktivitasnya. Faktor utama tanah yang mempengaruhi populasi mikroba, distribusi dan aktivitasnya di dalam tanah adalah: 1. Kesuburan tanah 2. Praktek budaya 3. Kelembaban tanah 4. Suhu tanah 5. Pemanasan tanah 6. Cahaya 7. PH Tanah (Konsentrasi…
-

Mikroorganisme Tanah – Protozoa (Hewan Bersel Tunggal)
Protozoa adalah kelompok hewan bersifat uniseluler (bersel tunggal), eukariotik, tidak berwarna, dan hewan seperti organisme (kingdom Animalia). Mereka lebih besar dari bakteri dan ukurannya bervariasi dari beberapa mikron sampai beberapa sentimeter. Populasi mereka di tanah garapan berkisar antara 1.000 sampai 1.00.000 per gram tanah dan berlimpah di tanah permukaan. Mereka dapat menahan kondisi tanah yang…
-

Mikroorganisme Tanah – Alga, BGA (Algae)
Alga hadir di sebagian besar tanah dimana kelembaban dan sinar matahari tersedia. Jumlah mereka di tanah biasanya berkisar antara 100 sampai 10.000 per gram tanah. Mereka adalah organisme fotototrofik, aerobik dan mendapatkan CO2 dari atmosfer dan energi dari sinar matahari dan mensintesis makanan mereka sendiri. Mereka uniseluler, berserabut atau kolonial. Alga tanah terbagi menjadi empat…
-

Mikroorganisme Tanah – Actinomycetes
Actinomycetes adalah organisme dengan karakteristik yang sama dengan bakteri dan jamur namun memiliki ciri khas untuk membatasinya ke dalam kategori yang berbeda. Dalam pengertian taksonomi ketat, actinomycetes diungguli dengan bakteri kelas Schizomycetes yang sama dan terbatas pada urutan Actinomycetales. Mereka adalah uniseluler seperti bakteri, namun menghasilkan miselium yang tidak septate (koenositik, miselium tidak bersekat) dan…
-

Mikroorganisme Tanah – Jamur atau Fungi
Jamur/fungi di dalam tanah hadir sebagai potongan miselium, rhizomorph atau spora yang berbeda. Jumlah mereka bervariasi dari beberapa ribu sampai beberapa juta per gram tanah. Cendawan tanah memiliki miselium berserabut yang terdiri dari hifa individu. Hifa jamur mungkin aseptat/tidak bersekat / coenocytic (Mastigomycotina dan Zygomycotina) atau septat/bersekat (Ascomycotina, Basidiomycotina & Deuteromycotina). Seperti yang diamati oleh…
-

Mikroorganisme Tanah: Bakteri (Fungsi dan Pembagiaannya)
Di antara mikroorganisme yang berbeda yang menghuni tanah, bakteri adalah organisme yang paling melimpah dan dominan. Ini adalah mikroorganisme primitif, prokariotik, mikroskopis dan uniseluler tanpa klorofil. Secara morfologis, bakteri tanah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Cocci (bulat / bulat), bacillus/bacilli (berbentuk batang) dan Spirilla/Spirllum (sel dengan rantai bergelombang panjang). Bacilli paling banyak diikuti oleh Cocci…
-

11 Fungsi/Peranan Tanah Humus Bagi Pertumbuhan Tanaman Pertanian
Humus adalah residu organik di dalam tanah akibat dekomposisi residu tanaman dan hewan di tanah, atau merupakan bahan residu organik yang sangat kompleks di dalam tanah yang tidak mudah terdegradasi oleh mikroorganisme, atau merupakan bahan amorf berwarna gelap / lunak. sisa bahan organik bersama dengan mikroorganisme mati/pelapukan dedaunan, ranting pohon, kayu, dan sebagainya. Komposisi Humus:…