Bibit Jeruk Manis

JUAL BIBIT TANAMAN ONLINE

Dapatkan informasi harga bibit tanaman murah terbaru di Indonesia.

Faktor Penyebab Bunga Cabai Sering Rontok dan Jatuh Berguguran di Lahan Bedengan

Saat bertani cabai memang mempunyai tantangan tersendiri bagi seorang petani yang ingin sukses. Bentuk kegagalan panen, atau panen dalam jumlah sedikit seyogyanya patut disyukuri karena itu adalah bentuk dari proses bertani yang telah dijalani. Ingat dalam bertani pun berlaku hukum bahwa sebuah proses tidak akan pernah mengkhianati hasilnya.

Adapun faktor penyebab/kendala yang sering menimbulkan kegagalan panen salah satunya adalah karena tanaman cabe sulit menghasilkan buah, atau dengan kata lain bisa jadi dalam lahan perkebunan cabe, bunga cabenya gampang rontok. Hal ini tentu saja akan berefek buruk bagi perkembangan bunga untuk fertilisasi menghasilkan buah produktif.

Tanaman cabai subur dan bunganya tidak gampang rontok
Tanaman cabai subur dan bunganya tidak gampang rontok, (Wahid Priyono, S.Pd.)

Pada umumnya, bunga cabai yang gampang rontok, serta jatuh berguguran di lahan bedengan banyak disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut:

  • Kerontokan bunga cabai dapat dimungkinkan oleh faktor cuaca dan iklim yang sering berubah-ubah. Terutama ketika penanaman cabe menginjak musim pancaroba, maka biasanya pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe akan sulit tumbuh optimal; Solusi: Pilihlah waktu tanam cabe yang tepat yakni menginjak musim hujan ke kemarau.
  • Suhu lingkungan yang kurang mendukung dalam pembungaan tanaman cabe juga menjadi faktor penentu banyak dan sedikitnya bunga yang dihasilkan oleh tanaman cabe. Suhu yang rendah (misal di bawah 5 derajat celcius) juga kurang baik dalam budidaya cabe, sebab pada suhu tersebut enzim di dalam tubuh tanaman kurang optimal bekerja. Enzim dan hormon tumbuhan akan bekerja optimal pada suhu kisaran 38 derajat celcius (sesuai dengan jenis enzimnya). Sementara, pada suhu tinggi di atas 55 derajat celcius, biasanya enzim akan mudah mengalami denaturasi (enzim mengalami kerusakan karena suhu yang terlalu tinggi tersebut). Oleh karena itulah, penting sekali bagi seorang petani untuk mengetahui syarat dasar dalam menentukan suhu optimal yang harus diterapkan pada penanaman cabe;
  • Serangan hama dan penyakit. Beberapa jenis hama dan penyakit juga bisa menjadi faktor penyebab bunga cabe gampang sekali mengalami kerontokan. Hama seperti ulat grayak sering kali iseng memakan pada pucuk daun muda, bahkan pada bunga-bunga mudanya seringkali menjadi santapan lezat baginya. Sementara itu, beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur parasit juga sering kali menginfeksi pada bagian bunganya, terutama pada waktu musim hujan. Solusinya adalah anda sebagai seorang petani harus tetap menjaga kebersihan lingkungan tanam cabe, serta bisa memberikan fungsisida dan atau insektisida untuk membunuh hama dan penyakit pada tanaman cabe;
  • Bunga cabai gampang/mudah rontok dan berguguran/jatuh bisa disebabkan karena kelebihan unsur Nitrogen. Kelebihan unsur hara nitrogen pada tanaman cabe juga dapat mengindikasikan tanaman cabe akan mudah mengalami kerontokan pada area pembungaan. Sementara itu, jika tanaman cabe mengalami defisiensi (kekurangan) unsur hara semisal unsur hara Nitrogen (N), maka tanaman cabe pada organ daunnya mudah mengalami klorosis. Dimana klorosis ini akan menyebabkan pangkal daun menjadi rapuh, serta terganggunya pembentukan pigmen warna klorofil pada daun yang mengakibatkan daun serta bunga di sekitar ketiak daun akan cepat rontok, bahkan tumbuh tidak maksimal; Solusi: berikan tanaman cabe dengan pupuk organik maupun anorganik yang mengandung unsur Nitrogen sesuai dosis dan tentunya disesuaikan dengan dosis yang sesuai;
  • Tanaman cabai kekurangan air. Seperti diketahui bahwa air merupakan pelarut alamiah. Air juga berperan dalam berbagai reaksi kimia metabolisme pada tubuh tanaman cabe. Berbagai macam enzim, hormon tumbuhan (fitohormon) semuanya diproses di dalam tubuh tanaman dengan bantuan pelarut air. Air juga berperan dalam pemberian kebugaran fisiologi bagi tanaman supaya tanaman tidak gampang stress (dehidrasi=kekurangan cairan), serta mampu memenuhi kecukupan gizi bagi organ tanaman, seperti akar, batang, bunga, bunga, maupun buahnya. Sebagai penyerapan unsur hara dari tanah yang diangkut secara osmosis oleh akar melalui pembuluh xilem, semuanya tentu dengan bantuan air. Solusi: Lakukan penyiraman tanaman menggunakan air bersih. Penyiraman dapat dilakukan secara rutin sesuai umur tanaman. Baca juga tutorial dari tulisan saya berikut: Cara Penyiraman Tanaman Cabe Yang Baik dan Benar.

Itulah tadi 5 point penting penyebab umum mengapa bunga cabe gampang sekali mengalami kerontokan secara massal. Tentu saja dengan mengetahui informasi di atas, semoga dapat memberikan pengetahuan tambahan untuk anda. Jika anda memiliki pandangan berbeda atau masukan, silakan bisa tambahkan informasi anda kepada rekan petani yang lainnya. Silakan baca artikel terkait berikut ini: Bunga dan Daun Cabe Rontok, Beginilah Solusinya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR