Dampak Pencemaran Air dan Pencemaran Tanah Oleh Pestisida

Dalam dunia pertanian saat ini, pemakaian senyawa kimia pestisida semakin marak, dan tentu saja hal ini berdampak buruk bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi keseimbangan ekosistem di alam.

Senyawa kimia pestisida yang masuk (terakumulasi) di dalam tanah ternyata bisa menyebabkan pencemaran air dan tanah, sehingga akan memberikan dampak buruk bagi keseimbangan lingkungan ekosistem di alam.

Pencemaran merupakan proses masuknya senyawa kimia berbahaya dan beracun yang menimbulkan efek buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.

Pencemaran air oleh senyawa pestisida dapat memberikan dampak negatif seperti; air menjadi keruh, hewan-hewan di perairan (termasuk ikan kecil) ikut mati, serta bisa menyebabkan terjadinya keracunan pada tumbuhan air tertentu.

Sementara itu, pencemaran tanah oleh senyawa kimia pestisida tentu saja dapat berdampak pada permasalahan lingkungan hidup, seperti tanah pertanian menjadi lebih tandus/gersang, sulit diolah kembali, tingkatan humus dan hara semakin berkurang, unsur hara menjadi lebih sedikit, struktur tanah menjadi rusak, tanah menjadi tidak subur, dan lain sebagainya.

Selain penceraman air dan tanah, ada juga dampak negatif penggunaan pestisida adalah jika senyawa kimia pestisida masuk dan terakumulasi ke dalam daging buah dan sayur mayur, maka akan memberi dampak buruk bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya. Contohnya adalah senyawa kimia DDT yang terkandung di dalam pestisida bisa berakibat manusia mengalami mutasi gen dan kromosom, sehingga susunan basa nitrogen menjadi tidak semestinya dan bisa menyebabkan kanker (karena di dalam DDT terkandung komposisi zat karsinogenik), penyakit sindrom, dll.

Melihat dampak buruk/negatif dari pencemaran air dan pencemaran tanah oleh senyawa kimia pestisida, maka alangkah baiknya dalam membudidaya tanaman pertanian untuk selalu berhati-hati dan tidak berlebihan dalam penggunaan pestisida (kalau bisa tidak memakai senyawa pestisida). Gunakan pestisida secukupnya saja jika diperlukan, dan alangkah baiknya beranjak ke sistem pertanian organik yang meminimalisir dan bahkan tidak menggunakan senyawa kimia pestisida dan obat-obat pertanian. Semoga informasi di atas berguna untuk anda.

PESAN SPONSOR