Ciri-Ciri dan Faktor Penyebab Semai Cabe Gagal

Mungkin anda pernah gagal dalam menyemai benih cabe?. Semua orang yang baru belajar menyemai cabe pasti pernah gagal. Kalaupun ada yang baru belajar langsung berhasil 100% saya rasa masih jarang. Jika anda orang yang gagal menyemai benih cabe, berarti anda orang yang beruntung, sebab tidak cuma anda sendiri yang mengalaminya. Saya pun di awal-awal akan menanam cabe, pada waktu penyemaian pernah gagal berkali-kali. Alasannya cukup banyak, mulai dari jenis tanah dan perbandingan pupuk organik yang kurang tepat, penyiraman yang terkadang terbengkalai karena kesibukan lain,  serangan hama pemotong batang/daun cabe, dan masih banyak lainnya.

Berikut ini beberapa faktor yang saya pelajari mengapa saat semai cabe sering gagal. Faktor yang pertama kali sering membuat penyemaian cabe gagal yakni penyemaian dilakukan di tempat yang tertutup (tidak terkena cahaya matahari). Cahaya matahari sangat penting untuk fotosintesis tanaman, sehingga keberadaannya harus ada. Kedua, karena tanaman yang disemai kurang mendapatkan ketercukupan air, sehinga jika ini terjadi maka biji sulit berkecambah. Air sangat dibutuhkan untuk perkecambahan biji/benih cabe. Jadi harus rutin disiram dan tanahnya selalu lembab agar pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat.

Faktor ketiga, yaitu perbandingan tanah dan pupuk buatan/kandang tidak sebanding. Sebaiknya perbandingan antara tanah dan pupuk organik yang dicampur berturut-turut yakni 3:1. Penyemaian cabe sebenarnya bisa dilakukan dilahan penyemaian berbentuk bedengan, menggunakan semai cabe teknik steril-pro, atau dengan teknik polybag dan soil-block, dan lain sebagainya.

Benih bibit cabe yang saya semai tumbuh 100%
Benih bibit cabe yang saya semai tumbuh 100% (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Adapun ciri-ciri/karakteristik semai cabe yang gagal dapat terbagi menjadi beberapa rentang:

  • Kegagalan semai cabe 76-100%, jika semua benih yang disemai tidak tumbuh sama sekali. Ini bisa saja terjadi, misalnya bibit yang disiram dengan cairan yang tercemar herbisida, limbah, logam berat seperti merkuri, dan lain sebagainya. Atau penyebab lain bisa karena benih tidak disiram secara rutin, akhirnya benih yang sudah berkecambah gagal tumbuh, kurang cahaya matahari bisa menjadi penyebabnya;
  • Kegagalan semai cabe 60-75%, terlihat benih hampir 1/3 lahan tidak tumbuh dengan baik; faktornya bisa karena penyiraman kurang terjadwal dengan baik, tanah kering, kurang unsur hara, penyinaran cahaya matahari kurang;
  • Kegagalan semai cabe senilai 30-50%, terjadi jika 1/2 dari lahan tanamnya, sehingga banyak benih cabe yang tidak berhasil tumbuh dengan baik. Faktornya bisa karena penyiraman tidak intensif, penyinaran cahaya kurang, tanahnya terllau kering, kekurangan unsur hara, dan jenis tanah yang tidak cocok untuk tumbuh;
  • Kegagalan semai cabe 10-20% masih bisa ditoleransi, sehingga petani perlu mengembangkan diri dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dari kelompok tani lainnya, banyak membaca website/buku pertanian, serta meminta saran/sharing¬†pengalaman (experience/leisure) dengan petani cabe profesional, agar wawasan semakin bertambah.

Namun, jika kegagalan semai cabe mencapai 76-100%, maka sebaiknya petani harus mengevaluasi faktor penyebabnya, serta untuk langkah selanjutnya mungkin menyemai ulang benih yang cocok, serta benih pastikan unggul agar hasil tanam nanti bagus dan lebih berkualitas, sehingga buahnya lebat, hasil panennya meningkat.

 

PESAN SPONSOR