Kategori: Management Air
-

Teknik Sederhana untuk Penjadwalan Irigasi
Teknik Tanah cum pasir mini plot: Dengan metode ini, satu lubang kubik digali di tengah lapangan. Kira-kira lima persen pasir dengan volume ditambahkan ke tanah galian, aduk rata dan lobang terisi dalam tatanan alam. Tanaman tumbuh seperti biasa di seluruh area lapangan termasuk daerah pit. Tanaman di pit menunjukkan gejala layu lebih awal dari tanaman…
-

Kriteria untuk Penjadwalan Irigasi atau Pendekatan untuk Penjadwalan Irigasi
Jadwal irigasi yang ideal harus menunjukkan kapan harus menerapkan air irigasi dan berapa jumlah air yang akan diterapkan; Beberapa pendekatan untuk penjadwalan irigasi telah digunakan oleh ilmuwan dan petani. Ini seperti di bawah 1) Pendekatan deplesi kelembaban tanah: Kelembaban tanah yang tersedia di akar merupakan kriteria yang baik untuk penjadwalan irigasi. Bila kelembaban tanah pada…
-

Irigasi Mikro: Keuntungan & Kelemahan dari Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
Irigasi mikro (irigasi kecil) didefinisikan sebagai metode di mana volume air rendah diterapkan pada tekanan rendah & frekuensi tinggi biasanya interval irigasi berkisar 1 sampai 4 hari. Sistem ini memiliki jaringan pipa yang luas pada saat dioperasikan dengan tekanan rendah. Pada outlet jarak yang ditentukan sebelumnya disediakan untuk air emisi yang umumnya dikenal sebagai emitter.…
-

Kebutuhan Air dan Kebutuhan Irigasi Lahan
Kebutuhan Air oleh Tanaman: Kebutuhan air oleh tanaman adalah jumlah air tanpa memperhatikan sumbernya, diperlukan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman normal dalam jangka waktu tertentu di suatu tempat dan dapat dipasok melalui presipitasi atau oleh pengairan atau oleh keduanya. Air yang dibutuhkan terutama untuk memenuhi kebutuhan evaporasi (E), transpirasi (T) dan kebutuhan metabolik tanaman, semuanya…
-

Penguapan, Transpirasi, Evapo-transpirasi, Faktor yang Mempengaruhi Evapo-transpirasi
Curah hujan dan air irigasi merupakan sumber air utama. curah hujan merupakan sumber air baku. Namun, air tanah juga bisa tersedia untuk tanaman pangan. Setelah curah hujan atau penerapan air irigasi, air tersebut hilang dari tanah dengan empat cara. 1. Permukaan run-off (permukaan kabur); 2. Percolasi (pergerakan ke bawah air berlebih); 3. Penguapan dari permukaan…
-

Metode Uji Estimasi Kelembaban Tanah & Metode Lapangan dalam Ilmu Agronomi
Dengan mengukur kelembaban tanah pada interval reguler dan pada beberapa kedalaman di dalam zona akar, informasi dapat diperoleh mengenai tingkat kelembaban yang digunakan oleh tanaman pada kedalaman yang berbeda. Ini memberikan dasar untuk menentukan kapan mengairi dan berapa banyak air yang akan diterapkan. Untuk tujuan praktis, irigasi harus diberikan bila sekitar 50 persen uap air…
-

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Air
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan air oleh akar tanaman diantaranya adalah: A) Faktor fisik: Tanah dan atmosfer merupakan faktor fisik utama yang menentukan laju aliran air melalui tanaman. Faktor tanah: i) Kandungan air tanah: Akar tanaman dapat dengan mudah menyerap kelembaban tanah di antara kapasitas lapangan dan titik layu permanen. Ketika kelembaban tanah menurun di bawah…
-

Proses Penyerapan Kelembaban Tanah oleh Tanaman
Penyerapan air tidak tergantung pada proses namun berkaitan dengan transpirasi. Penyerapan dikendalikan oleh tingkat kehilangan air dalam transpirasi setidaknya saat air tersedia pada akar. Penyerapan dan transpirasi dihubungkan oleh kolom air kontinyu dalam sistem xilem tanaman. Karena hilangnya air di transpirasi, ia menghasilkan gradien energi yang menyebabkan pergerakan air dari tanah ke tanaman dan dari…
-

Air Tanah yang Tersedia dan Tidak Tersedia di Ekosistem Alam
Jelas bahwa semua air yang ada dalam profil tanah tidak tersedia untuk penggunaan tanaman. Bahkan air kapiler yang dianggap secara longgar dipegang oleh partikel tanah tidak dimanfaatkan oleh tanaman. Tiga pembagian tentatif air tanah dapat dibuat berdasarkan ketersediaan i) air yang tidak tersedia ii) air yang diinginkan iii) Tak berlebihan atau kelebihan air yang tidak…