Bagaimana Cara Merawat Tomat, Cabe dan Mentimun Saat Musim Hujan?

Merawat tanaman mentimun (timun), cabe serta tomat sedikit membutuhkan pembiasaan, ketekunan, serta strategi tertentu agar hasil panen lebih berkualitas. Dan perawatan tanaman mentimun, cabe dan tomat memang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, sebab risiko terhadap pertumbuhan tanaman rentan jika kesalahan dilakukan secara fatal.

Umumnya, cara merawat tanaman mentimun, cabe dan tomat pada musim hujan dilakukan dengan cara pemupukan, pengaturan drainase/jumlah air yang masuk di lahan bedengan, penyiangan, serta pendangiran. Juga hal terpenting lainnya yaitu melakukan pengaturan kelembaban tanah, pengendalian hama penyakit, dan sebisa mungkin memproteksi tanaman mentimun dari kelayuan daun/pohonnya akibat jumlah air tinggi di dalam tanah bedengan.

Tanaman Cabe Berbuah Lebat Saat Musim Hujan
Tanaman Cabe Berbuah Lebat Saat Musim Hujan. Photo Kontributor: Komunitas Petani Palawija.

Berikut ini ada 4 cara/langkah.metode merawat dan memelihara tanaman mentimun, cabe serta tomat di musim hujan yang baik dan benar:

1. Pemupukan Mentimun, Cabe dan Tomat di Musim Hujan

Pemupukan tanaman mentimun, cabe dan tomat saat musim hujan tentu saja berbeda dengan pemupukan tanaman timun dan tomat saat ditanam di musim kemarau. Bedanya adalah, ketika musim hujan jumlah/dosis pupuk yang diberikan tidak sebanyak di musim kering/kemarau.

Jenis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman mentimun, cabe dan tomat di musim penghujan yaitu jenis pupuk yang mengandung kadar Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca) dan Kalium (K) yang tinggi untuk mencegah kelayuan pada tanaman, termasuk pada organ akar, batang, daun, serta buahnya. Contoh pupuknya adalah NPK, Urea, KCL, TSP, dan lain sebagainya.

Pemberian pupuknya dilakukan setiap 2 minggu sekali, dosisnya per tanaman cukup setengah genggam tangan orang dewasa, dengan cara di masukan ke dalam lubang di dekat tanaman. Jadi, buatlah lubang di antara satu tanaman dengan tanaman lainnya untuk tempat peletakan pupuk anorganiknya.

Hindari pemupukan organik pada musim penghujan, karena biasanya pupuk organik seperti dari kotoran ternak mudah ditumbuhi jamur jika kondisinya lembab. Dan pastikan juga bahwa pupuk tidak disebar, harus dipendam di dalam tanah untuk menghindari erosi pupuk akibat curah hujan tinggi.

2. Pendangiran dan Penyiangan Lahan Tanam Cabe, Mentimun dan Tomat


Penyiangan pada musim hujan sangat tepat dilakukan, karena bisa dilakukan secara manual menggunakan tangan (gulma langsung dicabut memakai tangan). Penyiangan adalah cara/metode pembersihan lahan tanam cabe, mentimun dan tomat (bedengan) dari pertumbuhan gulma yang tidak terkendali. Jika gulma tidak dikendalikan secara baik dan benar, maka tentu saja akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan perkembangan pohon mentimun.

Sembari melakukan penyiangan, lakukan juga penggemburan lahan sekitar tanaman tumbuh, yaitu dengan menyangkul kecil-kecil tanahnya sampai gembur. Setelah tanah bedengan menjadi gembur, maka biasanya akan memperbaiki struktur tanah, mempermudah penyerapan air, unsur hara, garam-garam mineral dari tanah ke pembuluh xilem pada akar tanaman, yang kemudian akan diteruskan menuju organ tanaman lainnya.


3. Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabe, Tomat, dan Mentimun


Beberapa jenis hama akan mudah berkembang pada musim penghujan, termasuk jenis penyakit yang diakibatkan oleh cendawan/jamur mudah berkembang saat kodisi penghujan. Curah hujan terlalu tinggi bisa menjadi pertanda munculnya jamur parasit yang terkadang menyerang bagian buahnya, bagian akar, maupun batang.

Jadi, jangan heran jika saat musim penghujan tanaman mentimun dan tomat ada yang buahnya cepat busuk sebelum tua, banyak bunga yang rontok tiba-tiba, atau ditemukan adanya serat-serat berwarna putih yang berada pada batang dan akar mentimun, cabe maupun tomat. Itu merupakan pertanda bahwa jamur patogen sedang menyerang tanaman.

Pencegahannya bisa menggunakan fungsida untuk memberantas jamur parasit yang merugikan tanaman timun dan tomat. Jika ditemukan hama maka bisa dilakukan pengendalian kimiawi memakai pestisida tertentu yang cocok untuk memberantasnya.


4. Pengaturan Drainase Air di Lahan Bedengan

Pada musim hujan, umumnya kandungan air cukup tinggi, apalagi hujannya hampir setiap hari. Jika lahan bedengan tidak diatur secara baik drainase airnya, maka biasanya lahan bedengan akan tergenangi air hingga sampai batas permukaan lahan bedengannya. Hal ini akan mengakibatkan jumlah kandungan air di dalam tanah tinggi, serta mengganggu transportasi air menuju jaringan xilem di akar tanaman tomat dan mentimun. Pada kondisi yang parah dan kritis, akar tanaman mentimun akan membusuk, termasuk menjalar ke organ batang, daun, bahkan buah yang masih muda.

Jadi, pengaturan drainase air harus tepat dan sesuai porsinya. Cara yang bisa dilakukan adalah melakukan sistem buka tutup air pada lahan bedengan. Apabila suatu lahan bedengan sudah cukup tergenangi air, maka tidak perlu ditambah, karena akan membuat tanaman lebih rentan mengalami kelayuan dan kematian pada organnya.

Pengaturan jumlah/kadar air yang masuk pada lahan bedengan merupakan usaha penting untuk melakukan pengaturan kelembaban tanah, pH tanah, suhu tanah, serta memproteksi tanaman mentimun dan tomat dari kelayuan daun/pohonnya akibat konsentrasi dan jumlah kandungan air tinggi di lahan bedengan. Silakan baca juga: Cara Budidaya Timun Suri Organik yang Baik dan Benar.

PESAN SPONSOR