6 Cara Menjaga Pori-Pori Tanah Agar Tetap Stabil Sehingga Meningkatkan Kesuburannya

Tanah yang subur dan banyak hidup berbagai macam mikroorganisme di dalamnya merupakan suatu keharusan. Ini demi menciptakan lingkungan konservasi tanah yang stabil dan jauh lebih baik.

Tanah gersang tentu berbeda dengan tanah yang gembur. Tanah gersang/tandus umumnya mempunyai tingkat pori-pori tanah yang terlalu rapat, sehingga daya serap air hujan yang masuk ke dalam tanah cukup lambat. Dan umumnya, pada jenis tanah semacam ini sangat sulit untuk bagi tanaman untuk tumbuh subur dan berproduksi dengan baik.

Sebaliknya pada jenis tanah yang gembur tentu mempunya pori-pori tanah yang lebih renggang, sehingga memudahkan air dan unsur hara dapat terserap secara maksimal pada akar tanaman, sehingga tanaman akan mudah tumbuh dan berkembang. Pada jenis tanah ini, ternyata banyak sekali muncul mikroorganisme tanah seperti bakteri baik, misalnya Rhizobium leguminosarum yang sering bersimbiosis dengan bintil akar pada tanaman kacang-kacangan (legume). Selain itu, cacing tanah juga sangat menyukai lingkungan tanah dengan pori-pori cenderung lebar, karena tanah akan semakin lembab dan disukainya.

Tanah lembab, gembur, dan ketercukupan air baik juga sangat memudahkan bagi mikroorganisme tanah untuk tumbuh dan berkembang. Semakin banyak makro dan mikroorganisme tanah maka kesuburan tanahnya semakin tinggi.

Untuk menjaga stabilitas struktur serta pori-pori tanah maka dapat ditempuh dengan menghindari dan melakukan kiat/tips berikut ini:

  • Hindari penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara berlebihan sehingga membuat tanah menjadi padat. Selain itu, sering menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan air;
  • Lakukan penyiraman pada tanah yang kering secara terjadwal, sehingga tanaman yang tumbuh di atasnya akan semakin optimal, kelembaban tanahnya tetap terjaga dengan baik;
  • Berikan pupuk kandang sebagai penetral hilangnya nutrisi/unsur hara pada tanah, sehingga mengundang lebih banyak mikro dan makroorganisme tanah di sekitarnya;
  • Menerapkan jarak tanam lebih dari 1 meter atau lebih pada tanaman perkebunan agar memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam lingkungan tanah, sehingga membuatnya tidak ternaungi;
  • Lakukan penggemburan tanah pada saat akan menanam berbagai macam tanaman budidaya sayur maupun buah-buahan. Caranya dengan membuat bedengan. Pada musim tanam berikutnya bisa diganti sewaktu-waktu sesuai kebutuhan;
  • Melakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman budidaya. Penyiangan juga membantu mengurangi tingkat kepadatan tanah akibat gulma dengan akar keras yang menempel pada pori tanah.
Lahan mentimun dipenuhi gulma karena tidak dilakukan penyiangan dan pendangiran
Lahan mentimun dipenuhi gulma karena tidak dilakukan penyiangan dan pendangiran

Beberapa kiat di atas mungkin dapat anda terapkan saat sedang ingin melakukan konservasi tanah yang mungkin tanah di lahan pertanian anda cukup padat. Dengan beberapa kiat di atas, semoga bermanfaat bagi remaja, bapak, serta ibu petani dimana saja anda berada. Salam bertani. Semoga para petani di Indonesia dalam keadaan sehat walafiat. (Ditulis pada H+2 Idul Fitri 1441H).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR