Bibit Jeruk Manis

JUAL BIBIT TANAMAN ONLINE

Dapatkan informasi harga bibit tanaman murah terbaru di Indonesia.

10 Tips Mengelola Blog di Tengah Pandemi Agar Tetap Produktif

Terkurung di rumah berbulan-bulan saat pandemi Covid-19 membuat saya merasa bosan. Jika ini terus-menerus saya alami tentu tidaklah memberikan pengaruh baik bagi kesehatan mental, emosi, dan psikis saya.

Apalagi saya termasuk orang yang terbiasa beraktivitas dan bekerja di luar rumah. Berdiam diri di rumah tentu menjadi tantangan baru dan perlu beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Terus terang saja, dalam beberapa bulan ini sejak saya berdiam diri di rumah (social distancing), kepala saya terasa penuh dan sulit berpikir. Analisa saya mungkin karena bosan, cemas, penuh tekanan, serta dihadapkan pada tugas-tugas di luar kebiasaan seperti belajar secara daring (online). Pembelajaran secara daring dengan siswa menuntut saya untuk bekerja secara ekstra, seperti penyiapan materi dan bahan ajar, memberi penilaian serta membuat laporan belajar online selama kegiatan daring berlangsung. Saya tetap mengikuti arahan dari pihak Kemdikbud, dan tentunya tetap semangat mengajar walaupun status saya bekerja sebagai guru honorer di SMA Yadika Natar, kabupaten Lampung Selatan.

Berkurangnya interaksi sosial dengan orang lain mungkin juga menjadi sebab mengapa saya menjadi bosan. Yang biasanya bisa berkumpul dengan teman-teman kantor, nongkrong dengan teman lama sambil ngopi, travelling, dan lain sebagainya, maka kini harus dibatasi untuk sementara waktu.

Maka dengan kondisi di atas, saya merasa otak dan hati saya seperti mesin yang sudah berkarat dan butuh penyegaran.

Sulit Gerak dan Berpikir Di Tengah Pandemi, Namun Semua Kemalasan Harus Dilawan Untuk Tetap Produktif

Jujur saja, saat pandemi Covid-19 ini terjadi maka sisi kehidupan saya berubah total. Kini semua pekerjaan secara online dan offline saya kerjakan di rumah. Kalau bahasa kerennya namanya adalah “Work From Home/WFH“. Betul, semuanya saya kerjakan di rumah.

Dulu, sebelum ada virus corona, saya mengajar ke sekolah langsung tatap muka dengan siswa, namun kini hanya saling tatap muka di video conference, komunikasi tugas siswa via email, whatsapp, forum diskusi online untuk belajar bersama siswa saya

, dan lain sebagainya. Semuanya serba online.

Dulu juga sebelum adanya virus Corona, saya ngeblog tidak harus di rumah. Bahkan ketika berada di jam kosong mengajar, saat di ruang guru saya menyempatkan waktu untuk barangkali mengetik satu sampai dua buah artikel lalu saya posting di blog saya. Namun, kini semuanya saya kerjakan di rumah. Dan tentunya, di rumah juga banyak sekali kesibukan lain yang harus diatur dengan baik agar porsi ngeblog dan menulis saya tidak hilang.

Secara kasat mata, WFH terlihat menyenangkan. Padahal, tidak semuanya menyenangkan. Banyak sekali interaksi sosial yang dibatasi. Bahkan, saat WFH saya sangat kangen dengan siswa-siswi saya yang saya ajar. Karena mengajar di kelas secara langsung lebih seru dibandingkan dengan menggunakan aplikasi. Dan menurut saya pribadi, peran seorang pendidik (guru) tidak dapat digantikan dengan aplikasi apapun. Sebab, mendidik itu harus dari hati ke hati. Sentuhan kasih sayang harus dihadirkan dari hati ke hati, bukan dari hati ke aplikasi/teknologi.

WFH di tengah pandemi menghadirkan berbagai kisah nyata di dunia saat ini. Semuanya dibikin ngeri. Kekhawatiran akan nasib perusahaan dimana tempat bekerja mencari nafkah, ketakutan akan penutupan perusahaan menggelayut setiap harinya. Apalagi nasib perusahaan atau yayasan yang mengalami defisit/drop, tentu membuat semua orang terlarut dalam kecemasan.

Tekanan juga semakin besar setiap harinya. Terlebih mengenai pemberitaan jutaan orang mengalami kehilangan pekerjaan, seperti sulit untuk dihentikan.

Dilansir dari situs kompas.com, disebutkan bahwa setidaknya ada total 1,9 juta pekerja di-PHK dan dirumahkan akibat pandemi virus corona. Dari rincian total tersebut, pekerja terdampak corona di sektor formal yang di-PHK ada 229.789 orang. Sementara itu yang dirumahkan ada 1.270.367 orang. Sehingga total pekerja terdampak di sektor formal ada 1.500.156 orang dari 83.546 perusahaan. Selain itu, sektor informal juga terdampak. Sebanyak 443.760 orang dari 30.794 perusahaan di-PHK.

Ketidakpastian di tengah pandemi inilah yang kadang membuat saya menjadi cemas, penuh tekanan, dan berharap pandemi segera berakhir.

Walaupun di Tengah Pandemi yang Bikin Otak Saya Sedikit Konslet, Produktivitas Ngeblog Harus Tetap Oke, Jangan Loyo, Ayo Menulis !

Saat ini mungkin banyak orang yang masih awam tentang kegiatan ngeblog. Bahkan saat pendemi ini, saya sendiri pernah ditanya oleh tetangga tentang aktivitas saya yang seharian hanya di depan laptop. Mungkin mereka berpikir bahwa, orang yang di depan laptop/komputer lebih cenderung hanya bermain game atau berselancar di sosial media saja. Padahal anggapan seperti demikian ini keliru. Justru banyak orang yang di depan laptop tidak hanya bermain game atau menggunakan sosial media saja, akan tetapi, mereka memanfaatkan laptop dan internet untuk mencari penghasilan melalui blog, video youtube, atau aplikasi android yang kemudian mereka monetisasi untuk menghasilkan uang.

Bahkan, di era industri 4.0 saat ini, lini kehidupan manusia berubah drastis. Semuanya serba digital, berbasis online, dan dikendalikan oleh mesin maupun robot (Artificial Intelligence/AI). Jika kita tidak mengimbangi keadaan ini, maka kita bisa tertinggal jauh dari peradaban yang berubah semakin cepat.

Jika sebagai personal hanya memanfaatkan komputer dan internet hanya untuk bermain game dan sekedar bermain media sosial yang menghabiskan banyak kuota internet, maka coba berpikir ulang untuk memaksimalkan teknologi informasi seperti blog untuk menunjang aktivitas sehari-hari yang lebih produktif dan berkesan.

Bagi saya ngeblog merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Walaupun pada kenyataannya, di tengah pandemi ngeblog ini memang cukup banyak tekanannya. Namun saya berpikir ulang bahwa ngeblog sudah lekat dengan passion dan hobi saya. Saya harus tetap memaksakan diri untuk terus menulis di tengah pandemi. Ngeblog adalah rutinitas, dan menulis adalah keharusan. Tanpa menulis di blog rasanya hari-hari ini hampa, tiada berarti.

Banyak ide-ide gemilang yang kadang sepintas ada di pikiran harus segera disalurkan melalui tulisan-tulisan. Jika tidak, maka seperti ada kreativitas pada diri yang terputus atau hilang.

Menulis itu Menyembuhkan

Writing is healing.

Menulis itu menyembuhkan.

Pernyataan di atas, menurut penelitian dari Asosiasi Psikolog Amerika Serikat. Mereka melakukan penelitian yang melibatkan sekelompok orang dengan penyakit berat, seperti asma, artritis, dan HIV/AIDS, ditemukan bahwa kebiasaan menulis ternyata mampu membantu meningkatkan sistem imunitas bagi mereka yang melakukan kegiatan ini secara rutin dan terjadwal.

Padahal, mereka itu hanya dimintai untuk menuliskan unek-unek, berbagai pengalaman yang dihadapi, perasaan, serta berbagai hal kecil di dalam kehidupan mereka. Akan tetapi, hasilnya menunjukkan bahwa menulis mampu memperbaiki kondisi psikis, emosi dan peningkatan daya tahan tubuh (sistem imunitas).

Hal positif yang saya rasakan ketika ngeblog adalah segala penat setelah usai beraktivitas di sekolah, kekhawatiran, serta kebosanan saya hilang dengan cepat. Ya, bagi saya memang benar bahwa menulis itu menyembuhkan jiwa dan raga yang sedang kacau. Dari kegiatan menulis di blog tentu saja menghilangkan rasa bosan saya terutama di tengah pandemi virus corona saat ini.

Ketika Menulis Itu Menyehatkan dan Menjadi Obat

Cukup lama juga saya tenggelam dalam kecemasan, kebingungan dalam situasi semacam ini. Satu hingga dua bulan terakhir ini kepala rasanya “penuh”, dan otak sepertinya malas bergerak, sulit diajak kompromi. Namun, saya berpikir, semuanya ini harus dilawan agar tidak terlena pada ketidakproduktifan.

Kadang untuk mencegah kecemasan serta ketidakpastian ini, saya isi dengan sedikit melakukan kegiatan yang tidak biasanya seperti mengotak-atik theme blog, membaca buku, belajar desain grafis, belajar internet marketting, mengikuti lomba-lomba blog dan kontes SEO, serta menulis apa saja berdasarkan unek-unek yang ada di otak saya. Pokoknya semua saya kerahkan sekenanya saja. Saya tidak lagi menulis artikel di blog berdasarkan keyword dan ajaran SEO blog seperti sebelumnya. Pokoknya saya cuma menulis, menulis, dan menulis saja. Apa yang ada di kepala saya, ya langsung saya tuliskan. Hanya itu saja yang dapat saya kerahkan di tengah pandemi ini.

Tujuan saya tetap memaksakan diri untuk terus produktif menulis di blog karena saya takut “mesin di otak” saya tersebut “karatan” atau sulit untuk “digerakkan” jika tidak dipanaskan.

Dengan terus-menerus menulis di blog, maka lama kelamaan saya bisa “berpikir” kembali. Saya bisa produktif kembali, bukan karena sebagai guru honorer saja, tetapi juga sebagai sorang blogger.

Sejak saat itulah, saya mulai lebih banyak mengolah banyak blog dan saya isi dengan tulisan-tulisan yang mudah-mudahan bermanfaat untuk orang lain. Bahkan ketika belum mencapai titik normal seperti biasanya, tetapi karena dipaksakan untuk mau menulis, maka jumlah tulisan di blog saya semakin hari semakin bertambah.

Dan dari pengalaman inilah, saya dapat belajar dan membuktikan bahwa menulis itu memang “menyembuhkan”. Memang dengan menulis dan mengolah banyak blog, maka waktu saya lebih produktif, dan secara psikis saya lebih tenang, dan otak ini serasa mudah digerakan, dan tentunya tidak “karatan” lagi.

Mengelola Banyak Blog Itu Seru dan Menantang

Untuk mengisi waktu-waktu work from home atau social distancing di tengah pandemi corona saat ini, maka saya memanfaatkannya untuk mengelola banyak blog yang saya miliki. Ini saya lakukan agar waktu saya berdiam di rumah tidak sia-sia, sehingga jauh lebih produktif. Saya bisa menulis artikel-artikel terbaru, lalu saya posting di blog saya.

Saya mengelola beberapa blog yang sebenarnya memang sudah lama saya kelola secara rutin. Namun, menurut saya pribadi bahwa mengelola blog di tengah pandemi ini adalah sebuah tantangan karena terkadang harus melawan rasa bosan, serta ketidakpastian dalam kondisi yang sedang dihadapi. Sehingga kondisi semacam ini secara psikologis bisa mempengaruhi kualitas tulisan. Namun, setiap orang mempunyai kiat untuk mencegah tindakan tersebut agar tetap produktif.

Adapun blog yang saya kelola secara mandiri mulai dari domain berbayar berbasis wordpress self hosting maupun domain gratis yang dihosting di blogger.com yakni sebagai berikut:

Semua blog-blog di atas saya urus secara reguler, dan untuk update kontennya secara bergiliran atau waktu yang bersamaan. Terkadang saya isi secara kondisional khusus untuk musim pandemi saat ini.

Memiliki blog banyak bukan sesuatu hal yang baru bagi saya. Blog kini sudah menjadi wadah bagi para penulis konten artikel untuk mengembangkan tulisannya menjadi uang.

Berikut ini akan saya paparkan tentang tips mengelola blog di tengah pandemi agar tetap produktif. Sehingga mudah-mudahan perasaan bosan dan ketidakpastian segera teratasi dengan bijak.

10 Tips Produktif Ngeblog di Tengah Pandemi

Agar tetap produktif ngeblog saat pandemi, maka saya akan membagikan beberapa tips sesuai apa yang sudah saya lakukan yaitu:

1. Menggali Ide-Ide dan Kreativitas Baru

Sulit-sulit gampang rasanya untuk mencari ide segar yang belum pernah diposting di blog sebelumnya. Ide serta kreativitas ini sangat mahal sekali. bahkan jika tidak ada ide sama sekali (blank), maka tentu tidak akan ada bahan tulisan yang dapat diposting di blog.

Ide serta kreativitas baru bisa dicari dengan berbagai referensi, sebagai contoh membaca berita di koran, majalah, tulisan di internet, hasil kunjungan ke lapangan, wawancara, atau dari hasil pengalaman sendiri.

Bahkan ketika sedang asyik duduk atau bersantai, kadang saya sembari berpikir tentang ide serta kreativitas apa yang akan saya jadikan bahan untuk menulis di blog. Dan menariknya, kadang ide itu muncul secara tiba-tiba, dan menurut saya ide tersebut harus segera ditulis di dalam blog.

2. Ngeblog Sambil Ngemil dan Dengerin Musik

Saat ngeblog saya tidak pernah kaku. Bahkan saat ngeblog saya bawa santai dan fleksibel saja. Kadang saat ngeblog saya hanya memakai kaos oblong atau celana pendek biasa saja (tidak formal seperti saat saya mengajar di sekolah). Saat lapar, dan mau makan tinggal mengambil di dapur. Mau kencing dan BAB tinggal ke toilet yang dekat di kamar. Mau tidur sekedar untuk menginstal ulang otak yang penat, tinggal langsung tidur saja di ranjang yang dekat dengan kantor ngeblog saya. Mau liburan dengan keluarga, maka hari apa saja siap (dulu sebelum pandemi). Pokoknya semua serba fleksibel. Lebih nyaman dan asyik. Karena sesungguhnya hidup itu harus bebas, tidak boleh ada paksaan, namun tentu tetap terarah.

Dan saat ngeblog terkadang saya harus dengan suasana sunyi atau dengan musik. Namun lebih sering sambil mendengarkan musik. Dan tidak lupa saya selalu menyiapkan cemilan (makanan ringan) di meja kerja saya untuk menunjang produktivitas ngeblog.

Berikut ini ruang kerja ngeblog saya dengan suasana sederhana:

3. Tentukan Tempat Lokasi Ngeblog Yang Fleksibel

Posisi menentukan prestasi. Itulah sebuah ungkapan yang sering dibicarakan banyak orang. Memang saya setuju dengan ungkapan tersebut, yang semata-mata memotivasi kita untuk terus maju, dan bebas menentukan posisi dimana kita harus duduk. Dan ungkapan ini saya gunakan saat ngeblog.

Saat ngeblog saya berpindah-pindah posisi tempat duduk agar tidak bosan. Kadang nulis sambil duduk di lantai, di ruang tengah sambil nonton televisi, di ruang tamu, bahkan di teras rumah atau taman sambil mencari inspirasi segar.

ngeblog sambil duduk di lantai

Bagi saya ngeblog itu butuh inspirasi dan tempat khusus yang nyaman. Tujuannya adalah supaya kegiatan menulis di blog lebih produktif.

4. Pikirkan Bahwa Dirimu Harus Kembali Ke Tujuan Awal Ngeblog

Saat merasa bosan, terutama di tengah pandemi saat ini, maka saya selalu mengatakan kepada diri saya, bahwa tujuan awal ngeblog saya itu mau kemana? tentu dengan menanyakan ini pada diri sendiri maka akan teringat dengan tujuan di awal ngeblog, sehingga mau tidak mau harus tetap menjalaninya dengan semangat.

Dan tentunya, rasa malas yang terkadang muncul dapat ditangani dengan menanyakan tujuan ngeblog pada diri sendiri secara rutin. Sebagai akibatnya, akan mudah termotivasi untuk semakin produktif menulis.

5. Membuat Rincian Jadwal Ngeblog Selama Pandemi

Saat pandemi Covid-19 ini muncul, maka kegiatan offline saya seperti mengajar di sekolah libur, sehingga pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring (online). Sehingga semakin banyak waktu lain, seperti kegiatan ini saya integrasikan dengan kegiatan online ngeblog di rumah.

Dan jadwal ngeblog di musim pandemi ini lebih saya fokuskan untuk perbanyak mengikuti kontes lomba blog dan SEO. Walaupun demikian, tentu saya juga tetap menulis artikel di blog yang saya kelola seperti biasanya sesuai topik blog masing-masing.

jadwal di tengah pandemi ini lebih saya perbanyak mengikuti kontes blog dan SEO.

6. Mengikuti Event-Event Lomba Kontes SEO dan Blog

Saat musim pandemi virus corona ini, sebenarnya waktu khusus saya untuk menulis di blog lebih banyak. Namun, entah mengapa justru saat pandemi ini memang banyak tantangan secara psikologis saat harus menyelesaikan batas waktu (deadline) tulisan.

Bahkan saya lebih memperbanyak konten tulisan di blog yang berkaitan dengan kegiatan lomba blog atau kontes SEO. Dengan mengikuti kegiatan semacam ini maka produktivitas menulis juga akan meningkat. Selain itu, akan mengasah kemampuan menulis dan SEO yang saya tekuni selama ini.

Pada ajang kontes seo yang saya ikuti, misalnya, maka saya akan mengetahui seberapa mahir dalam belajar SEO selama ini. Serta menguji kompetensi saya selama ngeblog, sudah baguskah artikel yang ditulis sehingga google menempatkan posisi artikel saya di halaman pencariannya (search engine).

Dan tentunya untuk lomba kontes SEO dan blog ini bukan semata-mata saya ingin mendapatkan uang dan juara, namun saya hanya ingin belajar, menambah wawasan dan pengalaman. Dan yang paling terpenting adalah harus berani tampil saja dulu. Masalah kalah atau menang urusan belakangan. Dan jika ditakdirkan menang dalam kontes SEO maupun blog, itu adalah sebuah hadiah dari jerih payah yang diperjuangkan.

Berikut ini jadwal lomba blog dan kontes SEO selama musim pandemi yang saya ikuti:

jadwal ngeblog saya di musim pandemi lebih dikerahkan untuk hal-hal yang menghibur dan santai, yaitu mengikuti kontes SEO dan lomba blog.

7. Memperbarui Artikel Blog Secara Berkala

Karena waktu untuk ngeblog lebih banyak, maka saya isi dengan menulis konten di blog secara berkala. Setiap blog saya targetkan per minggu minimal 1-2 artikel. Lebih banyak artikel yang terbit tentu jauh lebih bagus. Sebab, semakin sering mengupdate artikel baru di website, maka secara otomatis akan memperkuat blog kita di mesin pencarian google (search engine). Dengan begitu, peluang untuk berada di posisi terbaik google search akan tinggi dan memperbanyak jumlah pengunjung blog.

Jika blog yang dibuat tidak pernah diperbarui artikelnya, maka biasanya yang terjadi adalah ranking website atau blog akan turun sehingga jumlah kunjungan situs akan menurun.

Maka dari itu, selama pandemi ini saya selalu berkomitmen untuk terus memperbarui artikel-artikel di blog agar ada sajian baru untuk pengunjung setia di blog saya ini.

8. Blogwalking

Blogwalking ini merupakan kegiatan yang sebenarnya bertujuan untuk berkunjung ke blog lain. Blogwalking juga bisa diisi dengan memberikan komentar sekaligus pada salah satu artikel di blog orang lain yang dikunjungi.

Adapun tujuan dari blogwalking biasanya adalah untuk mencari sumber backlink (link building), memperkenalkan blog dan tulisan kepada blogger lain, sebagai ajang silaturahmi, mencari ide menulis, atau bisa sebagai senjata untuk memotivasi agar terus aktif menulis di blog.

Kegiatan blogwalking ini sering saya lakukan tidak hanya pada musim pandemi saja, namun pada hari-hari normal sebelumnya sering saya lakukan dengan tujuan untuk mencari inspirasi, berteman dengan sesama blogger, dan lain sebagainya.

9. Menjadikan Blogging Sebagai Tempat Sumber Penghasilan

Dari kegiatan ngeblog yang saya lakukan, saya bisa mendapatkan penghasilan dari apa yang saya tulis. Sehingga kegiatan menulis ini bisa lebih produktif, terlebih mampu membantu finansial saya secara keseluruhan, termasuk saat pandemi ini berlangsung. Karena selama ini saya hanya bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah SMA swasta di kabupaten Lampung Selatan.

Dalam beberapa kali kesempatan, terkadang ada saja pengiklan yang mengajak kerjasama content placement, dan saya dibayar dengan memosting artikel review dari produk yang mereka miliki. Jumlahnya bayaran per artikel placement yang saya posting di website cukup lumayan untuk kehidupan saya. Sehingga terkadang uangnya saya gunakan untuk melengkapi perlengkapan ngeblog yang masih kurang. Atau bisa saya pakai uangnya untuk memperpanjang domain dan hosting website yang saya kelola.

Dari kegiatan ngeblog ini juga saya dapat penghasilan dari Google AdSense yang cukup untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan saya sehari-hari seperti membeli beras, tagihan pulsa dan rekening listrik, uang bensin untuk ke sekolah, membeli baju, celana, serta perlengkapan rumah lainnya.

Dari kegiatan ngeblog saya pun mampu membuka toko online bibit tanaman, yang hasil dari penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau hasilnya sedikit-dikit saya tabung untuk masa depan.

Intinya, hampir 100% kehidupan saya ditopang oleh penghasilan saya dari ngeblog. Dan dari ngeblog ini saya merasa sangat senang dan tidak merasa tertekan, karena hobi menulis saya dibayar. Dan menurut saya, hobi yang dibayar itu jauh lebih menyenangkan.

10. Mengevaluasi Kinerja Blog

Mengevaluasi kinerja blog sangat penting dilakukan. Evaluasi terkadang saya lakukan secara menyeluruh atau pada kondisi-kondisi tertentu saja. Misalnya, pada saat traffic/visitor blog sedang turun. Maka saya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari konten yang saya posting apakah melanggar kebijakan webmaster google atau tidak.

Evaluasi juga saya lakukan terkait dengan tampilan dan loading blog. Karena saat ini kedua hal ini sangat penting. Tampilan blog bukan semata-mata mengukur pada tampilan visual saja, namun lebih kepada navigasi situs, tampilan situs yang mobile friendly, kecepatan situs dan kemudahan pengguna (user) saat menjelajahi blog kita. Intinya, sebisa mungkin membuat nyaman pengunjung situs saat berkunjung. Dan biasanya jika pengunjung merasakan kenyamanan saat berkunjung di blog, maka mereka akan kembali lagi ke blog yang kita miliki.

Penutup:

Dari penjelasan serta kesepuluh tips di atas jika dijalankan dengan baik maka ngeblog di tengah pandemi akan jauh lebih menyenangkan dan bukan menjadi tekanan psikis. Dan tentunya saya berharap kepada teman-teman untuk terus semangat, produktif menulis di blog, tanpa bermalas-malasan saat work from home di tengah pandemi ini. Semoga apa yang kita tulis di blog bisa memberikan kebermanfaatan bagi pemilik blog dan pengguna yang mengunjungi blog kita. Sebagai harapan saya, mudah-mudahan pandemi covid-19 ini segera berakhir dan kita bisa bernostalgia dengan kondisi normal seperti biasanya. Silakan baca juga #OnlineinAja Idemu di Blog Agar Gak Bosen di Tengah Pandemi

***

Sumber Referensi Pendukung:

NomorSumber Pustaka
1.Qwords. 2020. Tersedia secara online di situs https://www.qwords.com/, diakses pada hari Selasa, 2 Juni 2020, pukul. 08.00 WIB.
2.Bridget Murray. 2002. Writing to Heal (By Helping People Manage and Learn From Negative Experiences, Writing Strengthens Their Immune Systems As Well As Their Minds). Tersedia secara online di situs https://www.apa.org/monitor/jun02/writing, diakses pada hari Selasa, 2 Juni 2020, pukul 07.14 WIB.
3.Kompas. 2020. Total 1,9 Juta Pekerja Di-PHK dan Dirumahkan Akibat Pandemi Virus Corona. Tersedia secara online di situs https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/19/081000465/total-19-juta-pekerja-di-phk-dan-dirumahkan-akibat-pandemi-virus-corona, diakses pada hari Selasa, 2 Juni 2020, pukul. 08.30 WIB.
4.Priyono, Wahid. 2020. Forum Diskusi Online (Belajar Online di Rumah). Tersedia secara online di situs http://forum.tipspetani.com/diskusi/forum/sains-biologi/, diakses pada hari Selasa, 2 Juni 2020, pukul 08.46 WIB.
5.Postermywall. 2020. Tersedia secara online di situs https://www.postermywall.com/, diakses pada hari Selasa, 2 Juni 2020, pukul 08.11 WIB.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR