Varietas Padi IPB-3S, Produksi Capai 13,4 Ton

Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi meluncurkan varietas padi unggul IPB-3S guna membantu pihak pemerintah dalam mencegah krisis pangan secara nasional. Padi merupakan produk pangan nasional yang sudah mendarahdaging bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain gaplek, yang terbuat dari ubi kayu (singkong), padi merupakan makanan pokok yang telah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Padi sendiri selalu dibudidaya oleh masyarakat petani guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Petani seringkali menggunakan beberapa varietas padi untuk dikembangbiakan di lahan pertanian miliknya, salah satunya yaitu padi varietas IPB 3S yang akhir-akhir ini mulai gencar ditanam oleh sejumlah petani di dalam negeri.

Padi IPB 3S
Padi IPB 3S Malainya Sangat Banyak

Padi (nama ilmiah: Oryza sativa) dengan varietas IPB-3S ini telah dirilis sejak tahun 2012 silam, dan hingga saat ini proses pengembangan padi ini terus dilakukan, bahkan beberapa dosen, mahasiswa, pihak pemerintah negeri maupun swasta, kelompok tani, maupun masyarakat mulai melakukan penelitian-penelitian terhadap padi unggul jenis ini. Hingga saat ini, padi IPB 3S mampu memberi rekon muri yakni mencatatkan produktivitas 8,5 ton/hektar GKG (lebih tinggi 3 ton dari rata-rata beras biasa yaitu 5-6 ton GKG/hektar.

Di tengah tantangan anomali cuaca yakni adanya El-Nino di musim kemarau, produktivitas hasil pertaniannya masih maksimal, dan selain itu, padi dari IPB 3S dan IPB 4S juga mempunyai efisiensi penggunaan Nitrogen (N) sebanyak 20% . Padi IPB 3S itu sendiri memiliki makna bahwa IPB adalah kampus yang menaungi proses penelitian dan pengembangan varietas tersebut, sementara itu, 3S menandakan varietas ketiga yang dirilis, dan kode huruf “S” bermakna “sawah”. Kampus IPB Bogor juga merilis padi dengan kode huruf “R” khusus untuk ditanam pada lahan “rawa”.

Menurut keterangan dari Presiden Republik Indonesia, yakni Joko Widodo (melalui akun twitternya @jokowi), bahwa dengan varietas IPB 3S ini mampu memproduksi hasil panen sebanyak 13,4 ton/ha lahan.  Berikut ini foto mesranya presiden Jokowi bersama jajaran para perintis padi varietas dari kampus ternama ini.

“Varietas padi IPB 3S ditemukan Hajrial Aswidinnoor bisa 13,4 ton/ha. Dukung penemuan bibit unggul untuk petani -Jkw”

Padi IPB 3S dilaunching oleh presiden RI Joko Widodo
Komentar Joko Widodo, (Presiden RI) Soal Padi IPB 3S

Varietas padi IPB 3S ditemukan oleh Dr. Hajrial Aswidinnoor. Padi jenis IPB 3S ini mempunyai ciri-ciri khas dan keunggulan seperti:


1. Umur Tanaman Genjah/Lebih Cepat Sekitar 112 Hari


Keunggulan dari padi varietas IPB 3S adalah umurnya lebih genjah (pendek) dibandingkan varietas biasa seperti Ciherang. Umur varietas padi ini adalah 112 hari. Selain daripada itu adalah batang tanamannya lebih besar dan nampak lebih segar. Apabila dilihat padi IPB-3S ini memiliki postur perawakan tubuh yang lebih tinggi daripada varietas padi pada umumnya.

2. Tanaman Tahan Terhadap Kekeringan/Tanah Kemarau


Padi dengan varietas IPB 3S ini termasuk jenis padi yang tidak manja. Pada beberapa jenis lahan seperti lahan tadah hujan, padi jenis ini mampu beradaptasi dengan baik pada lahan yang sedikit/semi basah, bahkan hingga lahan yang terlalu kering akibat musim kemarau yang terlalu panjang. Sifat/karakteristik dari tanaman padi IPB-3S ini tidak terlalu membutuhkan banyak air. Air yang ada dilahan tanam tidak perlu banyak cukup macak-macak (basah) saja, jadi tidak perlu selalu digenangi oleh banyak air. Sebaiknya untuk menanam padi IPB 3S dilakukan diawal musim penghujan menuju musim kemarau supaya potensi hasil panen menjadi tinggi.


3. Potensi Hasil Panen Sangat Tinggi


Varietas padi lain dalam sekali panen rata-rata hanya mencapai 7 – 10 ton/ha lahan, akan tetapi berbeda dengan varietas padi IPB 3S ini dalam satu kali panen perdana mampu memproduksi gabah kering hingga sebanyak 11,2 – 13,4 ton/ha lahan, dengan rata-rata hasil panen capai 7 ton/ha lahan. Proses perawatan dan penanaman yang benar tentu menjadi kunci sukses dalam mencapai hasil panen yang tinggi tersebut. Kuncinya agar potensi panen padi IPB 3S adalah menanam 3-4 benih tiap satu lubang tanam, serta proses perawatan tanaman dan pemupukan yang tepat.

4. Tahan terhadap penyakit Tungro dan serangan hawar daun bakteri patotipe III


Untuk menyiasati tanaman padi IPB 3S agar tidak terserang hama dan penyakit pada tanaman, maka para petani dapat menempuh cara yaitu melalukan pemupukan yang berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit secara terarah. Penyakit tungro umumnya disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda yaitu virus berbentuk batang Rice tungro bacilliform virus dan virus berbentuk bulat yakni Rice tungro spherical virus. Penyakit tungro ini juga terbukti mampu menghambat laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi, sehingga tak heran apabila banyak pada yang terserang penyakit tungro kemudian memiliki postur tubuh yang kerdil, serta pertumbuhan tanaman padi yang tidak serempak. Atau dapat dikatakan bahwa, penyakit tungro ini kerap menyerang tanaman yang masih dalam tahap pertumbuhan vegetatif.


5. Padi Varietas IPB 3S Cocok Ditanam Di Berbagai Jenis Lahan


Padi IPB 3S ini sangat bagus dibudidaya/ditanam untuk para petani di dalam negeri. Padi varietas ini sangat cocok ditanam pada berbagai jenis lahan termasuk dilahan-lahan irigasi, tanah gambut berawa, lahan persawahan, dan lahan tadah hujan. Sementara itu, untuk syarat tumbuh dari padi ini adalah pada ketinggian lahan mulai dari 0 – 600 meter di bawah permukaan air laut.


6. Bentuk gabah agak medium (gendut)


Pada umumnya bentuk gabah pada padi jenis lain adalah langsing-langsing, namun untuk jenis padi varietas IPB 3S memiliki bentuk gabah agak medium (gendut-genduk/gemuk). Terlihat bahwa gabahnya memiliki bobot yang cukup ideal, sehingga jelaslah bahwa produktivitas hasil pertanian padi dapat ditingkat hanya dengan mencoba membudidaya padi IPB 3S ini.


7. Jumlah gabah permalai di atas 300 butir


Umumnya pada ditanam pendek-pendek, anakan padinya banyak, akan tetapi malai atau sekumpulan bunga padinya hanya kisaran 160 – 200 buah. Dan untuk padi IPB 3S ini sendiri bisa satu tangkai berisi 300 – 400 butir malai. Bobot bulir padi lebih berat yakni 28 gram untuk tiap 1.000 biji, sedangkan pada pada umumnya hanya memiliki berat bulir sebanyak 26 gram tiap 1.000 biji.

8. Tekstur nasi pulen


Tekstur nasi dari varietas padi IPB 3S adalah pulen, jadi masyarakat yang sudah mencoba memasaknya mengatakan katanya nasinya lebih enak daripada ciherang. Kadar amilosa yang terkandung di dalam bulir beras ini juga sangat manis sehingga disukai oleh masyarakat.

Lahan Persawahan Yang Ditanami Padi Genjah Varietas IPB 3S
Lahan Persawahan Yang Ditanami Padi Genjah Varietas IPB 3S, Foto Original: guruilmuan.blogspot.co.id

Data dan Spesifikasi Lain Untuk Varietas Padi IPB 3S:

  • Nomor silsilah: IPB97-F-15-1-1
  • Golongan: cere
  • Umur tanam yakni 112 hari (lebih genjah dari beras biasa)
  • Asal persilangan genetika: IPB6-d-10s-1-1-1/Fatmawati
  • Bentuk tanaman dan posisi daun tumbuh tegak
  • Tinggi tanaman 118 cm
  • Warna batang dan kaki: Hijau
  • Anakan produktif: 7-11 batang
  • Permukaan daun kasar
  • Warna telinga dan lidah daun: Tidak berwarna
  • Posisi daun dan daun bendera: tegak
  • Bentuk gabah: medium (agak gemuk)
  • Warna gabah: Kuning jerami
  • Kerebahan tanaman: tahan
  • Kerontokan: sedang
  • Jumlah gabah total permalai 200 – 300 bulir
  • Rata-rata hasil panen: 7,04 ton/ha GKG
  • Potensi hasil panen optimal: 10,23 ton/ha GKG
  • Bobot untuk tiap 1.000 butir: 28,2 gram
  • Tekstur nasi pulen dan tidak benyek
  • Kandungan kadar amilosa: 21,6%
  • Ketahanan terhadap hama: Agak rentan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan 3
  • Ketahanan terhadap penyakit: Tahan terhadap penyakit tungro, agak tahan terhadap penyakit blas ras 033, agak tahan terhadap HDB ras III.
  • Anjuran penanaman: Di lahan sawah, irigasi, dan tadah hujan (ketinggian lahan 0-600 mdpl)
  • Pemulia: Hajrial Aswidinnoor, Willy Bayuardi S, Yudiwanti WE Kusumo, dan Desta Wirnas
  • Peneliti: Sutardi, Toni Eka Putra, Titiek Ismaryati, Asep Suryana, Winda Halimah, Deni Hamdan Permana, Said Gatta, Sumiyati, Baehaki SE, dan Triny S. Kadir.
  • Teknisi: Adang, Jaenal, Jumisnan, Joko Mulyono, Suti’ah, Sulaeman, Rohana, Siti Nurmah, Iroh, Robiah, Odah.
  • Pengusul: kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Sementara itu, jenis padi-padi lainnya yang pernah dibuat oleh kampus IPB tersebut diantaranya adalah IPB Kapuas 7R (jenis padi rawa), IPB 4S (jenis padi sawah), IPB 3S (jenis padi sawah), IPB Batola 5R (jenis padi rawa), IPB Batola 6R (jenis padi rawa). Tentu dari masing-masing varietas padi unggul tersebut mempunyai ciri khas dan keuntungan/keunggulan masing-masing.

Demikian informasi tentang: “Mengenal Varietas Padi IPB 3S, Produksi Capai 13,4 Ton“. Semoga apa yang telah disampaikan di atas bermanfaat untuk kita semuanya. Mari untuk teman-teman petani semuanya untuk memulai bertanam padinya dengan mencoba varietas padi unggul IPB 3S yang tidak kalah bagusnya dengan varietas padi lain.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *