Cara Mengatasi Daun Pepaya Menguning Karena Hama dan Penyakit

Gejala daun pepaya sering menguning sering kali terjadi ketika pembudidayaan pepaya dilakukan. Menguningnnya daun pepaya bisa disebabkan oleh banyak faktor. Seperti terjadinya difisiensi unsur hara (kekurangan unsur hara tertentu) yang dapat membuat daunnya menguning. Daun pepaya menguning bisa disebabkan karena tanaman mengalami gejala klorosis dan nekrosis. Penyakit daun menguning pada pepaya terjadi pada semua jenis pepaya, baik pepaya california, kalina, dan lain sebagainya.

Gejala nekrosis dan klorosis adalah gejala paling umum terjadi pada tanaman pepaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, solusinya tinggal tambahkan jenis pupuk yang mengandung unsur Nitrogen dan Magnesium.

Daun pepaya sehat tanpa daun menguning
Daun pepaya sehat tanpa daun menguning. Photo original by Wahid Priyono (tipspetani.com)

Penyebab daun pepaya sebenarnya tidak hanya karena gejala nekrosis dan klorosis, tapi bisa karena serangan hama dan penyakit, kerusakan akar, serta kekurangan unsur hara Nitrogen (unsur N dalam tanah rendah).

Pertama, kerusakan akar akibat aktivitas serangga, hama seperti uret. Efeknya adalah pengiriman/transportasi air terganggu, daun menguning, bunga kecil dan sedikit, serta lama kelamaan akan gugur. Kedua, akar tergenang. Penyebab lain, kurangnya unsur Nitrogen di dalam tanah sehingga berpengaruh terhadap kesehatan tanaman.

Namun apabila penyebab daun pepaya menguning akibat serangan hama dari golongan serangga (insecta), maka segera menanggulangi/mencegah sedini mungkin. Benamkan insektisida butiran berbahan aktif karbofuran di daerah perakaran. Dosis instruksi di label yang telah anda beli. Untuk mencegah kuning daun pada pepaya akibat genangan air berlebih, maka buat guludan di sekeliling pohon dan perbaiki sistem drainase air dengan membuat parit-parit. Tambahkan pupuk organik atau pupuk dengan kandungan Nitrogen cukup tinggi sesuai anjuran.

Solusi lainnya untuk mencegah daun kuning pada pepaya yakni: Sebelum menanam, biarkan lubang tanam selama sepekan agar tekena cahaya matahari. Setelah itu tambahkan pupuk dasar/pupuk kandang dan bahan organik (bisa dari sisa pembakaran). Lalu, setelah sepekan, taburkan juga insektisida butiran berbahan aktif karbofuran pada lubang sesuai dosis pada label. Buat saluran drainase (terutama pada lahan yang kelebihan air). Gunakalah bibit sehat dan vigor yang disemai di media bebas telur serangga. Silakan baca juga: Manfaat/Fungsi/Kegunaan Mulsa Organik di Lahan Kebun dan Sawah.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *