6 Cara Merawat Tanaman Cabe agar Cepat Berbuah Lebat dan banyak

Merawat tanaman cabe memang sangat mudah dilakukan. Teknik/cara perawatan cabe meliputi beberapa hal seperti: penyiraman, pendangiran dan penyiangan, pemupukan, pemberian tiang ajir dan mulsa, serta melakukan perempelan pada tanaman cabe.

  1. Penyiraman

Tanaman cabe harus disiram agar tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Penyiraman tanaman cabe sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari sebelum matahari tenggelam.

Penyiraman cabe sebaiknya juga menggunakan air bersih yang tidak tercemar oleh bahan berbahaya beracun atau dengan kata lain tidak tercemar oleh polutan yang dapat membahayakan bagi fisiologis tanaman.

Pada musim kemarau, penyiraman tanaman cabe harus dilakukan secara intensif, mengingat bahwa pada waktu tersebut lahan tanam (tanahnya) menjadi kering dan tidak lembab, sehingga media tanam membutuhkan air dalam jumlah cukup.

Sebagai informasi bahwa, air merupakan komponen penting penyusun protoplasma di dalam sel hidup. Termasuk air juga berguna untuk menjaga permeabilitas membran sel, pengaturan fisiologi tumbuhan, mempertahankan kekuatan sel, serta membantu dalam proses reaksi kimia tertentu.

Oleh karena itulah, penyiraman harus dilakukan seintensif mungkin sesuai dengan kebutuhan tanaman.

  1. Pendangiran dan Penyiangan

Pendangiran merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh petani supaya lahan tanam menjadi lebih bersih, serta terbebas dari gulma (rumput-rumput liar yang membahayakan bagi pertumbuhan tanaman).

Pendangiran dilakukan kapan saja, dengan menggunakan alat perkakas bisa berupa pencong, atau alat pengoret lainnya.

Pastikan setelah dilakukan pengoretan (pendangiran), agar lahan tanamnya tetap bersih, sebab lahan tanam yang banyak ditumbuhi oleh gulma dapat menyebabkan tanaman menjadi tumbuh kerdil, pertumbuhan organ tanaman lambat, serta berpeluang tumbuhnya hama dan penyakit dapat muncul.

Morfologi Tanaman Cabe
Morfologi Tanaman Cabe

Sementara itu, penyiangan bertujuan untuk menggemburkan lahan tanam supaya proses penyerapan nutrisi, air dan garam-garam mineral dapat terjadi secara efisien. Menggemburkan lahan tanam dapat dilakukan kapan saja dan pastikan bahwa penyiangan tersebut dapat memberikan efek positif bagi pertumbuhan tanaman.

  1. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman cabe berfungsi agar tanaman cabe tetap mendapatkan porsi nutrisi yang cocok untuk masa depannya. Pemupukan tanaman cabe bisa menggunakan pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk organik bisa didapat dari kotoran hewan ternak yang telah dikeringkan. Kotoran hewan ternak dapat diperoleh dari kotoran hewan ternak seperti kotoran ayam, kotoran sapi, kambing, dan beberapa hewan unggas dan hewan pengerat lainnya. Pupuk organik juga bisa diperoleh dari jerami pada yang dibakar/difermentasikan, dari dedaunan yang telah membusuk (kompos), dan lain sebagainya. Untuk penggunaan pupuk organik sebaiknya diberikan pada tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa pertumbuhan, sebaiknya pemberian pupuk organik lebih ditingkatkan, dan nanti jika tanaman sudah mengarah ke tingkat dewasa (perkembangan bunga, dan buah), maka penggunaan pupuk anorganik dapat dilakukan.

Pupuk anorganik dapat diperoleh atau dibeli langsung di toko penjualan bibit. Pupuk anorganik yang direkomendasikan untuk tanaman cabe dalam masa pertumbuhan dan perkembangan adalah pupuk phonska cair, pupuk urea, TSP, KCL, dan pupuk perangsang buah yang telah banyak diperjualbelikan secara komersil di pasaran.

Penggunaan pupuk anorganik sangat tidak dianjurkan pada tanaman cabe yang masih disemai/dalam masa perkecambahan karena pada masa perkecambahan tanaman cabe yang masih muda masih membutuhkan tingkat penyesuaian diri yang bagus terhadap lingkungan sekitarnya.

  1. Pemberian Tiang Ajir dan Mulsa

Tiang ajir dan mulsa merupakan bagian penting yang juga dapat membuat pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih efektif dan efisien.

Pemberian tiang ajir sebaiknya dilakukan pada tanaman yang telah dipindahkan dari tempat penyemaian bibit di lahan bedengan. Tiang ajir dapat terbuat dari bilah-bilah bambu yang dipotong memanjang dengan ukuran kira-kira 100 cm. Tiang ajir ditancapkan di tanah dekat tanaman tumbuh. Adapun tujuan dari pemberian tiang ajir yaitu supaya tanaman cabe tidak mudah roboh tertiup angin, hujan lebat, atau dari gangguan hewan-hewan herbivora.

Sementara itu, mulsa plastik umumnya telah banyak dipakai oleh petani cabe di Indonesia. Pemberian mulsa sangat penting dengan tujuan supaya tanaman cabe tetap tumbuh optimal, kelembaban dan temperatur tanah terjaga baik, serta mencegah agar lingkungan tanam cabe tidak ditumbuhi gulma, serta supaya nutrisi di dalam tanah tidak mudah erosi terbawa air hujan.

  1. Perempelan Pada Tanaman Cabe

Perawatan tanaman cabe yang tak kalah pentingnya adalah perempelan. Perempelan merupakan usaha yang dilakukan petani cabe untuk memotong/memangkas bagian tunas aksiler (tunas liar) yang dapat menyebabkan tanaman cabe memiliki buah sedikit.

Perempelan tanaman cabe sebaiknya dilakukan jika tanaman cabe sudah benar-benar dewasa sebelum menghasilkan bunga dan buah.

Cara perempelan yaitu memotong 1 – 3 tunas liar yang ada bagian pangkal batang utama, biasanya pertumbuhan tunas aksiler ini paling lambat dibandingkan tunas yang lainnya.

Jika pemotongan tunas dilakukan secara benar, maka efektivitas proses pembungaan pada tanaman cabe akan semakin melimpah sehingga produksi buah cabe akan meningkat yang berpotensi memperbanyak hasil panen yang diperoleh.

  1. Pemberantasan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe

Hama dan penyakit merupakan musuh bebuyutan bagi petani dan tanaman cabe itu sendiri. Sebab, biasanya hama dan penyakit dapat menyerang tanaman cabe dalam waktu relatif cepat, serta perkembangan hama dan penyakit sulit dikendalikan jika tanpa menggunakan obat pertanian. Obat-obat pertanian yang dapat digunakan oleh petani untuk pemberantasan hama dan penyakit dapat berupa herbisida, fungsisida, insektisida, dan berbagai macam obat pertanian lainnya baik yang disemprot atau diberikan langsung pada tanaman yang terinfeksi.

Cara paling ampuh pemberantasan hama dan penyait juga bisa dilakukan dengan menggunakan biopestisida yakni menggunakan mikroba dari golongan Bacillus thurungiensis yang bisa dijadikan sebagai agen hayati untuk membunuh hama yang membahayakan bagi tanaman cabe. Namun, dalam praktekan untuk pengembangbiakan bakteri Bacillus thrungiensis tidak semudah yang dibayangkan, karena memerlukan beberapa peralatan cukup modern.

Adapun jenis-jenis hama yang sering diberantas oleh pestisida meliputi beberapa contoh, misalnya: antraknosa, penyakit busuk buah, ulat grayak, penyakit kuning, hama pemotong tunas tanaman cabai, dan lain sebagainya.

Semoga dari keenam penjelasan tentang perawatan cabe di atas dapat bermanfaat untuk anda. Jika ada rekan-rekan petani yang ingin menambahkan, silahkan. Salam budidaya pertanian.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *