Bibit Jeruk Manis

JUAL BIBIT TANAMAN ONLINE

Dapatkan informasi harga bibit tanaman murah terbaru di Indonesia.

UNTAN Membangun Ekosistem Digital Menuju Cyber University

Derasnya arus globalisasi ternyata memberikan dampak perubahan yang cukup signifikan terhadap berbagai lini kehidupan. Tak terkecuali di bidang pendidikan. Dulu, pemanfaatan teknologi dan informasi di kampus-kampus tidak seramai sekarang ini. Sebagai contoh, ada kampus yang dulunya tidak mempunyai sosial media, namun kini semuanya sudah hampir memiliki semua itu. Atau sistem pembelajaran yang dulunya masih tradisional (manual), kini sudah menggunakan aplikasi belajar online (e-learning). Dan tentunya masih banyak lagi contoh konkret di lapangan yang saat ini sudah marak pemanfaatan teknologi dan informasi melalui media digital.

Media digital mempunyai peran strategis dalam menghimpun peradaban kampus yang lebih tinggi. Semua database kampus terekam dalam satu naungan sistem/aplikasi/server yang handal. Database ini nantinya akan digunakan sewaktu-waktu untuk berbagai kepentingan di masa sekarang dan yang akan datang. Intinya semua berbasis online dan dapat diakses lebih cepat oleh siapa, kapan dan dimanapun mereka berada.

Salah satu Perguruan Tinggi di provinsi Kalimantan Barat yang sudah menuju ke ekosistem digital dan cyber university yaitu Kampus Universitas Tanjungpura atau biasanya orang menyapa sebagai kampus “Untan“. Untan merupakan salah satu kampus negeri di bawah naungan kemenristekdikti. Kampus ini terletak di Pontianak yang merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Barat.

Kampus Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat
Gedung Rektorat Kampus Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, (Sumber: https://www.untan.ac.id/)

Langkah Untan menuju era digitalisasi kampus dan cyber university ini patut diapresiasi, sangat bagus dan bukan tanpa dasar apapun. Cyber university dan ekosistem digital merupakan wadah untuk mempersiapkan Perguruan Tinggi menghadapi revolusi industri 4.0 seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang kian pesat. Artinya, dalam revolusi industri jika dulu barang fisiknya ada, dan sebelumnya sudah otomasi sistem yang dikembangkan melalui perangkat komputer, ternyata tidak cukup disitu, sekarang barang mengarah pada otomasi.

Apa Itu Ekosistem Digital dan Cyber University?

Ekosistem digital berasal dari dua kata yaitu ekosistem dan digital. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekosistem memiliki pengertian yaitu keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi.  Sedangkan kata “digital” menurut KBBI yaitu berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dengan penomoran. Jadi, jika ditarik suatu pengertian, bahwa ekosistem digital yaitu lingkungan digital berbasis teknologi informasi (TIK) yang di dalamnya terdapat orang-orang yang saling berinteraksi secara online, pemanfaatan program dan aplikasi tertentu. Ekosistem digital ini sebagai penunjang berdirinya suatu kampus yang lebih berwarna, penuh ide, dan sebagai infrastruktur dalam pengembangan media informasi kepada civitas akademik dan masyarakat umum.

Sementara itu, cyber university bisa diartikan sebagai pendidikan canggih di era digital. Evolusi digital dapat dimulai dari sistem manajemen universitas, database mahasiswa, pelaporan keuangan universitas, proses akademik, e-scoring, perpustakaan digital, laporan tugas mahasiswa, dan lainnya, (USAID, 2013).  Kemudian menurut Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, seperti dilansir dari situs resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional, bahwa cyber university harus dipandang sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, jangan dipandang sebagai alat yang memudahkan, tetapi untuk memotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang berbasis pada internet demi mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih baik lagi.

Adapun upaya positif sejauh ini yang sudah dilakukan Untan untuk menuju cyber university antara lain:

1. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Secara Daring

SCMB UNTAN

Sebagai kampus negeri, maka Untan setiap tahun ajaran baru selalu membuka pendaftaran mahasiswa baru. Tujuan dari hal ini tentu saja ingin menyaring calon-calon mahasiswa baru unggul yang mempunyai bidang khusus yang diminati. Penerimaannya melalui berbagai jalur seperti:

Keempat website di atas merupakan cara untuk mendaftar menjadi calon mahasiswa baru Untan secara daring.

2. Sistem Informasi Akademik (Siakad Online)

Siakad online UNTAN

Sistem Informasi Akademik atau biasanya disebut mahasiswa dan dosen sebagai siakad online merupakan aplikasi yang memang harus tersedia di kampus. Di sistem aplikasi ini, maka para dosen dapat mengajukan kontrak perkuliahan, memberikan penilai secara individual kepada seluruh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa dapat memasukan jenis mata kuliah tertentu yang akan ditempuhnya selama semester, atau melihat nilai perkuliahan secara daring.

Di siakad online kampus Untan ini dapat juga dilihat perkembangan akademik dari tiap-tiap mahasiswa, Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditempuh, pencapaian Indeks Prestasi (IP), dan Indeks Prestasi Komulatif (IPK).

Dan saat ini, di siakad online Untan tersedia aplikasi mobile berbasis android untuk dosen dan mahasiswa. Ini sangat keren sekali.

3. Pembelajaran Berbasis Daring (e-Learning Untan)

e-learning Untan

E-learning Untan ini merupakan situs resmi kampus yang dikelola oleh pihak kampus untuk kepentingan pembelajaran secara online (daring). Cukup memasukkan username/NIM serta password, maka mahasiswa dapat menggunakan aplikasi virtual ini. Dan tentunya aplikasi ini sangat baik untuk pembelajaran online jarak jauh terutama sangat mendukung dalam pembelajaran online di tengah wabah virus Corona (Covid-19) saat ini.

4. Repository dan Jurnal Untan

Jurnal Untan

Repository dan jurnal Untan ini memang lekat dengan berbagai macam publikasi ilmiah para dosen, mahasiswa, dan stake holder kampus di dalamnya. Selain itu, di resipitori juga disajikan berbagai macam prosiding, rencana kerja, buku elektronik, dan lain-lain guna menunjang kepentingan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat luas.

5. UPT TIK Untan

UPT TIK Untan

UPT TIK Untan ini tentu saja merupakan pusat semua teknologi, informasi dan komunikasi kampus. Di UPT ini terdiri dari beberapa petugas yang mempunyai divisi masing-masing. Dan tentunya di UPT ini juga melayani berbagai kepentingan kampus seperti pelayanan mahasiswa yang ingin membuat blog mahasiswa, atau dosen yang ingin membuat blog dosen.

Kemudian jika dosen atau mahasiswa mempunyai kendala teknis tentang siakad online, atau situs jurusan yang tidak dapat diakses dengan baik, maka UPT TIK ini dapat membantu memberi solusi bagi seluruh civitas akademik di Untan.

6. UPT. Perpustakaan Untan

UPT. Perpustakaan Untan

Di halaman website UPT. Perpustakaan Untan ini, para dosen, mahasiswa, karyawan, dan stakeholder kampus dapat langsung meminjam buku secara virtual/online. Peminjaman buku secara langsung juga difasilitasi dengan baik oleh petugas disana.

Di fasilitas peminjaman secara online, ada berbagai fitur yang bermanfaat seperti katalog online, katalog tugas akhir, jurnal ilmiah Untan, dan Repositori Untan. Semuanya dapat diakses melalui situs resmi perpustakaan Untan tersebut.

7. Mitra Kerjasama Internasional

Pihak kampus Untan juga bekerjasama dengan mitra internasional seperti American Corner, British Culture and Language, dan Kedai Perancis. Ini masih dalam satu divisi dengan UPT. Perpustakaan Universitas Tanjungpura.

8. SIMALUM Untan dan Blog Untan

Simalun Untan

Kampus Untan menyediakan website khusus yaitu SIMALUM (Sistem Informasi Kemahasiswaan dan Alumni) dan Blog Untan. Di kedua situs ini para mahasiswa aktif dan alumni dapat memperoleh informasi terkini terkait kegiatan-kegiatan terkini di kampus bahkan lowongan kerja tersedia dalam fitur ini. Tentunya dengan berita-berita terbarunya yang sangat informatif.

Kampus Untan yang notabene sebagai basis knowledge memang sudah saatnya terbang ke ekosistem digital. Tidak lagi menggunakan cara-cara tradisional seperti pembelajaran semata-mata harus manual, namun kini bisa melalui cara daring (online). Dan tentunya, cara digital ini sangat memudahkan semua orang, karena dalam satu genggaman tangan (melalui smartphone), semua informasi dapat diterima user (pengguna).

Langkah Strategis dan Rekomendasi Seperti Apa yang Dapat Mendukung Ekosistem Digital di kampus Untan Menuju Cyber University?

Strategi kampus Untan yang dapat dilakukan untuk membangun ekosistem digital menuju cyber university setidaknya dapat dilakukan melalui 3 cara sederhana berikut ini:

1. Dosen Ngeblog

Dosen ngeblog? Tentunya ini sangat wajib. Seorang dosen harus memiliki blog atau website pribadi maupun institusi. Jika seorang dosen tidak mempunyai blog pribadi, atau minimal blog pribadi yang disubdomain dari kampus. Sebagai contoh seorang dosen dengan nama Prof. Hakim bisa memanfaatkan subdomain kampus Untan untuk membuat platform blog seperti misalnya: https://hakim.staf.untan.ac.id/. Dengan memiliki blog maka seorang dosen dapat menginterpretasikan diri dan keilmuannya kepada khalayak umum, terutama kepada mahasiswanya. Banyak sekali konten-konten bermutu yang dapat diupload oleh dosen di websitenya, misalnya profil pribadi, pengalaman-pengalaman selama menjadi dosen, bidang kuliah yang diampuh, jadwal kuliah, video pembelajaran, forum diskusi online dengan memanfaatkan plugin gratis di wordpress, pemberian tugas kuliah daring, pengumuman nilai selama pembelajaran dengan dosen tersebut, dan lain sebagainya. Selain itu, keberadaan website dosen ini juga bisa menaikan rating kampus Untan di mata masyarakat luas, karena juga mungkin banyak penelitian-penelitian dari dosen tersebut yang diunggah di websitenya sehingga bermanfaat bagi mereka yang mengakses, kemudian menjadi penelitian lanjutan dari orang lain.

Tidak sebatas dari hal yang disebutkan di atas, maka dengan adanya platform website dosen bisa menulis lebih banyak artikel atau penelitian  sesuai bidangnya, atau juga terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Para mahasiswa bisa dimintai pengerjaan tugas oleh dosen untuk menyunting penelitian-penelitian, skripsi, disertasi, atau tesis dari mahasiswa lain, kemudian hasilnya diunggah oleh dosen di situs websitenya. Tugas lain, misalnya semacam membuat makalah mungkin saat ini tidak perlu lagi dicetak, karena bertujuan untuk mengurangi penggunaan kertas. Cukup mahasiswa mengunggah makalanya di website dosen tersebut melalui laman masuk (login) yang disediakan oleh si dosen. Dan saat presentasi kelompok, maka dosen cukup mengakses makalah mereka melalui smartphone mereka dan memberikan penilaian secara daring.

2. Mahasiswa Ngeblog

Hari gini mahasiswa tidak mempunyai website? atau tidak mau menulis? jika ini terjadi pada mahasiswa sungguh sangat miris dan tentu akan ketinggalan jaman yang serba online. Kini, seorang mahasiswa sudah saatnya memiliki website pribadi, atau setidaknya memanfaatkan subdomain kampus Untan untuk memulai ngeblog (blogging). Sebagai contoh, nama mahasiswa Wahid Priyono dapat membuat blog mahasiswa Untan dengan nama domain https://wahidpriyono.blog.untan.ac.id/.

Mahasiswa dapat memulai blogging sesuai passionnya. Artinya kegiatan menulis di blog sudah seharusnya berdasarkan hobi dan minat mereka. Misalnya, mahasiswa A dari jurusan X (Jurusan Perkebunan) mempunyai hobi menanam sayuran dan buah, maka mahasiswa A tersebut dapat menulis di blognya tentang cara menanam berbagai macam jenis sayuran dan buah, atau bisa dibilang menulis seputar pertanian. Atau mahasiswa B dari jurusan kedokteran dapat menuliskan hal-hal seputar kesehatan di blognya. Atau misalnya salah satu mahasiswa bernama Andre yang hobi mengotak-atik aplikasi android, maka bisa menciptakan APK yang diintegrasikan dengan google AdMob dan blog mahasiswa Untan. Jika APK yang dihasilkannya mempunya nilai jual tinggi, maka tentu banyak orang yang akan mendownload aplikasinya. Selain itu, kemampuan seperti ini akan terus banyak melahirkan enterpreneur muda di kalangan mahasiswa. Jadi, mahasiswa ke kampus itu tidak hanya belajar, tapi bagaimana mereka mengembangkan skill (kemampuannya) untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja. Dari kegiatan ngeblog ini, maka para mahasiswa juga bisa mendapatkan uang dari program pay per klick (PPC) seperti google Adsense, berjualan online via websitenya, content placement, jasa backlink, SEO, dan lain sebagainya.

Dan tentunya masih banyak sekali minat dan bakat mahasiswa yang dapat disalurkan melalui tulisan, video, atau aplikasi yang dapat diupload di websitenya, terutama di upload di website kampus Untan untuk berbagai kepentingan publikasi.

3. Karyawan Ngeblog

Sama halnya dengan dosen dan mahasiswa, maka seorang karyawan kampus juga harus gaul. Di era digital saat ini, maka karyawan kampus apapun jenis profesinya mereka disana juga harus ngeblog dan menulis. Karyawan seperti pembersih taman di Untan, Security kampus juga harus ngeblog. Satpam Kampus (Security) dapat membuat platform kampus, misalnya https://satpam.untan.ac.id/. Di blog tersebut, maka komunitas satpam di kampus Untan dapat membahas topik-topik menarik misalnya seputar cara pengamanan kampus Untan dari pencurian motor (Curanmor), modus kejahatan (cyber crime), pelanggaran lalu lintas di kampus Untan, tata tertib berlalu lintas di kampus Untan, cara mencegah kejahatan di kampus, dan lain sebagainya.

Jika karyawan di kampus berupa pembersih taman atau Office boy, bisa membuat website dengan sudomain kampus misalnya https://officeboy.untan.ac.id/. Di website tersebut, maka dari masing-masing office boy jurusan dapat mengupload berita atau kegiatan-kegiatan pembersihan lingkungan kampus, mulai dari membuat protokol kesehatan di lingkungan kampus melalui gerakan bersih-besih jurusan/program studi, berita kebersihan kampus, dan lain sebagainya. Dan tentunya masih banyak ide sederhana untuk membangun ekosistem digital secara sederhana tapi berguna untuk semua orang di lingkungan kampus.

Karyawan kampus, tentunya tidak hanya sebatas Security dan Office boy, namun banyak sekali lingkup lain di dalamnya. Akan tetapi, yang paling terpenting yaitu apapun bidang pekerjaan di kampus, tentunya sudah saatnya mengintegrasikan bidangnya melalui website, agar semua pekerjaan mereka lebih dipermudahkan, dapat diakses semua orang, dan tentu ini meningkatkan branding serta kredibilitas kampus Untan di kalangan masyarakat luas.

Dan tentunya, apabila seluruh stake holder kampus mampu menerapkan cyber digital ini secara terstruktur, masif dan menjadi kebutuhan mereka sehari-hari, maka ini juga secara otomatis akan menaikan peringkat kampus secara nasional maupun internasional. Hal ini dapat terlihat pada pemeringkatan website perguruan tinggi berdasarkan webometrics yang mengukur banyak sisi dari kampus-kampus yang ada saat ini.

Adapun beberapa rekomendasi penting agar kampus untan bisa membangun ekosistem digital menuju cyber university antara lain:

  • Membangun Toko Berbasis Online (Toko Online Kampus Untan)

Sekarang eranya orang belanja lewat handphone/smartphone. Maka kini  sudah saatnya kampus Untan mempunyai “toko online kampus” yang dikelola secara mandiri maupun secara kelompok. Untuk nama toko online untan misalnya “Untan Mart” yang dihosting di situs https://untanmart.untan.ac.id/. Produk yang dijual di toko online tersebut misalnya produk-produk yang dibutuhkan oleh mahasiswa sehari-hari, misal alat tulis kantor (ATK) seperti buku-buku kuliah, pensil, pena, penghapus, dan lain sebagainya. Selain itu, di toko online Untan juga bisa menjual jaket almamater jika ada mahasiswa yang kehilangan jaket almamater kampus. Atau menjual alat-alat elektronik seperti kalkulator, handphone/gadget, komputer/notebook, dan sejenisnya. Selain itu, produk-produk lifestyle mahasiswa seperti produk perawatan wajah, baju dan celana ngampus, minuman serta makanan ringan (cemilan) juga menjadi incaran para kaula muda saat ini. Jadi berbagai jenis makanan dan minuman khas di Pontianak bisa dijual di website toko online Untan ini. Pembentukan toko online kampus ini bisa meminta kerjasama dari pejabat kampus, dosen, para mahasiswa, dan karyawan yang menjual langsung produknya disana. Atau bisa juga meminta bantuan brand toko online di wilayah Pontianak untuk ikut andil dalam meramaikan toko online kampus ini.

Tentu dengan adanya toko online kampus ini, maka kebutuhan mahasiswa, dosen, karyawan dan masyarakat sekitar kampus akan lebih mudah dan praktis. Cukup hanya order makanan atau minuman saja, maka jasa pengantar bisa langsung mengantarkan barang pesanan mahasiswa ke tempat kosannya. Sungguh keren bukan?

  • Membangun Komunitas Digital Mahasiswa dan Dosen

Sudah disinggung di pembahasan sebelumnya, bahwa setiap dosen, mahasiswa, dan karyawan di Untan harus mempunyai website pribadi melalui subdomain Untan. Hal ini tentu saja akan mempunyai dampak positif terhadap perkembangan ekosistem digital di kampus Untan secara komprehensif dan dirasakan banyak kalangan di tengah-tengah masyarakat.

Komunitas digital di Untan ini harus mewadahi semua kalangan di kampus sesuai hobi/passion mereka. Mungkin pihak kampus bisa membuat suatu jaringan atau aplikasi tertentu yang mengintegrasikan blog dosen, blog mahasiswa, dan blog karyawan dalam satu wadah khusus. Misalnya dibuat namanya “Komudin” yang artinya “Komunitas Digital Untan”. Nah, dari situ, Komudin ini dijadikan suatu aplikasi resmi di kampus Untan dan tersedia di google playstore untuk bisa diinstal di handphone masing-masing stake holder kampus.

Selain itu, membuat kampanye atau gerakan ngeblog serta seminar-seminar menulis dan pembuatan blog untuk semua kalangan dosen, mahasiswa, dan karyawan juga bagus untuk menumbuhan semangat menulis, dan literasi. Selain itu, kegiatan ini tentu saja akan menaikan webometrics peringkat kampus Untan di mata dunia jika semuanya memanfaatkan fasilitas subdomain dari Untan ini.

  • Membangun Aplikasi Go-Green atau BAKSO (Bak Sampah Online)

Mempunyai lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan enak dipandang mata tentu menjadi dambaan banyak kampus dimana saja berada. Jika tata kelola lingkungan kampus bersih dan rapih pasti banyak yang betah untuk berlama-lama singgah di situ. Selain itu, proses pembelajaran di kampus akan semakin nyaman dan prestasi akademik mahasiswa semakin baik pula.

Untan sebagai kampus cyber harus mempertimbangkan hal ini untuk terus ditingkatkan performanya ke masyarakat kampus. Di era digital ini, maka mengelola lingkungan kampus agar tidak kotor bisa memanfaatkan aplikasi  berbasis online seperti yang saya rekomendasikan bernama “BAKSO” atau singkatan dari “Bak Sampah Online”. Konsep dari aplikasi BAKSO ini adalah berupa pelaporan melalui daring, misalnya menggunakan situs berbasis aplikasi yang terhosting di https://bakso.untan.ac.id/. Sebagai contoh di Fakultas A, jurusan farmasi banyak sampah menumpuk di TKP 1, maka pihak pengelola TKP 1 (yang petugasnya sudah ditentukan sebelumnya), dapat melaporkannya melalui aplikasi BAKSO ini kepada pusat center BAKSO (dalam hal ini pengelolanya adalah karyawan kebersihan kampus). Laporan dari TKP 1 ini kemudian diteruskan melalui aplikasi ke pusat center BAKSO, maka setelah di approve, maka pihak kebersihan kampus langsung menuju TKP 1 untuk mengambil sampah yang ada di jurusan farmasi tersebut. Pengambilan sampah bisa menggunakan mobil khusus yang disediakan pihak kampus. Pemanfaatan aplikasi BAKSO ini sebaiknya bisa digunakan untuk semua kalangan dosen, mahasiswa, dan karyawan kampus. Jadi, pelaporan ini dilakukan secara general (umum) agar semua lini kampus terjaga kebersihannya.

  • Membangun Perpustakaan Digital Online (e-Resources)

Perpustakaan digital online (e-Resources) di kampus Untan mungkin sudah ada sebelumnya, namun satu hal yang perlu ditekankan disini adalah bagaimanana perpustakaan digital ini berkerja secara baik. Banyak website-website kampus di Indonesia yang menyediakan layanan ini, namun tidak berkerja optimal. Faktor penyebab terjadinya hal demikian mungkin karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola aplikasi/website perpustakaan berbasis online ini.

Untuk melibatkan operator atau human resources yang handal untuk menangani semua permintaan dan pengunggahan dokumen penting, maka sangat penting penambahan personil yang khusus menangani kategori tertentu. Sebagai contoh ketika saya mengakses situs UPT. Perpustakaan Universitas Tanjungpura, maka saya mendapati ada bagian link tertentu yang belum bisa diakses, misalnya pada topik “katalog induk” dan “katalog tugas akhir”. Padahal di katalog induk yang notabene berisi katalog buku di perpustakan tersebut harusnya ada dan dapat diakses secara online tanpa harus datang ke kampus. Jadi saat di rumah mungkin mahasiswa atau dosen bisa mengakses katalog buku yang sedang dicari, mendaftar untuk meminjam buku tersebut. Setelah mendaftar online buku yang dipinjam via aplikasi library Untan, kemudian datang ke perpustakaan untuk mengambil buku tersebut. Namun, disini petugas perpustakaan tidak perlu repot untuk melayani banyak mahasiswa yang datang, karena mahasiswa tersebut sudah terdaftar melalui sistem online sebelumnya. Bahkan peminjaman buku tersebut sebisa mungkin sudah diberikan lama waktu meminjam di sistem maksimal 7 hari, maka jika lewat dari itu akan dikenakan sanksi tegas sesuai kebijakan kampus.

Pun demikian dengan katalog tugas akhir yang ada di situs perpustakaan Untan (seperti dokumen skripsi, tesis, disertasi), harus menjabarkan secara lengkap isi dari masing-masing tugas akhir tersebut secara lengkap mulai dari cover penelitian, pendahuluan, landasan teoritis/kajian pustaka, rancangan penelitian, pembahasan hingga penarikan seimpulan dan saran . Dan katalog tugas akhir ini sudah seharusnya diluncurkan secara online dan dapat didownload secara gratis oleh mahasiswa dan khalayak umum seperti contohnya pada situs resmi Digital Library di kampus Universitas Lampung yang siapa saja dapat mendownload puluhan ribu tugas akhir mahasiswa. Semoga ke depannya, kampus Untan bisa lebih maju di era digital ini dan menjadi cyber university.

Kesimpulan:

Sebenarnya untuk menjadikan kampus Untan menjadi cyber university ini sangat mudah dan mempunyai peluang besar menjadikan kampus Untan sebagai kampus yang mempunyai peradaban tinggi. Namun, semua itu harus mengacu pada kesadaran dan pentingnya pemanfaatkan teknologi informasi di era digital untuk digunakan oleh semua stake holder kampus mulai dari Dosen, Karyawan dan Mahasiswa. Tanpa kesadaran untuk lebih maju, maka angan-angan atau cita-cita kampus Untan menuju cyber university hanyalah omong kosong belaka. Marilah berbenah bersama.

Sumber Referensi Pendukung: 

(1). Anonim. 2016. KBBI Daring Kemdikbud. Diakses di situs resmi https://kbbi.kemdikbud.go.id/Cari/Index, pada hari Sabtu, 9 Mei 2020, pukul 05.50 WIB.

(2). Badan Riset dan Inovasi Nasional Kemenristekdikti. 2017. Cyber University Harus Dipandang Sebagai Alat Tingkatkan Kualitas Pembelajaran. Diakses di situs resmi https://www.ristekbrin.go.id/kabar/cyber-university-harus-dipandang-sebagai-alat-tingkatkan-kualitas-pembelajaran/, pada hari Sabtu, 9 Mei 2020, pukul 05.53 WIB.

(3). Kampus Universitas Tanjungpura, tersedia secara online di https://www.untan.ac.id/, diakses pada hari Sabtu, 9 Mei 2020, pukul 10.10 WIB.

(4). USAID. 2013. Cyber University, Pendidikan Canggih di Era Digital. Diakses di situs resmi http://www.prestasi-iief.org/index.php/id/feature/146-cyber-university-pendidikan-canggih-di-era-digital, pada hari Sabtu, 9 Mei 2020, pukul 06.15 WIB.

 

Universitas Tanjungpura

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PESAN SPONSOR