Solusi Mengatasi Bunga dan Buah Timun yang Rontok

Menanam mentimun memang sesuatu yang cukup mudah dilakukan, terutama hal yang paling mendasar yaitu perawatan tanaman  mentimun. Jika ditekuni dengan baik, maka hasil panen akan melimpah. Dalam perawatan mentimun, pemupukan adalah hal penting, termasuk penyiraman untuk memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan baik. Untuk memastikan juga agar lahan tanam tetap lembab, tercukupi air pada bedengannya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa buah mentimun atau bunganya sering rontok seperti penyerbukan bunga yang tidak sempuran, atau tanaman mengalami defisiensi (kekurangan) unsur hara tertentu yakni unsur hara makro dan mikro (termasuk unsur Ca, Nitrogen, Kalium, Fosfor, Magnesium, dan lain sebagainya).

Tanaman mentimun berbuah lebat karena tanahnya subur banyak mikroba tanah
Tanaman mentimun berbuah lebat karena tanahnya subur banyak mikroba tanah

Silakan baca juga: Faktor Penyebab Klorosis dan Nekrosis pada Tanaman.

Pernah suatu ketika bunga dan buah timun rontok, dan hasil panen jadi turun. Agak kecewa memang, tapi ya tidak apa-apa. Setelah kejadian tersebut lalu kami belajar dan mendapat arahan dari dinas pertanian setempat untuk melakukan beberapa langkah agar buah dan bunga timun (mentimun) tidak rontok, berikut ini tipsnya:

  • Pada saat awal tanam, saat pengolahan tanah, sebaiknya berikan pupuk kandang dari kotoran ayam yang telah difermentasi lebih dari 1 bulan sampai menjadi pupuk kandang yang matang;
  • Buat lahan bedengan searah/memanjang dari utara ke selatan agar proses fotosintesis tanaman berlangsung baik;
  • Pada saat tanaman timun berumur 20 hst, variasikan jenis pupuk kandangnya, sebaiknya pakai pupuk dari kotoran kambing yang difermentasi. Dan ketika sudah berumur 35 – 40 hst, sebaiknya pakai pupuk NPK mutiara atau phonska. Kandungannya banyak unsur makro yaitu Nitrogen dan Oksigen, sehingga bagus untuk memperkuat bunga dan buah mentimun agar tidak mudah rontok (berjatuhan) kemana-mana;
  • Pada saat tanaman mentimun sudah mulai berbunga dan berbuah, kisaran usia 45 hst ke atas, sebaiknya tingkatkan frekuensi penyiraman tanaman timun, supaya tanahnya lembab. Apabila tanahnya terlalu kering, maka tanaman timun akan tumbuh kerdil, serta diikuti bentuk buah yang tidak sempurna, ukuran buah kecil, serta daun bunga dan buah mudah rontok.
  • Jika mengikuti kiat yang pernah saya praktekan di atas, mudah-mudahan tanaman mentimun anda menjadi sehat terhindar dari adanya bunga, daun, dan buahnya yang rontok

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *