Solarisasi Tanah, Cara Penanggulangan Gulma Pada Tanaman Cabe

Cara meningkatan produtivitas panen cabe yakni salah satunya dengan ekstensifikasi pertanian. Di pulau Jawa, ekstensifikasi tidak mungkin lagi bisa dilakukan sebab luas lahan tanah semakin terbatas. Sehingga salah satu cara paling efektif yakni intensifikasi, serta tantangan yang dihadapi petani yaitu pengendalian Organisme Penggangu Tanaman, gulma.

Salah satu penyebab rendahnya hasil panen cabe karena gulma. Gulma ini tumbuh pada tempat, waktu, serta kondisi yang tidak diinginkan manusia.

tanaman cabe shat buahnya tidak rontok
Tanaman cabe sehat buahnya tidak rontok karena bebas dari gulma. Photo Kontributor Oleh: KPCI Indonesia.

Menurut Ir. Paiman, M.P salah seorang dosen di Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta, seperti dilansir dari situs ugm.ac.id, menjelaskan bahwa kehadiran gulma pada tanaman cabai tidak dikehendaki sebab menurunkan hasil, baik secara kuantitas dan kualitas. Apabila tidak dikendalikan,diatasi, maka secara umum penurunan hasil tanaman budidaya akibat kehadiran gulma dapat mencapai 20-80%.

Secara umum, gulma dan tanaman memiliki kesamaan persyaratan tumbuh dan berkembang secara normal serta membutuhkan suplai yang sama, yaitu unsur hara, air, cahaya, dan karbondioksida. Jika salah satu faktor tersebut dalam keadaan terbatas baik bagi gulma maupun tanaman, maka akan terjadi kompetisi antara keduanya.

Kompetisi gulma dan tanaman cabe biasanya terjadi pada periode kritis umur 30-60 hst. Cabe pada pertumbuhan awal peka terhadap gulma, untuk mengurangi terjadinya kompetisi maka perlu pengendalian gulma sedini mungkin, salah satunya dengan solarisasi tanah.

Solarisasi tanah adalah salah satu cara mematikan propagul gulma yang akan tumbuh maupun dormansi. Solarisasi tanah yaitu proses hidrotermal dengan memanfaatkan energi matahari untuk memanaskan lengas tanah dengan menggunakan bantuan lembaran plastik. Solarisasi juga terbukti ampuh sebagai cara penanggulangan gulma pada tanaman cabe.

Konsep dasarnya yakni menggunakan lembaran plastik transparan mengurangi kehilangan panas secara konveksi serta meningkatkan suhu tanah yang diterima. Apabila suhu di bawah lembaran plastik cukup tinggi, maka propagul gulma dan pengganggu lainnya terbunuh/lenyap.

Jadi, energi panas/kalor yang terjebak di bawah plastik akan mengurangi kondisi biologis, fisik, dan kimia tanah, yaitu meningkat suhu tanah, menekan pertumbuhan gulma serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Lembaran plastik transparan dapat meningkatkan suhu tanah hingga 52 derajat celcius, sedangkan tanpa plastik hanya 36 derajat celcius.

Hasil pengamatan oleh Paiman, terhadap sifat optik lembaran plastik menunjukkan bahwa lembaran plastik berwarna transparan dapat meneruskan sinar matahari 93,5%. Lembaran plastik merah 67,4%, dan hitam 0%. Besarnya cahaya matahari yang dapat diteruskan oleh masing-masing warna lembaran plastik berbeda, sehingga berpengaruh pada suhu tanah yang berbeda pula.

Lembaran plastik warna merah dan transparan mempunyai sifat yang tembus cahaya, transclucen, artinya sebagian besar intensitas cahaya matahari yang mengenai permukaan atas lembaran plastik dapat diteruskan ke permukaan bagian bawah. Pelajari juga: Gulma Pada Tanaman Cabe.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *