Reboisasi Lahan Pertanian untuk Pelestarian Lingkungan Hidup

Suatu lahan pertanian apabila tidak ditanami tanaman pangan atau sejenisnya tentu saja akan semakin gersang. Lahan/tanah menjadi tandus, kering, bahkan krisis unsur hara. Upaya reboisasi lahan pada lahan yang demikian dirasa sangat penting. Sebab, sebagai langkah penghijauan (reboisasi) lahan pertanian di daerah.

Program reboisasi lahan adalah program penting yang menjadi perhatian banyak pihak. Ini adalah salah satu cara untuk menyelamatkan bumi dari berbagai efek pencemaran, pemanasan global (global warming) , kerusakan struktur tanah, dan lainnya.

Lahan perkebunan jagung tidak terlalu ditumbuhi banyak gulma, hasil panen melimpah
Lahan perkebunan jagung tidak terlalu ditumbuhi banyak gulma, hasil reboisasi lahan (tipspetani.com)

Reboisasi lahan tidak hanya terbatas pada lahan yang kurang ditumbuhi pepohonan, atau pada daerah bekas kebakaran lahan sehingga menjadi lahan gundul tanpa pohon. Akan tetapi, konsep reboisasi bisa diterapkan dalam skala/lingkup pertanian yakni dengan mengolah, serta mengisi lahan pertanian yang tandus menjadi lahan produktif dengan ditanami berbagai macam jenis tanaman budidaya.

Proses penerapan reboisasi lahan pertanian cukup mudah yakni lahan-lahan yang kosong secara kontinyu (terus-menerus) silakan ditanami berbagai macam jenis tanaman buah, sayur-mayur, bahan makanan pokok, tanaman bunga, dan lain sebagainya. Dengan dilakukan penanaman secara terus-menerus maka lahan akan tetap terisi tanaman dan terlihat hijau.

Jadi, dilakukan reboisasi lahan pertanian tersebut, maka diharapkan akan ada upaya secara masif dan berkelanjutan untuk terus mengisi lahan yang kosong/gersang menjadi lahan yang produktif dan mampu menghasilkan jenis tanaman tertentu yang berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Silakan baca juga: Menanam Palawija Jenis Kacang-Kacangan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *