Pupuk Dasar untuk Tanaman Cabe Agar Cepat Berbuah Lebat

Tanaman cabe sangat penting diberikan air melalui proses penyiraman, dan sekaligus diberikan pupuk, baik itu pupuk organik maupun pupuk anorganik. Kedua jenis pupuk ini sangat berperan penting untuk keberlangsungan hidup tanaman cabe.

Tanaman cabe dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya harus mendapatkan nutrisi yang cukup, unsur hara harus tercukupi secara optimal, begitupun air yang merupakan pelarut alami dan berperan untuk perombakan sejumlah enzim dan fitohormon (hormon pada tumbuhan).

Unsur hara di dalam tanah sebenarnya sudah tersedia, akan tetapi jumlahnya tidak mencukupi untuk tanaman, oleh karena itu dibutuhkanlah pupuk tertentu yang diberikan pada tanaman seuai umurnya.

Adapun pupuk dasar yang sering digunakan oleh para petani cabe profesional terdiri dari dua jenis pupuk, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk organik dapat diperoleh langsung di sekitar tempat tinggal, misalnya pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hayati dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati, dan jenis pupuk organik lainnya yang diperoleh dari hasil fermentasi daun-daunan (misalnya pupuk organis dari tanaman sambiloto, pupuk organis dari kulit pisang, dan lain sebagainya.

Sementara itu, untuk jenis pupuk anorganik dasar untuk tanaman cabe seperti: Larutan phonska cair, TSP, KCL, Urea, dan lain-lainnya. Namun, akhir-akhir ini kebanyakan orang menggunakan larutan phonska cair untuk tanaman cabe karena mampu merangsang pembentukan bunga dan buah cabe yang sangat lebat, sehingga dapat menguntungkan para pembudidaya cabe, khususnya di lingkung wilayah Indonesia.

Namun, 1 hal yang penting diingat bahwa, dalam pemberian pupuk (baik pupuk organis maupun anorganis), tetap harus mengikuti dosis yang ditetapkan dan tentunya juga harus disesuaikan dengan umur/usia tanaman. Sebab, setiap umur tanaman mempunyai tingkat kepekaan/sensitifitas terhadap senyawa kimia obat. Apalagi pada tanaman yang masih dalam penyemaian yang tidak dianjurkan pemberian pupuk anorganik dalam jumlah berlebih. Pupuk anorganik hanya bagus jika diterapkan pada tanaman yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, setelah dipindahkan ke lahan terbuka dengan umur di atas 1 bulan.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *