Produktivitas Panen (Buah) Menurun Karena Defisiensi Unsur Hara dan Gulma

Produktivitas panen (buah) menurun adalah hal yang umum terjadi di pertanian Indonesia. Banyak penyebab yang mengikuti terjadinya peristiwa semacam itu, salah satunya penggunaan pupuk yang tidak tepat dan karena petani memang kurang disiplin dalam pemberantasan rumput liar (gulma).

Penggunaan pupuk tidak tepat atau berlebihan (terutama pupuk anorganik, pupuk kimia dalam jangka lama) biasanya membuat tanahnya menjadi tidak subur. Selain itu, tanah menjadi tandus. Hal demikian tentu saja tidak diinginkan oleh petani karena akan memengaruhi hasil panen nantinya. Penggunaan pupuk berlebih juga akan memberikan dampak suburnya gulma yang tidak disiangi di sekitar tanaman pokok. Jika terbawa air hujan, biasanya pupuk anorganik ini akan membuat tanaman utama biasa jadi mengalami defisiensi unsur hara tertentu. Oleh karena itulah penting sekali penggunaan pupuk organis maupun anorganis secara bijaksana.

Tanaman Cabe Mulai Berbunga karena Terbebas Dari Gulma
Tanaman Cabe Mulai Berbunga karena Terbebas Dari Gulma

Defisiensi unsur hara adalah gejala paling umum yang menyerang tanaman. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari rontoknya daun/bunga/buah, daun seperti terbakar, batangnya mudah patah, gejala klorosis dan nekrosis, dan lain sebagainya. Solusi: gunakan pupuk yang tepat untuk tanaman dengan kandungan unsur hara makro yang lebih banyak daripada unsur mikronya. Unsur hara makro misalnya: N (Nitrogen), Phospor (P), dan K (Kalium). Banyak sekali di pasaran yang menjual pupuk berunsur hara makro dan maupun mikro, tinggal pilih sesuai umur tanaman yang akan diberi.

Penyiangan gulma secara rutin/teratur juga merupakan bagian penting untuk mendapatkan lahan/media tanaman yang bersih, sehingga tidak terjadi perebutan unsur hara antara gulma dengan tanaman utama. Sebaiknya penyiangan dilakukan sedari dini agar terlihat secara jelas pertumbuhan tanaman budidaya yang semakin baik. Silakan baca juga: Unsur Hara Tidak Terbagi Secara Baik Saat Tanaman Disertai Gulma.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *