Prinsip Dasar Pertanian Secara Organik (Pertanian Organik)

Pada prinsipnya, pertanian secara organik (pertanian organik) memakai sistem tumpang sari. Tumpang sari yaitu penanaman dua atau lebih jenis tanaman di satu bidang lahan tertentu. Sebagai contohnya, tanaman semusim dengan tanaman semusim atau tanaman tahunan dengan tanaman semusim di dalam satu bidang lahan tertentu. Dengan menggunakan sistem tumpang sari, kegagalan tanaman yang ditanam secara monokultur (pertanian tunggal) akan berkurang dan cadangan makanan akan tersedia sepanjang tahun.

prinsip dasar pertanian organik
Tanaman pepaya california ditanam secara organik (Wahid Priyono, tipspetani.com)

Sistem tumpang sari secara umum menggunakan tanaman legume sebagai tanaman sela. Contoh tanaman legume adalah dari jenis kacang-kacangan seperti, tanaman kacang panjang, kacang tanah, kacang kapri, dan lain sebagainya. Tanaman legume ini memiliki bintil-bintil akar yang mampu bersimbiosis (hidup bersama) dengan mikroba tanah (misalnya: dengan bakteri Rhizobium leguminosarum) yang mampu mengikat N2 (nitrogen) bebas di udara/atmosfer. Nitrogen merupakan unsur hara penting dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu juga tanaman leguminoceae/legume dapat menekan pertumbuhan gulma/rumput liar serta memperbaiki struktur dan kualitas tanah agar tetap subur.

Selain dengan sistem tanam tumpang sari, anda juga bisa menggunakan sistem rotasi tanam (sistem pergiliran tanaman dalam satu atau lebih musim tanam tertentu). Cara ini dapat memutus siklus hidup hama tanaman dan patogen (bibit pembawa penyakit/parasit pada tanaman) yang sifatnya resisten. Dengan penerapan rotasi tanaman, berarti sumber makanan inang hama maupun penyakit menjadi tidak ada atau berkurang. Dengan demikian, perkembangan organisme pengganggu tanaman pun semakin terhambat.

Pada sistem rotasi tanam inilah, sebaiknya menggunakan tanaman yang berasal dari pertanian organik. Misalnya, untuk mencegah erosi pada lahan kering berlereng/tanah miring (teras serring), maka rotasi tanaman yang tepat dan efektif yaitu antara tanaman penghasil bahan pangan (jagung, singkong, talas, padi, dll) dan juga dengan tanaman penutup tanah. Silakan anda baca juga artikel pertanian terkait berikut ini: Foto/Gambar Jamur Jenggel/Tongkol/Bonggol Jagung.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *