Pengertian, Tujuan dan Manfaat Mulsa Organik Bagi Tanaman Budidaya

Dalam dunia pertanian dikenal dua jenis macam mulsa yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik. Mulsa anorganik yang paling umum digunakan oleh petani sebab sangat mudah diperoleh. Mulsa anorganik juga banyak dijual di pasaran dan berbagai ragam warna dan ketebalan. Seperti mulsa plastik warna perak, warna putih polos, atau mulsa platik berwarna hitam. Sedang mulsa organik masih jarang digunakan oleh petani dalam pembudidayaan tanaman di lahan bedengannya.

Pengertian dan Tujuan Pemakaian Mulsa Organik

Mulsa organik didefinisikan sebagai jenis mulsa yang digunakan sebagai penutup tanah/lahan bedengan dan berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang mati, serat/jerami tanaman, dan pelapukan dari batang tanaman. Mulsa organik biasanya diberikan pada tanaman seperti lada, pisang, cabai, semangka, salak, timun suri, tanaman jagung, pepaya, dan lain sebagainya.

Pada tanaman pisang biasanya diberikan mulsa organik dari pelepah pisangnya yang dipotong-potong, kemudian diletakan pada bagian atas tanah dimana tanaman tumbuh. Pada tanaman cabai, semangka biasanya menggunakan jerami padi sebagai mulsa organis.

Tanaman jagung berbuah lebat dengan mulsa organik
Tanaman jagung berbuah lebat dengan mulsa organik di awal dengan jerami padi. Photo Kontributor oleh rekan Muhammad Nanang Yassin/Komunitas Petani Jagung.

Adapun tujuan dari penggunaan mulsa organik yaitu untuk membantu para petani menjadi lebih mudah dalam perawatan tanaman budidaya dari kekeringan, serta mendorong tanaman cepat tumbuh dan berkembang.

Di Indonesia penerapan mulsa organik sangat cocok, sebab jenis tanahnya bagus, dan memungkinkan banyak sekali substrat yang digunakan sebagai mulsa organik. Sebagai contoh, setelah pasca panen padi, maka jeraminya bisa dipakai untuk musim tanam berikut, dalam hal ini misalnya menanam semangka.

Tanaman semangka pada masa-masa tertentu membutuhkan mulsa organik, seperti jerami padi untuk menjaga kadar air di dalam tanah agar terjaga secara baik.

Manfaat/Kegunaan/Fungsi Mulsa Organik

Adanya mulsa organis yang diberikan pada lahan tanam, maka mempunyai beberapa keuntungan seperti berikut ini:

  • Mulsa organik membantu menjaga kelembaban tanah, sehingga mikroba baik di dalam tanah dapat tumbuh dan berkembang secara baik;
  • Menghindari kekeringan tanah/lahan tanam dalam waktu yang cepat;
  • Memperbaiki fungsi tanah, dan mempertahankan unsur hara di dalamnya;
  • Membantu mempercepat pertumbuhan tanaman, termasuk mempercepat munculnya buah;
  • Mengundang banyaknya mikroorganisme tanah seperti cacing tanah untuk membantu menggemburkan lahan bedengan/tanah.

Dari beberapa manfaat di atas, tentunya sudah tidak diragukan lagi akan manfaat/kegunaan/fungsi/keuntungan dari pemakaian mulsa organik dalam bidang pertanian. Semoga informasi di atas bermanfaat. Silakan baca juga: Cara Mencegah Gulma Pada Tanaman Tomat dan Cabe yang Baik dan Benar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *